Salah satu tujuan dalam pembelajaran merupakan mengembangkan keterampilan berpikir kreatif pada siswa. Berpikir kreatif merupakan kemampuan yang sangat penting untuk dimiliki siswa karena berpikir kreatif sebagai kunci dari proses berpikir baik dari merancang, memecahkan masalah, melakukan perubahan maupun melakukan perbaikan serta memperoleh gagasan baru. Anak yang kreatif ditandai dengan selalu ada rasa ingin tahu, memiliki minat yang luas atau besar, cukup mandiri dan anak tersebut memiliki rasa percaya diri. Sifat tersebut juga dimiliki oleh seseorang yang memiliki metakognisi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif ditinjau dari metakognisi siswa pada model pembelajaran learning cycle 5E. Metode yang digunakan adalah metode campuran. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah pretest-postest only. Hasil peneltian adalah model pembelajaran learning cycle 5E meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Siswa yang memiliki kemampuan berpikir kreatif relatif tinggi, ia akan menemukan beberapa cara atau alternatif untuk menyelesaikan jawaban dari masalah yang di cari dan berbeda dengan siswa lain. Jika siswa yang memiliki kemampuan berpikir kreatif relatif sedang, siswa akan menemukan cara mirip dengan apa yang sudah dijelaskan oleh guru atau teman sebayanya. Berbeda halnya jika siswa yang memiliki kemampuan berpikir relatif kurang, siswa akan mengikuti cara yang telah dijelaskan atau alternatif yang telah ada atau tersedia dalam buku.