Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Marzano Taxonomy-Based Assessment Instrument to Measure Analytical and Creative Thinking Skills Wiwik Kartika Sari; Ella Izzatin Nada
Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpk.v6i1.40117

Abstract

Penilaian merupakan salah satu aspek penting dalam proses pembelajaran. Penilaian yang didesain dengan baik akan dapat mengukur kemampuan siswa sesuai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Kemampuan berpikir analitis dan kreatif merupakan kemampuan esensial yang harus dikuasai oleh siswa. Instrumen tes yang digunakan oleh guru dalam penilaian hasil belajar siswa pada pembelajaran jarak jauh masih mengukur kemampuan berpikir rendah Tujuan penelitian ini yaitu mengembangkan instrumen penilaian berbasis Taksonomi Marzano untuk mengukur kemampuan berpikir analitis dan kreatif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Model yang digunakan adalah 4D sampai tahap development. Instrumen yang telah didesain kemudian divalidasi oleh 3 pakar dan dinyatakan valid. Instrumen kemudian diuji cobakan kepada 450 siswa kelas XI. Data hasil ujicoba kemudian dianalisis menggunakan SPSS. Berdasarkan hasil analisi data diketahui bahwa 17 butir soal yang dikembangkan valid, reliabel, memiliki tingkat kesukaran dan daya pembeda yang memadai. Instrumen penilaian ini dapat membantu guru mengukur kemampuan berpikir analitis dan kreatif dibarengi dengan proses pembelajaran di kelas menggunakan metode pembelajaran yang merangsang siswa berpikir tingkat tinggi.
Efektivitas Lesson Design Berbasis Hypothetical Learning Trajectory dalam Pembelajaran Faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi Wiwik Kartika Sari; Ella Izzatin Nada
Journal of Natural Science and Integration Vol 3, No 1 (2020): JNSI
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.522 KB) | DOI: 10.24014/jnsi.v3i1.9379

Abstract

Perencanaan pembelajaran merupakan aspek penting untuk menciptakan pembelajaran yang berkualitas. Kualitas pembelajaran dapat ditinaju dari dialog dan aktivitas yang terjadi di kelas. Dialog yang efektif akan terjadi ketika interaksi antara guru dan siswa dapat secara kritis menginterogasi topik pelajaran, mengekspresikan dan mendengarkan banyak sudut pandang, serta menciptakan proses pembelajaran yang berpusat pada siswa. Dialog yang efektif adalah dialog yang responnnya terantisipasi sehingga tujuan pembelajaran tercapai. Prediksi dan antisipasi respon dapat disusun dalam suatu lintasan pembelajaran yang biasa disebut hypothetical learning trajectory. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis prediksi respon siswa dan antisipasi respon dalam lesson design dengan respon siswa saat proses pembelajaran serta untuk mengetahui kecenderungan aktivitas pembelajaran. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan sampel sebanyak 32 siswa kelas XI. Materi pada penelitian ini adalah faktor yang mempengaruhi laju reaksi. Proses pembelajaran direkam dan ditranskrip, dialog selama proses pembelajaran dianalisis kesesuaiannya dengan prediksi respon siswa dan antisipasi respon yang ada dalam lesson design. Hasil analisis menunjukan bahwa 16%  prediksi respon siswa tidak muncul, 21% respon siswa diluar prediksi dan 63% respon sesuai dengan prediksi respon yang telah disiapkan serta kecenderungan aktivitas selama proses pembelajaran menunjukan pembelajaran berpusat pada siswa. Melalui penelitian ini, dapat diketahui bahwa tugas – tugas yang dikembangkan guru, pertanyaan dan umpan balik yang diberikan atas respon siswa mempengaruhi kedalaman dan keluasan pemikiran siswa.
Pelatihan Pengembangan Instrumen HOTS bagi Guru Kimia SMA dan MA di Kota Semarang sebagai Upaya Mewujudkan Paradigma Pendidikan Abad 21 Wiwik Kartika Sari; Ella Izzatin Nada; Busiri AH
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 22, No 1 (2022)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.122 KB) | DOI: 10.21580/dms.2022.221.12797

Abstract

Assessment is a process to measure students' thinking skills and learning outcomes. Teachers must be able to develop assessment instruments by the demands of the curriculum for assessing higher-order thinking skills. The purpose of this service activity is to provide training in the development of HOTS assessment instruments for SMA/MA teachers in the Semarang. The method used in this service is the discourse and discussion method using an active participatory approach and technical guidance. Training activities are carried out online through the Zoom channel. The number of participants who took part in the training was 18 teachers. The results of this training activity are the teacher's ability to develop the HOTS assessment instrument for chemistry learning by the educatioradigm 21 and the 2013 curriculum. The skills developed include: identifying higher order thinking indicators according to the taxonomy, identifying higher order thinking indicators based on HOTS types, compiling an assessment grassessmentoping questions, making answer keys, and scoring, rubrics.Penilaian merupakan proses untuk mengukur kemampuan berpikir dan hasil belajar siswa. Guru harus mampu mengembangkan instrumen penilaian sesuai dengan tuntutan kurikulum, yaitu instrumen penilaian kemampuan berpikir tingkat tinggi. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pelatihan pengembangan instrumen penilaian High Order Thinking Skills (HOTS) bagi guru SMA/MA di Kota Semarang. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode ceramah dan tanya jawab dengan menggunakan pendekatan partisipatif aktif dan bimbingan teknis. Kegiatan pelatihan dilakukan secara daring melalui kanal Zoom. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan pelatihan sebanyak 18 orang terdiri dari 16 guru SMA dan 2 guru MA. Hasil kegiatan pelatihan ini berupa kemampuan guru dalam mengembangkan instrumen penilaian HOTS untuk pembelajaram kimia sesuai dengan paradigma pendidikan 21 dan kurikulum 2013. Kemampuan yang dikembangkan antara lain: mengidentifikasi indikator berpikir tingkat tinggi sesuai dengan taksonomi, mengidentifikasi indikator berpikir tingkat tingggi berdasarkan jenis HOTS, menyusun kisi-kisi penilaian, mengembangkan butir soal, membuat kunci jawaban dan rubrik penilaian.
Development of a Chemistry Website Based on Multiple Representations as an Independent Learning Resource on Chemical Bonding Material Itahul Jana; Ella Izzatin Nada
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 6, No 4 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v6i4.81959

Abstract

Visualisasi ikatan kimia pada tingkat submikroskopik diperlukan sebagai strategi dalam meningkatkan pemahaman tentang materi yang bersifat abstrak karena lebih banyak disajikan dalam bentuk makroskopik dan simbolik, sehingga diperlukan penerapan multipel representasi. Karakteristik dari media pembelajaran ini berupa materi ikatan kimia dalam bentuk website.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelayakan website kimia dan untuk mengetahui respon mahasiswa terhadap website kimia berbasis multipel representasi dalam penyajian materi ikatan kimia. Metode penellitian ini menggunakan model 4-D sampai tahap develop dengan subjek penelitian uji respon skala kecil 29 mahasiswa. Teknik pengumpulan data berupa wawancara dan penyebaran instrumen angket uji kelayakan dan kepraktisan. Data hasil uji kelayakan produk oleh ahli media sebsar 80%, uji kelayakan produk oleh ahli media 78,7% dan uji respon kepraktisan sebesar 82,28%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa website berbasis multipel representasi kimia dinyatakan layak dan praktis dimanfaatkan sebagai   media belajar mandiri.