Nurrohmatul Amaliyah
Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Peran Apresiasi Orang Tua Terhadap Pembentukkan Karakter Siswa Madrasah Ibtidaiyah Atika Helmi Putri; Nurrohmatul Amaliyah
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3520

Abstract

Apresiasi merupakan sebuah penghargaan positif yang diberikan seseorang terhadap suatu hal untuk mendorong serta membangun semangat. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis peran apresiasi orang tua terhadap pembentukan karakter, bentuk-bentuk perhatian orang tua terhadap anak dan kendala atau hambatan pemberian apresiasi orang tua terhadap anak di MI Nurul Wihdah B Jakarta Barat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil  penelitian, diketahui bahwa mayoritas dari orang tua siswa kelas IV MI Nurul Wihdah ini masih kurang teredukasi terkait pembentukkan karakter anak. Bentuk-bentuk perhatian orang tua terhadap anak itu pertama, dalam bentuk material seperti memenuhi kebutuhan alat belajar serta memfasilitasi tempat belajar. Kedua, dalam bentuk psikologis seperti bentuk kasih sayang dan perhatian dari orang tua. Adapun kendala-kendala yang menghambat pemberian apresiasi tersebut seperti kendala ekonomi, kurangnya kedekatan jarak antara anak dan orang tua dan kurangnya edukasi mengenai pentingnya peran apresiasi dalam pembentukkan karakter anak.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KESULITAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK DI KELAS IV SDN SRENGSENG SAWAH 11 PAGI JAKARTA SELATAN TAHUN AJARAN 2021/2022 Mutia Azzahra; Nurrohmatul Amaliyah
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 8 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.288 KB) | DOI: 10.31949/jcp.v8i3.2677

Abstract

Pembelajaran tematik menekankan siswa untuk berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pembelajaran, sehingga siswa dapat diharapkan memperoleh pengalaman secara langsung sesuai dengan kebutuhan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan dalam pembelajaran tematik dan faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan pada siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Sumber data pada penelitian ini, yaitu guru kelas IV, 9 siswa kelas IV, dan orang tua siswa kelas IV SDN Srengseng Sawah 11 Jakarta Selatan. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Milles and Huberman dengan cara reduksi, penyajian, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan kesulitan-kesulitan yang dialami siswa kelas IV dalam pembelajaran tematik, yaitu (1) siswa pasif ketika menjawab pertanyaan guru, (2) siswa aktif ketika bercanda dengan teman, (3) materi terlalu banyak, (4) siswa perlu menalar untuk memahami materi, (5) siswa merasa bingung, dan (6) siswa merasa bosan. Selain itu, faktor-faktor yang menyebabkan siswa kesulitan dalam pembelajaran tematik, yaitu (1) sikap siswa, (2) pemahaman siswa, (3) minat siswa, (4) kemampuan intelektual siswa, (5) perhatian orang tua.
PERAN GURU DALAM MENERAPKAN METODE DISKUSI KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Marwah Sholihah; Nurrohmatul Amaliyah
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 8 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.453 KB) | DOI: 10.31949/jcp.v8i3.2826

Abstract

Kompetensi pedagogik merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki guru. Kompetensi berkaitan dengan kemampuan guru dalam mengemas pembelajaran agar menunjang ketercapaian tujuan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui kemampuan pedagogik guru dalam menerapkan metode diskusi kelompok dalam pembelajaran PPKn. Penelitian ini untuk mengidentifikasi suatu kemampuan pedagogic guru dalam melakukan pembelajaran. Pada penelitian ini menggunakan pendekan metode kualitatif deskripsi. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi terhadap guru kelas di sekolah dasar. Pengambilan data melalui guru kelas pada kelas 5 di SDN DUKUH 09 PAGI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru dapat mengajak siswa untuk berpikir kritis, mengemukan sebuah pendapat, menanamkan mental keberanian dalam berpendapat dengan menggunakan metode diskusi kelompok sehingga siswa tidak menjadi pasif ketika mengikuti pembelajaran dikelas. Penggunaan metode diskusi kelompok dalam pembelajaran menunjang keterampilan berpikir kritis siswa dan guru harus mempersiapkan secara seksama agar metode diskusi kelompok dapat diterapkan dengan baik.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Berbantuan Media Puzzle Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Matematika Kelas 2 SD Inas Fauziah Farda; Nurrohmatul Amaliyah
Jurnal Elementaria Edukasia Vol. 6 No. 3 (2023): september
Publisher : Elementary Teacher Education Program, Majalengka University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jee.v6i3.6008

