Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penentuan Variabilitas Awan Menggunakan Satelit Himawari-8 Di Bandara Tunggulwulung sebagai Dampak Fenomena Siklon Tropis Cempaka Desnaeni Hastuti; Prasetyo Umar Firdianto; Yanuar Henry
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1720.428 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v2i2.19715

Abstract

Pada tanggal 27 November 2017 jam 19.00 WIB terjadi fenomena Siklon Tropis Cempaka di Perairan Selatan Jawa. Fenomena tersebut disebabkan oleh anomali dan kenaikan suhu permukaan laut yang cukup signifikan di wilayah tersebut sehingga memicu transfer energi yang besar dalam interaksi laut dan atmosfer. Akibatnya terjadi perubahan cuaca terutama kondisi awan yang dapat mengganggu kegiatan penerbangan di Bandara Tunggulwulung, Cilacap Jawa Tengah. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah mengetahui seberapa besar pengaruh fenomena tersebut terhadap wilayah Pulau Jawa. Data yang digunakan adalah reanalisis suhu permukaan laut dari AVHRR-NOAA, Satelit Himawari-8 Kanal IR, data Radiosonde dan Sinoptik dari Stasiun Meteorologi Cilacap, data Streamline dari BoM, dan data curah hujan Satelit GSMAP selama periode Siklon Tropis Cempaka. Metode yang digunakan adalah teknik Dvorak, teknik HCAI, dan komposit pemetaan secara spasial dan temporal. Dapat diketahui bahwa suhu permukaan laut pada saat itu lebih 28,4 oC dengan anomalinya sebesar lebih dari 0,2 oC. Intensitas Siklon Tropis yang terjadi mencapai T-Number 2,5, kecepatan maksimum di sekitar Siklon ± 35 knot,  dan pusat tekanan rendah mencapai 997 mb. Terdapat daerah konvektif kuat disekitar wilayah Siklon dan sangat mempengaruhi sistem cuaca yang terjadi. Sirkulasi udara tertarik ke arah pusat Siklon dan kondisi atmosfer cukup labil. Selain itu, kecepatan angin permukaan mengalami peningkatan hingga mencapai 14 knot sehingga mengakibatkan terjadinya fenomena banjir. Curah hujan yang terjadi di Selatan Pulau Jawa mencapai lebih dari 200 mm/hari.
Studi tentang Fenomena Borneo Vortex terhadap Variabilitas Awan di Kalimantan Barat (Studi Kasus Tanggal 11-13 Januari 2018) Khalid Fikri Nugraha Isnoor; Prasetyo Umar Firdianto; Asri Susilawati
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.612 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v2i2.19727

Abstract

Pada tanggal 11-13 Januari 2018 telah terjadi hujan lebat dan menyebabkan banjir bandang di beberapa wilayah Kalimantan Barat. Hal ini disebabkan curah hujan sangat tinggi yang mencapai 212 mm/hari. Diketahui bahwasanya terjadi fenomena Borneo Vortex di wilayah perairan Pulau Kalimantan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh fenomena Borneo Vortex terhadap variabilitas awan saat kejadian tersebut. Data yang digunakan adalah Satelit Himawari-8, data curah hujan di delapan titik pengamatan dan Sinoptik, Streamline, dan Radiosonde. Metode yang digunakan adalah teknik HCAI dan Split WindowsSatelit Himawari-8, analisisskala regional, sertaanalisisskalalokal. Hasilnya adalah Borneo Vortex memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kondisi awan di wilayah tersebut. Awan terkonsentrasi dalam sistem tertutup dengan didominasi oleh awan konvektif tebal (dense) dan Cumulonimbus pada ketinggian lebih dari 16 km, suhu puncak awan mencapai -82oC yang lebih dari 3 jam. Selain itu, fenomena Siklon Tropis Joyce di Barat Laut Australia turut mempengaruhi sirkulasi udara.