This Author published in this journals
All Journal Sari Pediatri
Hermien W Moeryono
Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita, Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pubertas Terlambat pada Anak Thalassemia di RSAB Harapan Kita Jakarta Hermien W Moeryono; Fajar Subroto; Aditya Suryansyah
Sari Pediatri Vol 14, No 3 (2012)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.812 KB) | DOI: 10.14238/sp14.3.2012.162-6

Abstract

Latar belakang. Thalassemia adalah salah satu penyakit kelainan darah yang cukup banyak diderita oleh anak-anak di Indonesia.Dengan penanganan thalassemia yang baik maka angka harapan hidup anak thalassemia meningkat. Transfusi darah terus-menerus menimbulkan masalah timbunan besi dalam tubuh, dan paling sering menyebabkan pubertas terlambat pada anak thalassemia. Tujuan.Melihat angka kejadian keterlambatan pubertas pada anak thalassemia, kadar serum ferritin dan hubungannya dengan terapi kelasi besi yang didapat di RSAB Harapan Kita Jakarta.Metode. Penelitian dilakukan secara deskriptif pada 14 anak thalassemia yang dirawat di Rumah Sakit Anak Bunda (RSAB) Harapan Kita dari 1 Januari 2008 – 31 Maret 2011. Data diambil dari rekam medis dan dianalisis dengan SPSS 17.0Hasil. Pasien thalassemia anak dan berada dalam usia pubertas adalah 28,6% laki-laki dan 71,4% perempuan. Anak yang mengalami keterlambatan pubertas 5 anak (35,7%), yaitu 2 anak (14,3%) perempuan dan 3 anak (21,4%) laki-laki. Kadar serum ferritin di atas 10000 ng/mL dijumpai pada 2 anak (14,3%) dan 13 anak (92,9%) memiliki status gizi kurang. Loss to follow up4 anak (28,6%) dan yang meninggal 2 anak (14,3%). Rata-rata jumlah transfusi 108,6±42,3 cc/kgBB/tahun dan rata-rata kadar serum ferritin adalah 7130,1±3621,4 ng/mL.Kesimpulan. Angka kejadian pubertas terlambat pada thalassemia di RSAB Harapan Kita Jakarta adalah 35,7%. Keterlambatan pubertas itu dapat karena deposit besi yang tinggi dalam tubuh dan terapi besi yang tidak adekuat. Selain itu pubertas juga dipengaruhi oleh status gizi dari anak tersebut. Anak thalassemia di RSAB Harapan Kita 92,9% memiliki status gizi yang kurang. Untuk itu deteksi dini untuk melihat tanda-tanda pubertas pada anak thalassemia sangat diperlukan untuk anak perempuan yang sudah menginjak usia 8 tahun dan anak laki-laki 9 tahun sehingga penanganan dari keterlambatan pubertas dapat dimulai sejak awal. Dengan terapi kelasi besi yang adekuat diharapkan anak thalassemia mengalami perkembangan pubertas yang sama dengan anak normal.