Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Cross-Equatorial Northerly Surge terhadap Kejadian Banjir di Jakarta (Studi Kasus 31 Desember 2019 - 1 Januari 2020) Bella Puspita Dewi; Sayful Amri
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1175.776 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v6i1.37914

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Cross-Equatorial Northerly Surge (CENS) yang diduga menjadi pemicu terjadinya hujan lebat yang menyebabkan banjir Jakarta 1 Januari 2020.  Analisis yang digunakan dalam penelitian yaitu analisis deskriptif terhadap data pengamatan, reanalisis, dan  citra satelit dengan menggunakan aplikasi SATAID. Fenomena CENS merupakan Northerly Cold Surge yang mampu melintasi ekuator dan biasanya ditandai dengan adanya peningkatan MSLP di Siberia (Siberian High), kecepatan angin meridional yang lebih dari 5 m/s di wilayah 105˚BT hingga 115˚BT. Hasil dari penelitian ini adalah CENS memicu penguatan angin monsun Asia, sehingga wilayah Jakarta mendapatkan suplai uap air yang besar dari Laut Cina Selatan (LCS) dan memicu terbentuknya sistem awan konvektif yang menyebabkan hujan lebat yang menjadi pemicu terjadinya banjir di wilayah Jakarta dan sekitarnya pada tanggal 1 Januari 2020
Simulasi Dispersi SO2 Saat Letusan Gunung Marapi Menggunakan Model WRF-Chem Studi Kasus Tanggal 3-5 Desember 2023 Aslam, Fadhil Muhammad; Sayful Amri; Fadhli Aslama Afghani; Imawan Mashuri
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 10 No. 1 (2026): Edisi Bulan Januari
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v10i1.18543

Abstract

Letusan Gunung Marapi di Sumatra Barat pada 3 Desember 2023 menghasilkan emisi SO₂ yang berpotensi merusak lingkungan dan membahayakan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan dispersi SO₂ akibat letusan tersebut menggunakan model WRF-Chem dengan mempertimbangkan faktor meteorologi. Data meteorologi global FNL dengan resolusi 0,25° x 0,25° digunakan sebagai masukan model, sedangkan validasi dilakukan menggunakan data observasi dari Stasiun GAW Bukit Koto Tabang. Proses simulasi menggunakan parameterisasi RADM2 untuk kimia gas dan YSU untuk planetary boundary layer. Hasil simulasi menunjukkan pola temporal dan spasial yang cukup baik, meskipun dengan nilai korelasi rendah untuk SO₂ (rata-rata 0,175), serta nilai MAE sebesar 1,296 dan RMSE sebesar 3,416 yang menunjukkan kecenderungan underestimate dibandingkan dengan observasi. Sebaliknya, parameter meteorologi khususnya suhu permukaan menunjukkan korelasi yang sangat kuat. Implikasi penelitian ini adalah perlunya validasi hasil model secara lebih komprehensif dengan menambahkan titik observasi untuk evaluasi yang lebih akurat. Selain itu, penelitian lanjutan perlu difokuskan pada pemilihan skema parameterisasi optimal untuk meningkatkan akurasi simulasi dispersi SO₂ secara signifikan