This Author published in this journals
All Journal Sari Pediatri
Julfina Bisanto
Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia RS Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Karakteristik Kolestasis Intrahepatik dengan Infeksi Saluran Kemih Elisabeth Hutapea; Julfina Bisanto; Damayanti R. Sjarif; Partini P. Trihono
Sari Pediatri Vol 10, No 1 (2008)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp10.1.2008.71-6

Abstract

Latar belakang. Kolestasis intrahepatik (KI) merupakan salah satu kasus pada bayi yang sering ditemukan.Tata laksana seringkali sulit karena KI sulit menentukan etiologi yang sangat beragam dan memerlukanberbagai pemeriksaan penunjang. Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan salah satu infeksi ekstrahepatiktersering yang menyebabkan KI pada bayi.Tujuan. Mengetahui karakteristik pasien KI dengan ISK.Metode. Desain penelitian adalah deskriptif retrospektif dari data pasien KI yang berobat ke RS CiptoMangunkusumo dalam kurun waktu Januari 2001 hingga Desember 2006.Hasil. Proporsi ISK didapatkan pada 56 (77%) diantara 73 pasien KI berusia 0-12 bulan di RSCM yangdilakukan biakan urin. Kolestasis intrahepatik dengan ISK lebih sering pada laki-laki (79%), cukup bulan(80%), dan usia tersering 0-3 bulan (75%). Tinja umumnya berwarna kuning (41%) atau dempul fluktuatif(52%). Hepatomegali ditemukan pada 37% pasien. Gejala klinis tersering adalah ikterik asimptomatik(71%). Rerata kadar bilirubin direk didapatkan 6,6 mg/dL (1,8-15,8), kadar bilirubin indirek 1,5 mg/dL(0,2-6,9), kadar AST 134 U/L (23-660), kadar ALT 114 U/L (14-588), kadar GGT 159 U/L (14-1039) danalbumin 3,7 g/dL (2,3-5,0). Anemia didapatkan pada 11 (20%) pasien dan leukositosis pada 7 (12%) pasien.Nilai PT memanjang terdapat pada 10 (22%) pasien. Urinalisis pada 75% pasien dalam batas normal. E.coli merupakan kuman penyebab ISK tersering (52%).Kesimpulan. Proporsi ISK pada KI cukup tinggi (77%). Kejadian ISK pada KI terutama ditemukan padabayi laki-laki, cukup bulan dan berusia 0-3 bulan. Tidak ditemukan gejala klinis spesifik pada KI denganISK. Proporsi tinja berwarna dempul, hepatomegali, anemia, nilai PT memanjang, serta rerata kadar ALTdan AST, meningkat dengan bertambah lamanya kolestasis. Umumnya urinalisis dalam batas normal,sehingga pemeriksaan biakan urin harus dilakukan pada setiap pasien KI untuk mencari kemungkinanISK.