Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

INFERENSI DAN PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN ANALISIS WACANA Surana Surana
FKIP e-PROCEEDING 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Problematika Pembelajaran Inferensi terletak pada kemiripan istilah Inferensi dengan Presuposisi dan Implikatur dalam konteks Analisis Wacana. Inferensi atau Inference secara leksikal berarti kesimpulan. Dalam bidang wacana, istilah tersebut memiliki arti sebuah proses yang harus dilakukan pembaca atau pendengar untuk memahami makna yang secara harfiah tidak terdapat didalam wacana yang diungkapkan oleh pembicara atau penulis. Pembaca harus dapat mengambil pengertian, pemahaman, atau penafsiran suatu makna tertentu dan harus sesuai dengan pemahaman penulis/pembicara. Dengan kata lain, pembaca harus mampu mengambil kesimpulan sendiri. Sedangkan Presuposisi atau praanggapan penggunaannya juga ditujukan kepada pendengar yang menurut pembicara, memiliki pengetahuan seperti yang dimiliki pembicara. Adapun Implikatur mengindikasikan implikasi dari sebuah percakapan yang dapat bermuara dan bertautan dengan Inferensi-Presuposisi. Hal yang lebih mendukung penafsiran makna yang terdapat pada unsur wacana, lebih tepatnya konteks wacana yang mendukung teks wacana. Presuposisi lebih didukung dan ditentukan oleh unsur internal dari wacana. Jadi, Unsur internal wacana menentukan dan mendukung penafsiran makna suatu wacana. Sedangkan, implikatur diartikan sebagai maksud yang tersembunyi, yang diambil dari proses penyimpulan dan penafsiran yang kebenarannya tidak mutlak. Mengingat dasar penyimpulan suatu tuturan yang memiliki banyak kemungkinan. Kata-kata Kunci: inferensi, problematika pembelajaran, analisis wacana
Tindak Tutur Ilokusi dalam Film Tilik Karya Sutradara Wahyu Agung Prasetyo Marsha Zahirah Junisisetya; Surana Surana
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.088 KB) | DOI: 10.26740/job.v17n2.p762-787

Abstract

Tindak tutur ilokusi sering digunakan dalam kehidupan salah satunya dalam film. Percakapan dalam dialog film banyak mengandung tindak tutur ilokusi. Tindak tutur ilokusi yaitu tindak tutur yang mengandung daya untuk melakukan suatu pekerjaan. Penelitian ini menarik untuk diteliti karena belum banyak penelitian yang meneliti tindak tutur ilokusi dalam film bahasa Jawa. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tindak tutur ilokusi Searle. Penelitian ini menggunakan kajian pragmatik serta metode deskriptif kualitatif yang membahas analisis data dengan menggunakan wujud deskripsi. Sumber data penelitian ini berasal dari dialog yang diucapkan pemeran dalam film “Tilik”. Tujuan penelitian ini yaitu membahas (1) jenis tindak tutur ilokusi, (2) tujuan tindak tutur ilokusi dan (3) konteks tutur dalam film “Tilik”. Hasil penelitian ini yaitu ditemukan jenis tindak tutur ilokusi yang digunakan dalam dialog film ”Tilik” yaitu asertif, dhirektif lan ekspresif. Tujuan tindak tutur ilokusi yang ditemukan yaitu kompetitif, konvivial, kolaboratif dan konklitif. Lalu konteks tutur yang ditemukan yaitu kontekstual, aksional dan psikologis. Kata kunci: Tindak Tutur Ilokusi, Jinis Tindak Tutur, Tujuwan Tindak Tutur, Konteks Tutur
Sosiolek, Alih Kode, dan Campur Kode dalam Percakapan Kuli Bangunan di Kabupaten Ponorogo Anang Prakosa; Anang Prakosa; surana surana
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.294 KB) | DOI: 10.26740/job.v17n4.p1373-1395

Abstract

Kuli bangunan sebagai salah satu pekerjaan dengan jumlah pekerja yang cukup banyak dengan latar sosial yang beragam pada kebudayaan Jawa, menjadikan kelompok sosial tersebut mempunyai ragam bahasa yang unik dan khas dibanding dengan kelompok sosial lainnya. Hal tersebut yang menarik perhatian peneliti untuk melakukan penelitian dengan topik sosiolek, alih kode, dan campur kode yang terkandung dalam percakapan kuli bangunan di kabupaten Ponorogo ini. Penelitian menggunakan pisau bedah sosiolinguistik atau ilmu yang meneliti ragam bahasa yang ada pada masyarakat yang dipengaruhi latar budaya dan sosial penggunanya. Penelitian menggunakan metode deskriptif-kualitatif yaitu penelitian dengan menggambarkan data yang selaras dengan keadaan asli ketika data ditemukan, untuk selanjutnya dianalisis dan dijelaskan maknanya berdasar teori sosiolinguistik. Tujuan penelitian yaitu mencari dan menggolongkan jenis ragam atau variasi bahasa pada percakapan kuli bangunan di Ponorogo dan aspek yang mendasari terciptanya ragam bahasa tersebut. Hasil penelitian menunjukkan percakapan kuli bangunan di kabupaten Ponorogo mengandung ragam bahasa yang khas dan unik yang tidak ditemukan pada kelompok sosial lainnya. Temuan tersebut disebabkan oleh beberapa aspek, di antaranya: tingginya sense of humour, tingginya tingkat keakraban, dan panasnya tempat kerja dari para kuli bangunan tersebut. Kata Kunci: Sosiolek, Alih Kode, Campur Kode, Percakapan Kuli Bangunan
Wujud Bebasan dalam Tindak Tutur Ilokusi Masyarakat Kabupaten Tulungagung Sri Ayu Chusnul Chotimah; Surana Surana
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 18 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.976 KB) | DOI: 10.26740/job.v18n1.p19-38

