Yulidar Hafidh
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Kadar Troponin I Sebagai Prediktor Penyakit Jantung Bawaan Neonatus dengan Riwayat Asfiksia Sedang dan Berat Dinar Handayani Asri; Yulidar Hafidh; Sri Lilijanti Widjaja
Sari Pediatri Vol 23, No 4 (2021)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp23.4.2021.215-21

Abstract

Latar belakang. Penyakit jantung bawaan (PJB) merupakan sepertiga kelainan kongenital pada neonatus. Prevalensi PJB di Asia 9,3 dari 1000 kelahiran hidup. Penegakan diagnosis maupun prediksi PJB pada neonatus dengan kondisi tidak stabil terbatas sehingga dipertimbangkan penggunaan biomarker kardiak Troponin I yang paling sensitif dan spesifik pada injuri miokard.Tujuan. Menganalisis peran kadar troponin I sebagai prediktor penyakit jantung bawaan neonatus dengan riwayat asfiksia sedang dan berat.Metode. Desain penelitian potong lintang dalam uji prognostik. Hasil pengolahan data berupa narasi, tabel, dan grafik. Karakteristik dasar subjek penelitian terdiri atas berat badan lahir, kategori asfiksia, faktor penyerta yaitu sepsis dan pneumonia, jenis PJB. Hubungan bivariat antara kedua variabel dianalisis uji chi square. Hasil bermakna jika p<0,05. Analisis data dengan program SPSS (SPSS statistik 25). Hasil. Dari 25 sampel didapatkan 20 sampel PJB. Pada kelompok PJB, asfiksia merupakan faktor risiko yang signifikan dengan nilai p 0,004. Nilai cut off troponiin I yang didapat sebagai prediktor kejadian PJB pada neonatus dengan riwayat asfiksia sedang dan berat, yaitu 58,5 ng/l, dengan nilai sensitivitas 80%, spesifisitas 80%. Hasil uji chi square didapatkan nilai p 0,023 dengan Odd rasio sebesar 16 (dengan 95% CI 1,38-185,4). Kesimpulan. Terdapat peran kadar troponin I sebagai prediktor PJB pada neonatus dengan riwayat asfiksia sedang dan berat.
Factors affecting mortality of neonatal sepsis in Moewardi Hospital, Surakarta Yulidar Hafidh; Dwi Hidayah; Sunyataningkamto Sunyataningkamto
Paediatrica Indonesiana Vol 47 No 2 (2007): March 2007
Publisher : Indonesian Pediatric Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.648 KB) | DOI: 10.14238/pi47.2.2007.74-7

Abstract

Background Mortality of neonatal sepsis is still a significantproblem. It might be affected by many factors.Objective The purpose of this study was to determine factorswhich affect mortality of neonatal sepsis at neonatal ward ofMoewardi Hospital, Surakarta.Methods Data of neonatal sepsis was obtained from medicalrecords at the neonatal ward of Moewardi Hospital from December2004 to November 2005. We recorded data from 97 neonatalsepsis consisted of 46 male and 52 female babies. Statisticalanalysis had been performed using univariate Chi-square andmultivariate multiple logistic regression analysis.Results Overall neonatal sepsis mortality was about 40%. Therewere no significant difference in factors associated with mortalityof neonatal sepsis such as gender (OR=0.44; 95% CI 0.19;1.014),referral patients (OR=1.61; 95% CI 0.195;.014), and bacterialgrowth culture (OR=1.96; 95% CI 0.856;4.44), except for birthweight which affected mortality (OR=6.29; 95% CI 2.57;15.42).Conclusion Birth weight affects mortality of neonatal sepsis inMoewardi Hospital. Patients with positive bacterial growth culturehas two times higher risk of death, however, it is not statisticallysignificant.