Siti Rasyida Hidayati
MAN Sampang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STUDI KOMPARASI PENERAPAN TINGKATAN PEMBELAJARAN INKUIRI (LEVELS OF INQUIRY) TERHADAP PENGUASAAN KONSEP KIMIA PADA SISWA DENGAN PENGETAHUAN AWAL BERBEDA Salim .; Siti Rasyida Hidayati
Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpk.v4i2.27118

Abstract

Penelitian ini bertujuan membandingkan penerapan tingkatan pembelajaran inkuiri terhadap peningkatan penguasaan konsep kimia pada pengetahuan awal siswa yang berbeda. Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen diberikan prates dan pascates, pada sebelum dan sesudah penerapan tingkatan pembelajaran inkuiri. Sampel penelitian adalah Siswa kelas X  sebanyak tiga kelas secara acak dengan Teknik cluster random sampling. Masing-masing kelas mendapatkan perbedaan perlakuan berdasarkan tingkatan pembelajaran inkuiri. Kelompok eksperimen 1 diterapkan pembelajaran inkuiri tingkat 3, kelompok eksperimen 2 diterapkan pembelajaran inkuiri tingkat 4 dan kelompok kontrol diterapkan pembelajaran inkuiri tingkat 2. Data pengetahuan awal diperoleh dari nilai kimia pada penilaian akhir semester (PAS) sebelumnya. Instrumen tes berupa soal obyektif pilihan ganda dengan reliabilitas  tes sebesar 0,76. Analisa data menggunakan uji ANOVA. Penelitian ini menyimpulkan: (1) pembelajaran inkuiri tingkat 2, tingkat 3, dan tingkat 4 berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan penguasaan konsep, (2)  pengetahuan awal berpengaruh secara signifikan terhadap penguasaan konsep, (3)Tidak ada interaksi tingkatan pembelajaran inkuiri dan pengetahuan awal terhadap peningkatan penguasaan konsep. (4) Pembelajaran inkuiri tingkat 3 lebih efektif daripada tingkat 2 dan tingkat 4 dalam meningkatkan penguasaan konsep pada pengetahuan awal siswa yang berbeda.ABSTRACTThis study aims to compare the application of inquiry learning levels to increasing mastery of chemical concepts in different students' initial knowledge. The control group and the experimental group were given pre-test and post-test, before and after the application of inquiry learning levels. The sample of the research were determined by three classes randomly using the cluster random sampling technique. Each class gets different treatment based on the level of inquiry learning. The experimental group 1 applied level 3 inquiry learning, the experimental group 2 applied level 4 inquiry learning, and the control group applied to level 2 inquiry learning. Preliminary knowledge data were obtained from chemical values at the end of the semester assessment before. The test instrument was in the form of multiple-choice objective questions with test reliability of 0.76. Data analysis uses the ANOVA test. This study concludes: (1) level 2, level 3 and level 4 inquiry learning influence the improvement of concept mastery, (2) initial knowledge significantly influences mastery concept, (3) There is no interaction of the level of inquiry learning and initial knowledge with increasing mastery of concepts. (4) Level 3 inquiry learning is more effective than level 2 and level 4 in increasing the mastery of concepts in different students' initial knowledge.
Kombinasi GeoMol dan JMol dengan Pendekatan MIKiR Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Bentuk Molekul Salim Salim; Siti Rasyida Hidayati; Yulia Handayani
Jurnal Inovasi Pembelajaran Kimia (Journal Of Innovation in Chemistry Education) Vol 4, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jipk.v4i2.38207

Abstract

This study aims to determine the differences in student learning outcomes on the material of molecular shapes with the MIKiR approach between learning the combination of GeoMol and JMol with learning the combination of GeoMol and simple molecular shapes made of plasticine. The research sample was students of class X MIPA 1 and X MIPA 3 MAN Sampang in the academic year 2021/2022. The reliability of the test instrument is 0.88. Hypothesis testing using t-test independent sample test. The results showed that there was a significant difference between learning the combination of GeoMol and JMol and learning the combination of GeoMol and simple molecular shapes made of plasticine in students' learning outcomes on the molecular shape material with the MIKiR approach. Learning the combination of GeoMol and JMol is more effective than learning the combination of GeoMol and simple molecular shapes made from plasticine based on the average value of learning outcomes and classical learning completeness.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa pada materi bentuk molekuldengan pendekatan MIKiR antara pembelajaran kombinasi GeoMol dan JMol dengan pembelajaran kombinasi GeoMol dan bentuk molekul sederhana berbahan plastisin. Berbagai program dan aplikasi komputer untuk visualisasi bentuk molekul 3-dimensi telah banyak dikembangkan, diantaranya adalah aplikasi GeoMol dan JMol yang merupakan aplikasi sumber terbuka (open source) yang dapat diunduh secara bebas. Sampel penelitian adalah siswa kelas X MIPA 1 dan X MIPA 3 MAN Sampang tahun pelajaran 2021/2022. Reliabilitas instrumen tes adalah 0,88. Pengujian hipotesis menggunakan uji t independent sample test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pembelajaran kombinasi GeoMol dan JMol dan pembelajaran kombinasi GeoMol dan bentuk molekul sederhana berbahan plastisin terhadap hasil belajar siswa pada materi bentuk molekul dengan pendekatan MIKiR. Pembelajaran kombinasi GeoMol dan JMol lebih efektif daripada pembelajaran kombinasi GeoMol dan bentuk molekul sederhana berbahan plastisin berdasarkan nilai rata-rata hasil belajar dan ketuntasan belajar klasikal