Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KALSIUM OKSIDA MIKROPARTIKEL DARI CANGKANG TELUR SEBAGAI KATALIS PADA SINTESIS BIODIESEL DARI MINYAK GORENG BEKAS HARYONO HARYONO; CHRISTI LIAMITA NATANAEL; RUKIAH RUKIAH; YATI B YULIANTI
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 8, No 01 (2018)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.35 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v8i01.17865

Abstract

Biodiesel telah berhasil disintesis dari minyak goreng bekas dengan katalis kalsium oksida mikropartikel yang dikalsinasi dari cangkang telur. Cangkang telur sebagai sumber kalsium karbonat disiapkan melalui tahap pencucian, pengeringan, pengecilan ukuran, dan pengayakan untuk diperoleh ukuran lolos 100 mesh. Serbuk cangkang telur kemudian dikalsinasi pada suhu 900oC selama 8 jam. Setelah didinginkan, hasil kalsinasi selanjutnya diperkecil ukurannya kembali dengan menggunakan planetary ball mill. CaO hasil pengecilan lanjut, kemudian dikarakterisasi dengan particle size analyzer, XRD, dan adsorpsi BET untuk menentukan ukuran partikel, derajat kristalinitas, luas permukaan spesifik, dan distribusi ukuran porinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik CaO dari hasil kalsinasi dengan perlakuan pengecilan ukuran lanjut lebih baik dibandingkan dengan tanpa perlakuan pengecilan lanjut. Ukuran partikel rata-rata, luas permukaan spesifik, diameter rata-rata pori, dan volume spesifik rata-rata pori dari CaO dengan pengecilan lanjut berturut-turut adalah 4,128 m, 16,244 m2/g, 42,282 Å, dan 410,0 x 10-3 cc/g. Biodiesel dengan katalis CaO tanpa pengecilan lanjut sebanyak 10% diperoleh sebanyak 71,91%. Sedangkan penggunaan CaO mikropartikel yang hanya 3% mampu menghasilkan biodiesel dari minyak goreng dengan yield 77,76%.
Uji Kualitas Briket dari Tongkol Jagung dengan Perekat Kanji/PET dan Komposisi Gas Buang Pembakarannya Haryono Haryono; Evy Ernawati; Solihudin Solihudin; Diah Ayu Susilowati
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.895 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v4i2.28606

Abstract

Limbah tongkol jagung merupakah salah satu limbah biomassa potensial di Indonesia sebagai bahan baku pembuatan briket. Briket termasuk bahan bakar terbarukan yang relatif lebih ramah ligkungan. Kualitas briket sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya adalah jenis biomassa sebagai sumber karbon, jenis bahan pengikat, dan komposisi antara biomassa terhadap bahan pengikat. Polimer sintetik polietilen tereptalat memiliki sifat sebagai bahan pengikat pada pembuatan briket. Polietilen tereptalat banyak dijumpai sebagai limbah plastik. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan limbah berupa tongkol jagung dan plastik polietilen tereptalat sebagai bahan pembuatan briket, dan mempelajari pengaruh komposisi arang tongkol jagung dan plastik polietilen tereptalat terhadap kualitas (sifat psikokimia) dan komposisi gas buang pembakaran briket. Komposisi bahan pembuatan briket divariasikan pada rasio berat arang tongkol jagung terhadap plastik sebesar 95:5, 90:10, dan 85:15. Kualitas briket diuji dan dibandingkan dengan SNI 01-6235-2000 tentang Briket Arang Kayu berdasarkan parameter nilai kalor, kadar air, kadar abu, dan kadar volatile matter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi campuran bahan pembuat pada rasio berat antara arang tongkol jagung terhadap plastik polietilen tereptalat sebesar 95:5 menghasilkan briket dengan kualitas terbaik. Briket pada komposisi tersebut memenuhi standar kualitas menurut SNI briket arang kayu dan mengemisikan gas buang berupa hidrokarbon, karbon monoksida, dan nitrogen oksida dengan kadar paling rendah.