Nizaruddin .
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : AKSIOMA

PEMBUATAN PROPOSISI SENDIRI SEBAGAI MODEL PENINGKATAN KEMAMPUAN BELAJAR MANDIRI DAN BERPIKIR RASIONAL Nizaruddin .
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 1, No 2/Septembe (2010): AKSIOMA
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v1i2/Septembe.61

Abstract

Buku teks sebagi sebuah karya memuat ide-ide dan gagasan dari penulisnya termasuk di dalamnya gaya bahasa yang digunakannya. Pembaca cenderung mengingat informasi bila berhasil mengindentifikasi dan menggunakan struktur penulis daripada ia menggunakan struktur yang berbeda. Penulisan kembali informasi yang diperolah dengan bahasa sendiri akan membentuk suatu proposisi baru yang lebih sesuai dengan gaya bahasa dan pemadatan informasi yang diperoleh. Penulisan kembali proposisi sebagi bentuk pemahaman struktur pengetahuan yang baik yang terdapat dalam ingatan pembaca dapat meningkatkan atau menuntun pembaca untuk mendapatkan kembali informasinya. ?é?á Kata Kunci: Buku Teks, proposisi sendiri, balajar mandiri, berpikir rasional
KEEFEKTIFAN MODEL INQUIRY DENGAN PEMANFAATAN ALAT PERAGA DIBANDINGKAN DENGAN CD INTERAKTIF TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Nizaruddin .
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 2/Septembe (2011): AKSIOMA
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v2i2/Septembe.33

Abstract

Kegiatan belajar yang sesuai dengan perkembangan dan perubahan paradigma pendidikan harus mampu mensinergikan ranah kognitif, afektif dan psikomotor secara bersamaan, tidak hanya menempatkan peserta didik sebagai objek yang harus mengikuti seluruh keinginan guru, tetapi mampu membuka dialog dan komunikasi aktif antara peserta didik dan guru. Penelitian dilakukan di SMP N 1 Wonosobo dengan rancangan penelitian menggunakan Quasi- Experimental sedangkan teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Rata-rata kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada kelas eksperimen 78,325 lebih baik dibandingkan dengan rata-rata kemampuan pemecahan masalah pada kelas kontrol 72,0526. Ini menunjukan bahwa model inkuiri dengan pemanfaatan alat peraga lebih memberikan kontribusi terhadap kemampuan pemecahan masalah bila dibandingkan dengan CD interaktif. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan perangkat komputer di SMP negeri 1 Wonosobo yang mengakibatkan pembelajaran menggunakan CD interaktif hanya dilakukan secara klasikal. Ini berpengaruh terhadap keaktifan peserta didik selama pembelajaran, dimana nantinya juga akan berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Selain itu, kondisi peserta didik pada kelas kontrol yang sebagian besar tidak memiliki komputer di rumah menyebabkan mereka tidak mampu mengulang pembelajaran yang telah dilakukan di sekolah, sedangkan peserta didik yang menggunakan model inkuiri dengan pemanfaatan alat peraga dapat mengulang pembelajaran dirumah karena alat praga dapat diperoleh dari lingkungan sekitar mereka. Hal ini berpengaruh terhadap tingkat pemahan peserta didik yang pada akhirnya juga berpengaruh pada kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Kata kunci: Inquiry, Alat Peraga, CD Interaktif, Pemecahan Masalah