Abstract

Classical lecture and question and answer methods are mostly chosen by teachers.  As a result, students are less enthusiastic in following the lesson and the classroom atmosphere looks inactive. To improve students' learning outcomes, a learning innovation based on the STAD type cooperative learning model is needed. The purpose of this study was to analyze the effect of the STAD type cooperative learning model assisted by Puzzle Media on student learning outcomes in Grade 2 mathematics learning. This research uses quantitative research using experimental methods. The design form used in this research is true experimental. In this study the research subjects were divided into two groups, namely the control class group and the experimental class group. Of the two classes, the control class and the experimental class were determined, class II A was selected as the experimental class and class II B was selected as the control class. The technique used in collecting data in this study used a test instrument. The results of this study are the average of the experimental class which is 70, 17 and the control class is 57, 00, from these results there is a significant difference in learning outcomes which indicates the effect of the STAD type cooperative learning model as an effective learning innovation that can be applied so that learning is fun for students.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KESULITAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK DI KELAS IV SDN SRENGSENG SAWAH 11 PAGI JAKARTA SELATAN TAHUN AJARAN 2021/2022 Mutia Azzahra; Nurrohmatul Amaliyah
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 8 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v8i3.2677

Abstract

Pembelajaran tematik menekankan siswa untuk berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pembelajaran, sehingga siswa dapat diharapkan memperoleh pengalaman secara langsung sesuai dengan kebutuhan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan dalam pembelajaran tematik dan faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan pada siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Sumber data pada penelitian ini, yaitu guru kelas IV, 9 siswa kelas IV, dan orang tua siswa kelas IV SDN Srengseng Sawah 11 Jakarta Selatan. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Milles and Huberman dengan cara reduksi, penyajian, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan kesulitan-kesulitan yang dialami siswa kelas IV dalam pembelajaran tematik, yaitu (1) siswa pasif ketika menjawab pertanyaan guru, (2) siswa aktif ketika bercanda dengan teman, (3) materi terlalu banyak, (4) siswa perlu menalar untuk memahami materi, (5) siswa merasa bingung, dan (6) siswa merasa bosan. Selain itu, faktor-faktor yang menyebabkan siswa kesulitan dalam pembelajaran tematik, yaitu (1) sikap siswa, (2) pemahaman siswa, (3) minat siswa, (4) kemampuan intelektual siswa, (5) perhatian orang tua.
PERAN GURU DALAM MENERAPKAN METODE DISKUSI KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Marwah Sholihah; Nurrohmatul Amaliyah
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 8 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v8i3.2826

Abstract

Kompetensi pedagogik merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki guru. Kompetensi berkaitan dengan kemampuan guru dalam mengemas pembelajaran agar menunjang ketercapaian tujuan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui kemampuan pedagogik guru dalam menerapkan metode diskusi kelompok dalam pembelajaran PPKn. Penelitian ini untuk mengidentifikasi suatu kemampuan pedagogic guru dalam melakukan pembelajaran. Pada penelitian ini menggunakan pendekan metode kualitatif deskripsi. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi terhadap guru kelas di sekolah dasar. Pengambilan data melalui guru kelas pada kelas 5 di SDN DUKUH 09 PAGI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru dapat mengajak siswa untuk berpikir kritis, mengemukan sebuah pendapat, menanamkan mental keberanian dalam berpendapat dengan menggunakan metode diskusi kelompok sehingga siswa tidak menjadi pasif ketika mengikuti pembelajaran dikelas. Penggunaan metode diskusi kelompok dalam pembelajaran menunjang keterampilan berpikir kritis siswa dan guru harus mempersiapkan secara seksama agar metode diskusi kelompok dapat diterapkan dengan baik.
Peran Pojok Baca dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa Kelas V Sekolah Dasar Zakiyah Nuraini; Nurrohmatul Amaliyah
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 3 Agustus (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.920

