Putu Gede Wartawan
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

METODE GASING DENGAN SETTING SIKLUS BELAJAR 7E UNTUK MENINGKATKAN SIKAP ILMIAH DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Putu Gede Wartawan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan sikap ilmiah dan kemampuan pemecahan masalah serta mendeskripsikan tanggapan siswa. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah 39 orang siswa kelas XI MIA5 SMA Negeri 4 Singaraja tahun pelajaran 2015/2016. Instrumen penelitian berupa lembar observasi sikap ilmiah, tes kemampuan pemecahan masalah, dan angket tanggapan. Data penelitian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) nilai rata-rata sikap ilmiah siswa pada siklus I sebesar 80,0 dengan ketuntasan klasikal 87,2% dan pada siklus II meningkat menjadi 81,4 dengan ketuntasan klasikal 100%, (2) nilai rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa pada siklus I sebesar 81,2 dengan ketuntasan klasikal 87,2% dan pada siklus II meningkat menjadi 83,6 dengan ketuntasan klasikal 97,2%, (3) tanggapan siswa terhadap implementasi metode Gasing dengan setting siklus belajar 7E berada pada kategori positif.Kata kunci: Metode Gasing, siklus belajar 7E, sikap ilmiah, dan kemampuan pemecahan masalah.AbstractThis study aims to improve the scientific attitude and problem solving skills as well as describing the student responses. This classroom action research was conducted in two cycles. The subjects were 39 students of XI MIA5 class of SMA Negeri 4 Singaraja 2014/2015 school year. The research instrument were scientific attitude observation sheet, problem solving ability test, and questionnaire responses. The research data were analyzed descriptively. The results showed that (1) the average value of student scientific attitude in the first cycle is 80,0 with classical completeness 87,2% and the second cycle increased to 81.4 with classical completeness 100%, (2) the average value of student problem solving ability in the first cycle is 81,2 with classical completeness 87,2% and the second cycle increased to 83,6 with classical completeness 97,2%, (3) the student responses were in the positive category to the implementation of the Gasing method by 7E learning cycle setting.Keyword: Gasing method, 7E learning cycle, scientific attitude, and problem solving ability
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN REACT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS X MIPA 6 SMAN 4 SINGARAJA TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Putu Gede Wartawan
Daiwi Widya Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v6i1.203

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar fisika siswa kelas X MIPA 6 SMA Negeri 4 Singaraja Tahun Pelajaran 2015/2016 dengan penerapan model pembelajaran REACT.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran REACT dapat meningkatkan hasil belajar fisika siswa. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata prestasi belajar fisika siswa pada siklus I sebesar 2,85 dengan kategori baik dan ketuntasan klasikalnya 82,4% dan siklus II menjadi 2,99 dengan kategori baik dan ketuntasan klasikalnya 85,3%.Begitu juga nilai keterampilan siswa kelas X MIPA 6 meningkat juga, dapat dilihat dari siklus I yaitu jumlah siswa yang memiliki predikat keterampilan A sebesar 44,1% sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 57,6% sedangkan jumlah siswa yang memiliki predikat keterampilan baik sebesar 55,9% sedangkan pada siklus II menurun menjadi 32,4%. Nilai sikap siswa kelas X MIPA 6 juga meningkat, hal ini dapat dilihat dari siklus I yaitu jumlah siswa yang memiliki predikat sikap sangat baik sebesar 26,5% sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 44,1% sedangkan jumlah siswa yang memiliki predikat sikap baik sebesar 73,5% sedangkan pada siklus II menurun menjadi 55,9%.