Waqi'atul Aqidah
Universitas Zainul Hasan Genggong Probolinggo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FETISISME KOMODITAS PADA PERILAKU KONSUMSI PENGGEMAR BUDAYA KOREA MELALUI TAYANGAN DRAKOR DAN K-POP Waqi'atul Aqidah
JURNAL PENDIDIKAN EKONOMI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Ilmu Ekonomi dan Ilmu Sosial Vol 15 No 2 (2021): SEPTEMBER 2021
Publisher : Economic Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jpe.v15i2.26702

Abstract

Budaya Korea tengah menjadi budaya populer yang digemari oleh para kaum muda, khususnya para remaja putri. Kegemaran tersebut timbul dari antusiasme mereka dalam menonton tayangan Drakor (Drama Korea) dan K-Pop (Korean Pop). Mereka menyukai tayangan Drakor tersebut karena alur cerita yang ditampilkan tidak monoton, peran aktor dan aktris yang profesional, serta penampilan visual para pemain tersebut sangat menarik. Begitu juga dengan tayangan K-Pop yang memiliki alunan musik ear catching disertai dengan dance personil yang kompak membuat para penggemar semakin menyukai tayangan tersebut. Bahkan mereka memiliki sosok idola selebritis yang mereka ikuti aktivitas personalnya melalui tayangan Vlog dan kanal YouTube. Hal ini menimbulkan fetisisme penggemar terhadap tokoh tersebut yang mempengaruhi perilaku konsumsi mereka pada komoditas fashion, makanan, dan kosmetik yang dipakai sosok idola mereka. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif fenomenologi dengan lokasi penelitian di kampus Universitas Islam Zainul Hasan (Unzah) Genggong Probolinggo. Subjek penelitian ini yaitu 11 orang mahasiswi Unzah dengan rentang usia 18 – 21 tahun yang menggemari tayangan Drakor dan K-Pop. Teknik pengumpulan data terdiri atas observasi, wawancara, dan dokumen. Sedangkan analisis data dilakukan melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber data, dengan cara mengecek dan membandingkan derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa antusiasme penggemar yang tinggi terhadap tayangan Drakor dan K-Pop menimbulkan fetisisme komoditas. Khususnya pada tiga komoditas utama, yaitu fashion, makanan, dan kosmetik. Para penggemar memilki kebanggaan dan rasa percaya diri saat memakai pakaian dan kosmetik ala Korea tersebut, bahkan mereka juga sangat menyukai makanan khas Korea. Sebab hal itu membuat mereka merasa menjadi bagian dari sosok selebritis Korea yang diidolakan. Meskipun motif konsumsi terhadap komoditas-komoditas tersebut bukan berdasarkan pada prioritas kebutuhan mereka, namun lebih pada pemenuhan hasrat dan keinginan semata. Kata Kunci: Fetisisme Komoditas, Perilaku Konsumsi, dan Budaya Korea
ANALISIS PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI PENDIDIKAN EKONOMI NONFORMAL Waqi'atul Aqidah
JURNAL PENDIDIKAN EKONOMI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Ilmu Ekonomi dan Ilmu Sosial Vol 14 No 2 (2020): JPE: Jurnal Pendidikan Ekonomi (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Ilmu Ekonomi, dan
Publisher : Economic Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jpe.v14i2.16993

Abstract

The Economic Empowerment Program of community through village development has been implemented by the government through Dinas Sosial which is called Program Desaku Menanti. Wisata Kampung Topeng Malangan in Malang City supports community strengthening throught training and business assistance. This study aims to analyze the dynamic life of community, the process of non-formal economics education, and the impact of that learning to improve the community mindset in economic activity. This type of research is a qualitative phenomenological research. The location of this research is in Dusun Baran, Tlogowaru Village, Malang. The subjects of this research are Malang City Social Service and Wisata Kampung Topeng community. Data collection techniques using interviews, observation, and documents. Data analysis by collecting data, reducing data, presenting data, gathering conclusions. The validityof the approval data with triangulation techniques. The results of the study are the people who discuss highly volatile economic change, social, and environmental adaptations. Implementation of nonformal economics education in the community, by several factors, training intensity, training materials, infrastructure training, enthusiasm of participants/community, and entrepreneurial interest. The non-formal economic education process discusses three main obstacles, such as weak capital management, marketing negotiations, and training that is not accordance with the capacity of the community, thereby increasing business training that is not yet optimal for the community. Key Words: Nonformal Economics Education, Tourist Village, Training