Kemampuan berpikir kreatif matematis siswa di Indonesia masih tergolong rendah. Hal ini sesuai dengan hasil observasi dan wawancara yang pernah penulis lakukan di salah satu SMA negeri di Kudus yang menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif matematis siswa di SMA tersebut masih rendah karena proses pembelajaran matematika yang masih menggunakan pembelajaran konvensional. Apabila masalah tersebut tidak segera diatasi akan menimbulkan dampak seperti rendahnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah tidak rutin sehingga hasil belajar siswa rendah. Hal ini tentunya juga berdampak pada self-confidence siswa yang rendah. Oleh karena itu, penulis mencoba memberikan solusi salah satunya dengan menerapkan model pembelajaran Resource Based Learning pada pelajaran matematika. Model ini menjelaskan bahwa siswa dapat belajar dari berbagai sumber belajar dan diharapkan siswa mampu menemukan ide-ide baru yang inovatif untuk menyelesaikan permasalahan yang diberikan.