Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENDIDIKAN ANTI KORUPSI; UPAYA PREVENTIF MEMBERANTAS KORUPSI Mohammad Kosim, Mohammad Kosim
JURNAL KARSA (Terakreditasi No. 80/DIKTI/Kep/2012) Vol 17, No 1 (2010): Islam, Budaya dan Korupsi
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis writing will describe corruption that up to now still become big problem for a number of countries, especially for the poor and developing ones. The negative effect of corruption is  both from the material side and immaterial. Therefore, with any reasons, corruption cannot be accepted and must be eliminated. The elimination of corruption must be done repressively and preventively. One of the preventive ways proposed in this writing is trough education anti corruption, especially trough family and school.Kata-kata kuncikorupsi, pendidikan anti korupsi
KERAPAN SAPI; “PESTA” RAKYAT MADURA (Perspektif Historis-Normatif) Mohammad Kosim, Mohammad Kosim
JURNAL KARSA (Terakreditasi No. 80/DIKTI/Kep/2012) Vol 11, No 1 (2007): MADUROLOGI 1
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mohammad Kosim   (Dosen tetap pada Jurusan Tarbiyah STAIN Pamekasan, Peserta Program Doktor IAIN Sunan Ampel Surabaya)       Abstrak : Semula, kerapan sapi diselenggarakan sebagai kesenian rakyat khas Madura yang diadakan setiap selesai panen dalam rangka “pesta panen”. Kini, kerapan sapi telah bergeser jauh dari tradisi aslinya, tercerabut dari akarnya. Bergeser dari yang semula kesenian ke komersialisasi, dari festival ke bullraces. Dengan perubahan orientasi tersebut, kerapan sapi masa kini mengandung lebih banyak sisi negatif dibanding positifnya. Karena itu, menjadi tidak arif dan tak bijaksana mempertahankan tradisi yang kini cenderung anarkis tersebut, kecuali dikembalikan pada tradisi aslinya. Jika tidak, masih ada tradisi khas Madura lainnya—terkait dengan perlombaan sapi-- yang lebih layak dilestarikan  dan lebih cocok dengan karakter orang Madura yang andep asor. Tradisi tersebut adalah kontes sapê sono’ dan sapi hias. Kata Kunci : Madura, kerapan sapi, sapê sono’, sapi hias
KERAPAN SAPI; “PESTA” RAKYAT MADURA (Perspektif Historis-Normatif) Mohammad Kosim Mohammad Kosim
Karsa: Journal of Social and Islamic Culture MADUROLOGI 1
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/karsa.v11i1.149

Abstract

Mohammad Kosim   (Dosen tetap pada Jurusan Tarbiyah STAIN Pamekasan, Peserta Program Doktor IAIN Sunan Ampel Surabaya)       Abstrak : Semula, kerapan sapi diselenggarakan sebagai kesenian rakyat khas Madura yang diadakan setiap selesai panen dalam rangka “pesta panen”. Kini, kerapan sapi telah bergeser jauh dari tradisi aslinya, tercerabut dari akarnya. Bergeser dari yang semula kesenian ke komersialisasi, dari festival ke bullraces. Dengan perubahan orientasi tersebut, kerapan sapi masa kini mengandung lebih banyak sisi negatif dibanding positifnya. Karena itu, menjadi tidak arif dan tak bijaksana mempertahankan tradisi yang kini cenderung anarkis tersebut, kecuali dikembalikan pada tradisi aslinya. Jika tidak, masih ada tradisi khas Madura lainnya—terkait dengan perlombaan sapi-- yang lebih layak dilestarikan  dan lebih cocok dengan karakter orang Madura yang andep asor. Tradisi tersebut adalah kontes sapê sono’ dan sapi hias. Kata Kunci : Madura, kerapan sapi, sapê sono’, sapi hias