Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Tingkat Keandalan Jaringan Distribusi 20 kV Pada Gardu Induk Bangkinang Dengan Menggunakan Metode FMEA (Failure Mode Effect Analysis) Rahmad Santoso; Nurhalim Nurhalim
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains Vol 3, No 2 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reability evaluation has purposed to find out the level of reliability in distribution system. This research conducted at 20 kV radial distribution system in Bangkinang Substation with FMEA (Failure Mode Effect Analysis). The reability calculation will be compared to PT PLN Standart procedure and its target to be WCS (World Class Service). The reability index are used SAIFI (System Average Interruption Frequency Index) and SAIDI (System Average Interruption Duration Index). The method is gathering the data, data proccessing, and analysis. The SAIFI of four feeders in Bangkinang Substation has not reached the PLN standart 68-2 : 1986 which is 3,2 times/years/costumer. For SAIDI that already reached the requirement is 21 hours/years/costumer only Candika Feeder, Pahlawan, and Salo. While, PT PLN Target to get WCS (World Class Service) with 1.2 times/years/costumer for SAIFI and 0.83 hour/years/costumer for SAIDI, all of the feeder in Bangkinang substation still far from the target.Key words : distribution system, reability, FMEA, SAIFI, SAIDI
Rancang Bangun Alat Penghitung Benih Ikan Lele Otomatis Hari Mukti, Agung; HISBULLOH AHLIS MUNAWI; RAHMAD SANTOSO
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 9 No. 3 (2025): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/bs8fz948

Abstract

Penghitungan benih ikan lele merupakan salah satu proses penting dalam kegiatan pembenihan yang memerlukan ketelitian tinggi. Penghitungan secara manual tidak hanya memakan waktu, tetapi juga rawan kesalahan akibat faktor kelelahan dan keterbatasan manusia. Untuk mengatasi masalah ini, dikembangkan sebuah alat penghitung benih ikan lele otomatis berbasis sensor dan teknologi pengolahan citra digital. Alat ini dirancang untuk menghitung benih ikan secara real-time ketika melewati saluran air transparan, dengan memanfaatkan sensor infrared untuk mendeteksi serta mencatat jumlah benih yang lewat. Hasil perhitungan ditampilkan secara digital. Penggunaan alat ini terbukti mampu meningkatkan efisiensi, akurasi, dan kecepatan dalam proses penghitungan benih, sehingga sangat membantu dalam meningkatkan produktivitas kegiatan pembenihan ikan lele. Inovasi ini menjadi solusi tepat guna dalam mendukung modernisasi budidaya perikanan di era digital.