Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

STRATEGI PEMBLAJARAN GURU: RELEVANSINYA DALAM MEREDUKSI MISKONSEPSI DAN PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA Ni Kadek Heny S. D; I N. Putu Suwindra; I. B. P. Mardana
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 8 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v8i1.20247

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan strategi pembelajaran guru, (2) mendeskripsikan profil miskonsepsi siswa, (3) mendeskripsikan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran fisika, dan (4) mendeskripsikan strategi pembelajaran guru relevansinya dalam mereduksi miskonsepsi siswa dan peningkatan belajar siswa. Jenis penelitian ini penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dokumentasi, triangulasi serta tes. Informan sumber data dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru fisika kelas XI MIPA, dan siswa kelas XI MIPA 2 dan XI MIPA 3 SMA Negeri 1 Busungbiu. Analisis data dilakukan secara periodik selama dan setelah pengumpulan data melalui tiga tahap, yaitu (1) reduksi data, (2) paparan data, (3) penarikan simpulan dan verifikasi. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut. (1) perencanaan dan penilaian pembelajaran yang dibuat oleh guru sudah sesuai dengan kurikulum 2013 yang diterapkan oleh sekolah. Namun pada pelaksanaan pembelajaran, guru belum sepenuhnya menerapkan strategi yang sesuai dengan yang tersusun dalam RPP. Aspek-aspek pendekatan saintifik yang ditunjukkan oleh guru secara konsisten selama proses pembelajaran adalah: mengamati, menalar, dan mengkomunikasikan. Strategi pembelajaran yang digunakan guru adalah strategi pembelajaran inkuiri. (2) Profil miskonsepsi siswa pada materi alat-alat optic sangat bervariasi. Terdapat dua sampai lebih konsepsi siswa yang ditemukan pada setiap konsep yang diujikan. Tingginya miskonsepsi siswa karena siswa tidak memahami dengan jelas prinsip kerja alat-alat optik. Terjadi penurunan miskonsepsi setelah strategi pembelajaran yang digunakan guru diterapkan. Penurunan tersebut tidak terlalu signifikan. (3) Pretasi belajar siswa mengalami peningkatan, 38,71% siswa sudah mencapai KKM untuk kelas XI MIPA 2 dan sebanyak 53,57% siswa sudah mencapai KKM untuk kelas XI MIPA 3. (4) Strategi yang digunakan guru dalam mereduksi miskonsepsi siswa dan peningkatan prestasi belajar siswa pada pembelajaran fisika belum optimal karena masih banyak siswa yang mengalami miskonsepsi dan masih banyak siswa yang nilainya di bawah KKM.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN GAME EDUKASI FISIKA UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI GERAK-GERAK LURUS BERATURAN, BERUBAH BERATURAN, DAN JATUH BEBAS. Rohman Qomarul Yakin; I W Putu Suwindra; I. B. P. Mardana
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 8 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v8i2.20634

Abstract

Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran gameedukasi fisika yang dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa pada topik gerak lurusberaturan (GLB), gerak lurus berubah beraturan (GLBB), dan gerak jatuh bebas (GJB). Penelitian danpengembangan menggunakan desain Borg dan Gall. Subjek penelitian ini adalah siswa-siswi kelas XMM 1 SMK Negeri 3 Singaraja yang berjumlah 36 siswa. Objek dalam penelitian ini adalah mediaedukasi, motivasi, dan prestasi belajar siswa. Data diperoleh dari lembar angket motivasi dan hasilpretest dan posttest untuk mengukur peningkatan prestasi belajar. Penelitian dan pengembangandikatakan berhasil jika media mendapatkan validitas dari para ahli, dan teruji secara praktis danefektif dalam meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwaterjadi peningkatan motivasi belajar siswa dari 3,7 dengan kategori tinggi menjadi 4,0 dengankategori sangat tinggi setelah menggunakan game edukasi sebagai media pembelajaran. Begitu jugadengan prestasi belajar siswa yang meningkat dari nilai rata-rata pretest 52,65 menjadi 93,75 padanilai posttest.Kata-kata kunci: media pembelajaran, game edukasi, motivasi belajar, prestasi belajar
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PELAJARAN FISIKA KELAS X SMKN Yulistia Tezi Parabi; I Nyoman Putu Suwindra; I. B. P. Mardana
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 8 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v8i2.20638

