I B P Mardana
Jurusan Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TINDAK GURU FISIKA DALAM PENERAPAN PEMBELAJARAN BERPUSAT PADA SISWA DI SMA NEGERI 1 SAWAN I M Semaranatha; I B P Mardana; N K Rapi
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 10 No. 1 (2016): APRIL 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.283 KB) | DOI: 10.23887/wms.v10i1.12657

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mendiskripsikan  tindak guru fisika dalam perencanaan pembelajaran yang berpusat pada siswa (2) mendiskripsikan tindak guru fisika dalam pelaksanaan pembelajaran yang berpusat pada siswa (3) mendeskripsikan tindak guru fisika dalam penilaian pembelajaran yang berpusat pada siswa. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan pada semester ganjil tahun pelajaran 2015/2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah dua orang guru fisika yang mengajar di kelas X dan XII IPA  SMAN 1 Sawan, yang dipilih secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi partisipatif, wawancara semiterstruktur, dan studi dokumen. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut. (1) Perencanaan pembelajaran berpusat pada siswa guru model menyiapkan silabus dan RPP. Pemahaman guru model mengenai perencanaan pembelajaran diperoleh melalui contoh-contoh yang diberikan pada saat mengikuti pelatihan atau diklat. (2) Kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh masing-masing guru model memiliki perbedaan. Guru A menerapkan pembelajaran berkelompok yang merupakan pembelajaran berpusat pada siswa, namun tidak dapat diterapkan secara utuh pada setiap fase pembelajaran. Pembelajaran berpusat pada siswa hanya sampai pada proses eksplorasi sedangankan untuk elaborasi, konfirmasi, dan kegiatan penutup kembali menggunakan pembelajaran langsung melalui tanya jawab atau diskusi kelas. Sedangkan Guru B menerapkan pembelajaran langsung (direct instruction) yang belum mencerminkan pembelajaran berpusat pada siswa. (3) Penilaian pembelajaran berpusat pada siswa yang dilakukan guru model meliputi penilaian kongnitif,  afektif, dan psikomotor namun belum dapat terlaksana dengan baik dikarenakan permasalahan yang dihadapi dalam penilaian tersebut.