Aldy Amiruddin Najib
Departemen Fisika, FMIPA, Universitas Padjadjaran Jl. RayaBandung-Sumedang Km.21 Jatinangor 45363, Sumedang, Jawa Barat, Telp. 022-7796014

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Rancang Bangun Alat Pengkonversi Sampah Plastik Menggunakan Metode Pirolisis menjadi Bahan Bakar Minyak dalam Upaya Penanganan Masalah Lingkungan Dewi Amalia Ardianti; Aldy Amiruddin Najib; Faisal Nur Hakim; Uhti Setiorini; Sri Suryaningsi
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.786 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v3i2.23152

Abstract

Limbah plastik masih menjadi salah satu permasalahan utama pada lingkungan di dunia, termasuk Indonesia. Salah satu alternatif penanganan limbah plastik adalah dengan mengkonversi limbah plastik menjadi bahan bakar minyak dengan metode pirolisis. Pirolisis adalah proses dekomposisi suatu bahan pada temperatur tinggi tanpa adanya oksigen. Pada penelitian ini, dilakukan proses pirolisis pada limbah plastik HDPE dengan reaktor berbahan stainless steel yang telah dirancang untuk menghasilkan bahan bakar minyak, sebesar 460 ml dan 1846,5 ml minyak dan dengan variasi temperatur kondensasi 26°C dan 17°C. Proses pirolisis limbah plastik dilakukan pada temperatur rata-rata pemanasan 606,9°C dan 640,6°C. Sehingga, menghasilkan efisiensi dari reaktor 27,93% untuk temperatur kondensasi 26°C dan 66,34% untuk temperatur kondensasi 17°C. Berdasarkan perbandingan karakteristik bahan bakar minyak hasil pirolisis dengan standar bahan bakar solar (SNI 06-4131-1996) dijelaskan bahwa bahan bakar minyak yang dihasilkan mendekati dengan spesifikasi SNI. Karakteristik bahan bakar meliputi, indeks setana, yaitu 53,9, kandungan sulfur, sebesar 0,05 %wt, dan nilai kalor yang tinggi, yaitu 11,179 kkal/kg yang menunjukkan kualitas yang baik dari pemanasan bahan bakar. Namun, viskositas sebesar 1,188 mm²/s, berat jenis sebesar 777,2 kg/m³, dan flash point di bawah -5°C menunjukkan pelumasan dan regulasi keamanan yang kurang baik jika digunakan pada mesin