Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Jam Baca Terhadap IPK Mahasiswa FEB UNPAD Siska Musdalifah; Estro Dariatno Sihaloho
JURNAL PENDIDIKAN EKONOMI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Ilmu Ekonomi dan Ilmu Sosial Vol 13 No 2 (2019): September 2019
Publisher : Economic Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jpe.v13i2.11267

Abstract

Untuk mendapatkan jumlah IPK yang memuaskan, mahasiswa perlu melakukan berbagai usaha. Salah satu usaha yang dapat dilakukan ialah belajar, dalam proses belajar tersebut diperlukan minat baca. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh jam baca terhadap besarnya IPK yang diperoleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjajaran. Jam baca dalam penelitian ini merupakan pengasumsian dari seberapa besar minat baca yang dimiliki mahasiswa tersebut. Analisisnya menggunakan lama waktu yang dihabiskan untuk membaca, lama waktu kuliah dan partisipasi dalam organisasi sebagai variabel independen. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa mahasiswi aktif di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjajaran. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan bersumber dari data primer. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan langsung ke 111 mahasiswa aktif. Analisis data menggunakan regresi linear berganda (Multiple Regression Model) dengan metode OLS (Ordinary Least Squares) menggunakan bantuan software Stata versi 15 for windows. Hasil pengujian menunjukan bahwa secara parsial, lama waktu yang dihabiskan untuk membaca, lama waktu kuliah dan partisipasi dalam organisasi berpengaruh secara signifikan terhadap IPK yang diperoleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjajaran. Sementara secara simultan, lama waktu yang dihabiskan untuk membaca, lama waktu kuliah dan partisipasi dalam organisasi berpengaruh juga secara signifikan terhadap IPK yang diperoleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjajaran.
ANALISIS PENGARUH PENGELUARAN PER KAPITA DENGAN ANGKA HIV DI 34 PROVINSI DI INDONESIA Fizri Nur Azizah; Estro Dariatno Sihaloho
JURNAL AKUNTANSI, EKONOMI dan MANAJEMEN BISNIS Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Akuntansi, Ekonomi dan Manajemen Bisnis - Desember 2019
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.762 KB) | DOI: 10.30871/jaemb.v7i2.1426

Abstract

Tidak hanya masyarakat Indonesia yang terserang kasus HIV namun seluruh dunia pun mengkhawatirkan persebaran kasus HIV. Menurut WHO jumlah kematian akibat HIV setiap tahunnya terus meningkat, banyak faktor yang mempengaruhi pertambahan jumlah kasus HIV. Pada saat ini kasus HIV merupakan masalah kesehatan yang banyak dihadapi oleh masyarakat dunia, menurut WHO estimasi jumlah penderita HIV di Indonesia disemua umur adalah sekitar 630.000 jiwa. Perlu adanya edukasi dan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait virus HIV. Sebab pada dasarrnya, pendidikan menjadi fondasi untuk menentukan sikap dan keputusan yang diambil oleh seseorang. Akibat dari kasus HIV, kekebalan tubuh yang makin menurun akan memudahkan masuknya penyakit kedalam tubuh dan bahkan penyakit ringan pun dapat berubah menjadi penyakit berbahaya. Akses terhadap obat-obatan untuk menyembuhkan HIV sangat sulit dan bahkan mahal harganya. Melihat hal ini maka HIV merupakan hal yang perlu menjadi perhatiakan pertumbuhannya. Gangguan kesehatan yang dialami setiap orang akan mempengaruhi kualitas dari kegiatan sehari-harinya, dan mempengaruhi produktivitas yang dapat dicapainya. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa variable yang berpengaruh signifikan terhadap jumlah kasus HIV adalah percapita expenditure, dan PDRB. Sementara Variable Puskesmas dan variable Angka partisipasi murni sekolah dasar tidak berpengaruh secara signifikan.
Marital Status and Its Effect on Depression in Indonesia: A Case Study of the 2014 Indonesian Family Life Survey Adrian Kevianta Anggana; Aviliani Aviliani; Patron Natadjaya Ramadhanu Badrudin; Estro Dariatno Sihaloho
Disease Prevention and Public Health Journal Vol. 16 No. 2 (2022): Disease Prevention and Public Health Journal
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/dpphj.v16i2.5337

Abstract

Background: Depression is a mental health disorder that makes the sufferer unmotivated and unproductive. This is caused by some factors such as loneliness, perfectionism, and marital status. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) in 2018 shows that 6.1 percent of the population aged 15 and above in Indonesia experienced depression. Therefore, this study aims to see how marital status affects depression in Indonesia. Method: This study uses logistic regression, marginal effect, and the Rasch model using data from the Indonesian Family Life Surveys (IFLS) in 2014/2015. Result: Analyses showed that married observations have a lower prevalence of depression compared to those who are not married, divorced, or widowed. Conclusion: Therefore, an increase in divorce cases will increase the prevalence of depression in Indonesia. More effort in educating marriage to young couples is needed to reduce the number of divorces in Indonesia.