This Author published in this journals
All Journal Jurnal IKA
I Gede Mardana
SMA Negeri 2 Singaraja

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS EVALUASI PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DARING PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI SMAN 2 SINGARAJA I Gede Mardana
Jurnal IKA Vol. 20 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v20i1.45980

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis evaluasi ketercapaian pelaksanaan pembelajaran daring selama masa pandemi Covid-19 di SMAN 2 Singaraja pada aspek: a) partisipasi siswa dalam mengikuti pembelajaran daring (online), b) flatform yang digunakan selama pembelajaran daring, c) kualitas jaringan, d) waktu diskusi selama pembelajaran, e) hasil belajar, dan f) pendapat responden mengenai pelaksanaan proses pembelajaran daring pada semester selanjutnya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survey yang dilakukan secara online. Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 90 responden (siswa = 60 orang dan guru = 30 orang). Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan Menunjukan: a) partisipasi siswa dalam mengikuti pembelajaran daring (online) sangat tinggi yaitu sebesar 97%; b)flatform yang digunakan selama pembelajaran daring dengan  google classroom 90%, Wa 8% dan zoom meet 2%; c) kualitas jaringan selama pelaksaan pembelajaran daringdirespon sangat baik 2%, baik 25%, cukupbaik 61%, dan kategori tidak baik 12%, d) ketersediaan  waktu diskusi selama pembelajaran daring dilaksanakan sebesar 83% dan yang memberikan jawaban tidak yaitu 17 %; e) hasil belajar siswa selama pelaksanaan pembelajaran daring: 2% tergolong sangat baik, baik 77%, cukup baik 21%, dan tidak baik sebesar 0%, f) pendapat responden mengenai pelaksanaan proses pembelajaran daring pada semester selanjutnya yaitu 90% respondenkembali kepembelajaran tatap muka sedangkan 10% responden menyukai pembelajaran daring.