Abstract

Minat membaca merupakan hal penting dalam pengembangan literasi siswa terutama di sekolah dasar, untuk mendukung minat membaca siswa pentingnya memiliki fasilitas untuk menunjangnya. Pojok baca dinilai mampu mendukung minat baca siswa karena memberikan akses yang dekat dan mudah kepada siswa sehingga menarik minat siswa untuk terlibat dalam kegiatan membaca. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pojok baca dalam meningkatkan minat baca siswa sekolah dasar kelas V. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah Kepala sekolah, wali kelas V dan siswa kelas V. Hasil dari penelitian ini adalah pojok baca memberikan dampak terhadap minat baca siswa, pojok baca berperan dalam meningkatkan minat baca siswa yaitu sebagai fasilitator bagi siswa untuk membaca, sarana bagi guru dalam mengintegrasikan kegiatan membaca dengan pembelajaran serta mengisi waktu luang siswa. Dalam implementasinya guru menggunakan gerakan literasi membaca 15 menit setelah itu siswa diminta menyimpulkan kedepan, beberapa kendala yang menghadang dalam penggunaan pojok baca adalah koleksi buku yang sudah lama dan waktu yang terbatas. Dengan pojok baca saat ini di sudut kelas membiasakan siswa untuk terbiasa melihat buku bacaan dan terbiasa menggunakan buku bacaan yang ada di pojok baca yang dimana akhirnya siswa mempunyai fasilitas yang sangat dekat untuk kegiatan membaca siswa.
THE EFFECTIVENESS OF THE PROJECT-BASED LEARNING MODEL ON THE CIVIC EDUCATION LEARNING OUTCOMES OF FIFTH-GRADE STUDENTS AT SEJAHTERA ELEMENTARY SCHOOL Dindha Aulia Rivai; Nurrohmatul Amaliyah
Jurnal Visipena Vol 17 No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to measure the effectiveness of the Project-Based Learning Model in Civic Education (PKN) learning methods for fifth-grade students at SDS Sejahtera. The main objective of this research was to determine whether Project-Based Learning could improve students’ learning outcomes. The methodology used in this study was a correlational analysis with a saturated sampling approach. The instruments consisted of 30 questionnaire items related to Project-Based Learning, 20 social studies essay questions, and 10 multiple-choice questions. Instrument validity was tested using the Pearson Product Moment correlation, while reliability was measured using the Cronbach’s Alpha formula. The reliability coefficients obtained were 0.733 for the Project-Based Learning instrument and 0.674 for the social studies instrument. The results of the analysis showed an r-count value of 0.577 with a p-value of 0.000, indicating a significant correlation between Project-Based Learning and Civic Education learning methods. The t-test result showed t = 4.900 with a p-value of 0.000, meaning that H0 was rejected and Project-Based Learning was proven to be effective. Furthermore, the analysis revealed an F-count value of 24.011 and an R² value of 33.3%, indicating a significant influence between the two variables. In conclusion, this study demonstrates that Project-Based Learning is an effective method for improving the Civic Education learning outcomes of fifth-grade students at SDS Sejahtera. This learning model has the potential to be implemented more broadly in other learning contexts.
THE EFFECT OF THE PROJECT CITIZEN LEARNING MODEL AND CRITICAL THINKING SKILLS ON THE LEARNING OUTCOMES OF SIXTH-GRADE STUDENTS AT SDN PEGADUNGAN 03 MORNING SCHOOL Lilis Suryatie; Nurrohmatul Amaliyah; Irdalisa Irdalisa
Jurnal Visipena Vol 17 No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was motivated by the low learning outcomes in Pancasila Education among sixth-grade students at SDN Pegadungan 03 Pagi. In the implementation of the Merdeka Curriculum, learning models that can improve critical thinking skills and active student participation are highly needed. The Project Citizen learning model was chosen because it emphasizes collaborative, investigative, and problem-solving activities based on public issues. This study aimed to determine the effect of the Project Citizen learning model and critical thinking skills on students’ learning outcomes. The study employed a quantitative method with a 2×2 factorial quasi-experimental design. The sample consisted of 62 sixth-grade students divided into an experimental class and a control class. The independent variables were the Project Citizen learning model (X1) and critical thinking skills (X2), while the dependent variable was students’ learning outcomes (Y). Data were collected through critical thinking skill questionnaires and learning outcome tests. The results showed that: (1) there was an effect of the Project Citizen learning model on learning outcomes with Fcount 13.79 > Ftable 4.08; (2) there was an effect of critical thinking skills on learning outcomes with Fcount 21.45 > Ftable 4.08; and (3) there was an interaction between the Project Citizen learning model and critical thinking skills on learning outcomes with Fcount 5.00 > Ftable 4.08. Therefore, the Project Citizen learning model was effective in improving the learning outcomes of sixth-grade students at SDN Pegadungan 03 Pagi.
THE EFFECT OF THE PROBLEM-BASED LEARNING (PBL) MODEL AND SELF-EFFICACY ON CRITICAL THINKING SKILLS Yunidawati Yunidawati; Nurrohmatul Amaliyah; Budhi Akbar
Jurnal Buah Hati Vol. 13 No. 1 (2026)
Publisher : Department of Early Childhood Education, Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Science learning in Grade V at SDN Ciganjur 04 is still teacher-centered, causing students to be passive, limiting the development of critical thinking skills, and resulting in low self-efficacy in learning. This study aims to analyze the effect of the Problem Based Learning (PBL) model and self-efficacy on students’ critical thinking skills. This research employed a quantitative experimental method with a 2×2 factorial design. The sample consisted of 64 students, including 32 students in the experimental class (PBL) and 32 students in the control class (conventional learning), selected using saturated sampling technique. Data were analyzed using a two-way ANOVA test. The results showed that: (1) there is a significant effect of the PBL model on critical thinking skills (Fcount = 11.248 > Ftable = 4.210); (2) there is a significant effect of self-efficacy on critical thinking skills (Fcount = 6.704 > Ftable = 4.210); and (3) there is a significant interaction effect between the PBL model and self-efficacy on critical thinking skills (Fcount = 11.991 > Ftable = 4.210). Therefore, the implementation of the PBL model supported by high self-efficacy can optimally improve students’ critical thinking skills.