This Author published in this journals
All Journal Sari Pediatri
Sudung O Pardede
Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, RS. Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Eritromisin terhadap Toleransi Minum Bayi Prematur Lily Indriasary Harahap; Asril Aminullah; Sudung O Pardede; Badriul Hegar
Sari Pediatri Vol 15, No 3 (2013)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.316 KB) | DOI: 10.14238/sp15.3.2013.167-73

Abstract

Latar belakang. Eritromisin merupakan salah satu obat prokinetik untuk mengatasi intoleransi minum pada bayi prematur karena imaturitas sistem pencernaan. Beberapa penelitian mengenai efektifitas eritromisin dalam mengatasi intoleransi minum akibat imaturitas saluran cerna masih merupakan kontroversi.Tujuan. Mengetahui peran eritromisin dalam meningkatkan toleransi minum bayi prematur.Metode. Penelitian uji kinis prospektif acak terkontrol tersamar ganda pada bulan September 2011-Februari 2012 dengan subyek bayi prematur usia gestasi (UG) 28-36 minggu. Diagnosis intoleransi minum ditetapkan bila residu lambung lambung ≥25% jumlah pemberian minum 6 jam sebelumnya Hasil. Terdapat 36 subyek bayi prematur dengan intoleransi minum yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 19 subyek mendapat eritromisin (3 mg/kgbb/dosis, 4x sehari selama 7 hari) dan 17 subyek mendapat plasebo berupa larutan sukrosa. Tidak terdapat perbedaan bermakna jumlah episode terjadinya residu pada kedua kelompok (p=0,271), demikian juga dengan analisis subgrup pada UG ≤32 minggu dan >32 minggu (p=0,25) dan (p=0,39). Median lama hari mencapai nutrisi enteral penuh antara kedua kelompok tidak terbukti bermakna secara statistik (p=0,82). Hasil yang tidak bermakna juga didapatkan pada UG ≤32 minggu dan >32 minggu (p=0,61) dan (p=0,60.)Kesimpulan. Pada penelitian ini pemberian eritromisin dosis rendah (3 mg/kgbb/dosis, setiap 6 jam) per oral selama 7 hari tidak terbukti dapat mengurangi residu lambung maupun mempercepat pencapaian nutrisi enteral penuh pada bayi prematur dengan UG 28-36 minggu yang mengalami intoleransi minum.