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan proses sains siswa, hasil belajar fisika siswa, dan tanggapan siswa setelah diterapkannya model pembelajaran inkuiri terbimbing pada pelajaran fisika materi usaha dan energi serta elastisitas bahan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini terdiri dari 2 siklus, dimana setiap siklusnya terdiri dari 4 komponen diantaranya: 1) perencanaan, 2) tindakan, 3) observasi, dan 4) refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa-siswi kelas X TKJ 1 SMK Negeri 3 Singaraja yang berjumlah 36 siswa. Objek dalam penelitian ini adalah model pembelajaran inkuiri terbimbing, keterampilan proses sains, dan hasil belajar siswa. Data diperoleh dari lembar observasi keterampilan proses sains, tes kognitif hasil belajar, lembar observasi psikomotor dan afektif, dan angket tanggapan siswa. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Penelitian dikatan berhasil jika hasil belajar siswa mencapai minimal ketuntasan klasikal (KK)= 65%, keterampilan proses sains siswa mencapai minimal ketuntasan klasikal (KK) = 65% dengan kategori baik, dan tanggapan siswa minimal berkategori positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan keterampilan proses sains, hal ini ditunjukkan dari skor rata-rata keterampilan proses̅sains = 65,79 dengan kategori cukup dan KK = 62,03% pada siklus I dan rata-rata keterampilan proses̅sains = 76,20 dengan kategori baik dan KK = 100% pada siklus II. Pencapian hasil belajar siswa pada̅ ̅siklus I, nilai rata-rata aspek kognitif = 70,17 dengan KK = 75%, nilai rata-rata aspek psikomotor =̅ ̅74,36 dengan nilai rata-rata aspek afektif = 77,03. Siklus II, nilai rata-rata aspek kognitif = 76,72̅ ̅dengan KK = 91,67%, nilai rata-rata aspek psikomotor = 79,11, dan nilai rata-rata aspek afektif = 80,27. Tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing berketegori sangat̅̅̅̅positif dengan skor rata-rata = 82,86.kata-kata kunci: inkuiri terbimbing, keterampilan proses sains, hasil belajar.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PELAJARAN FISIKA KELAS X SMKN Yulistia Tezi Parabi; I Nyoman Putu Suwindra; I. B. P. Mardana
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 8 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v8i2.20639

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan proses sains siswa, hasil belajar fisika siswa, dan tanggapan siswa setelah diterapkannya model pembelajaran inkuiri terbimbing pada pelajaran fisika materi usaha dan energi serta elastisitas bahan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini terdiri dari 2 siklus, dimana setiap siklusnya terdiri dari 4 komponen diantaranya: 1) perencanaan, 2) tindakan, 3) observasi, dan 4) refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa-siswi kelas X TKJ 1 SMK Negeri 3 Singaraja yang berjumlah 36 siswa. Objek dalam penelitian ini adalah model pembelajaran inkuiri terbimbing, keterampilan proses sains, dan hasil belajar siswa. Data diperoleh dari lembar observasi keterampilan proses sains, tes kognitif hasil belajar, lembar observasi psikomotor dan afektif, dan angket tanggapan siswa. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Penelitian dikatan berhasil jika hasil belajar siswa mencapai minimal ketuntasan klasikal (KK)= 65%, keterampilan proses sains siswa mencapai minimal ketuntasan klasikal (KK) = 65% dengan kategori baik, dan tanggapan siswa minimal berkategori positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan keterampilan proses sains, hal ini ditunjukkan dari skor rata-rata keterampilan proses̅sains = 65,79 dengan kategori cukup dan KK = 62,03% pada siklus I dan rata-rata keterampilan proses̅sains = 76,20 dengan kategori baik dan KK = 100% pada siklus II. Pencapian hasil belajar siswa pada̅ ̅siklus I, nilai rata-rata aspek kognitif = 70,17 dengan KK = 75%, nilai rata-rata aspek psikomotor =̅ ̅74,36 dengan nilai rata-rata aspek afektif = 77,03. Siklus II, nilai rata-rata aspek kognitif = 76,72̅ ̅dengan KK = 91,67%, nilai rata-rata aspek psikomotor = 79,11, dan nilai rata-rata aspek afektif = 80,27. Tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing berketegori sangat̅̅̅̅positif dengan skor rata-rata = 82,86.kata-kata kunci: inkuiri terbimbing, keterampilan proses sains, hasil belajar.
HUBUNGAN KETERLIBATAN ORANG TUA DAN SIKAP SOSIAL SISWA DENGAN PRESTASI BELAJAR FISIKA SMA NEGERI Saraswati N. N. T; I Nyoman Putu Suwindra; I. B. P. Mardana
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 9 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v9i1.20648

Abstract

Rendahnya prestasi belajar fisika siswa SMA Negeri menjadi masalah utama yang dikaji pada penelitian ini. Tujuan penelitian untuk menganalisis (1) hubungan antara keterlibatan orang tua dengan prestasi belajar fisika, (2) hubungan antara sikap sosial siswa dengan prestasi belajar fisika, dan (3) hubungan antara keterlibatan orang tua dan sikap sosial siswa dengan prestasi belajar fisika. Jenis penelitian ini adalah ex-post facto dengan metode kuantitatif korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X IPA di SMA Negeri di yang berjumlah 902 siswa. Sampel diambil dengan teknik proportional random sampling yang berjumlah 317 siswa. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan tes pilihan ganda. Nilai koefisien reliabilitas kuesioner keterlibatan orang tua dan sikap sosial siswa masing-masing sebesar 0,895 dan 0,894, sedangkan tes prestasi belajar sebesar 0,914. Uji asumsi yang dilakukan meliputi uji normalitas, linieritas dan keberartian arah regresi, multikolinieritas, autokorelasi, dan heterokedastisitas. Hasil penelitian menemukan bahwa prestasi belajar fisika siswa berada pada kategori rendah dengan nilai rata-rata 53,059. Kesimpulan menunjukkan terdapat (1) hubungan positif antara keterlibatan orang tua dan prestasi belajar fisika dengan Fhitung=15,525, R = 0 sumbangan efektif sebesar 7,29%, dan (3) hubungan positif antara keterlibatan orang tua dan sikap efektif sebesar 11,90%. Kata kunci: sikap sosial siswa, prestasi belajar fisika, keterlibatan orang tua