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengerti ciri-ciri dan bentuk-bentuk wujud tidak langsung di bebasan dalam tindak tutur ilokusi mengingatkan, yang sering digunakan masyarakat Kabupaten Tulungagung pada setiap harinya. Sumber data dalam penelitian ini yaitu data primer berupa tindak tutur langsung yang dilakukan masyarakat Kabupaten Tulungagung dalam kehidupan sehari-hari. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik simak. Data yang diperoleh diteliti dengan teori pragmatik. Wujud Tidak langsung pada Bebasan dalam Tindak Tutur Ilokusi Mengingatkan Masyarakat Kabupaten Tulungagung, menarik untuk diteliti. Karena, belum ada sebelumnya penelitian dilakukan mengenai hubungan tindak tutur dan makna tidak langsung dalam bebasan. Hasil penelitian ini ditemukan ciri-ciri wujud tidak langsung dalam bebasan mengingatkan yaitu perumpamaan yang mengandung makna tidak langsung kemudian diumpamakan, perumpamaan yang menggambarkan keadaan, kejadan, tumbuhan, barang, dan hewan, mempunyai sifat pasti yaitu kalimatnya tidak bisa diganti, posisinya pada kalimat objeknya, dan dimulai oleh kata kerja. Ditemukan juga bentuk-bentuk wujud tidak langsung dalam bebasan mengingatkan yaitu wujud tidak langsung di bebasan dalam tindak tutur ilokusi mengingatkan berdasarkan keadaan, kejadian, tumbuhan, barang, dan hewan. Kata kunci: Bebasan, Tindak Tutur, Mengingatkan
Alih Kode Campur Kode Dalam Akun Instagram Yoweslah.Ig: Kajian Sosiolinguistik fatchur syamsul yussak; Surana surana
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 18 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.439 KB) | DOI: 10.26740/job.v18n1.p171-179

Abstract

AbstrakPenelitian mengenai alih kode dan campur kode sudah banyak dilakukan di penelitian-penelitian sebelumnya.Penelitian ini berpusat pada alih kode dan campur kode yang terjadi pada akun instagram yoweslah.ig. Penelitian inimenunjukkan jika adanya multilingual yang terjadi di masyarakat tidak hanya terjadi dalam tuturan lisan, tetapi jugadapat terjadi pada tuturan tulis juga. Bukti tersebut ada dalam penelitian ini yang menunjukkan adanya wujudmultilingual dan bilingual dalam tuturan atau komunikasi yang berbentuk tulis.Alih kode mewujudkan berubahnya bentuk lingual dari salah satu bahasa ke bahasa lainnya dalam tiap-tiapkalimat. Sedangkan campur kode yaitu berubahnya kode lingual dari bahasa satu ke bahasa lainnya dalam bentukkalimat yang sama. Bentuk alih kode campur kode tersebut menunjukkan adanya pengaruh sosial di tengan kehidupanpenutur yang dapat menyebabkan bergesernya bahasa dalam tuturan tersebut. Penelitian ini dapat dikaji menggunakankajian sosiolinguistik.Hasil dari penelitian ini yaitu berupa 56 data yang dianggap penting dan mewujudkan alih kode dan campurkode yang terjadi pada akun instagram yoweslah.ig. Dari 56 data tersebut dapat dibagi jika 22 data mewujudkan tuturanalih kode yang dibagi dari alih kode intern dan ekstern. Sedangkan 34 data lainnya berwujud campur kode dari tuturanyang juga dibagi berdasarkan intern dan ekstern. Dari data tersebut dapat disimpulkan jika 90% dari unggahan yang adadalam akun tersebut menunjukkan proses alih kode campur kode, karena penutur juga ingin menunjukkan eksistensiyang bersifat global kepada mitratutur, supaya dapat lebih menarik perhatian.Kata Kunci: alih kode, campur kode, yoweslah.ig, sosiolingusitik
Tindak Tutur Perlokusi Dalam Film Pr-ku Mung Kowe Karya Sutradara Novizal Bahar Nadhiroh Isnaini Pratiwi; Surana surana
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 18 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.525 KB) | DOI: 10.26740/job.v18n2.p406-428

Abstract

Abstrak Bahasa merupakan alat komunikasi yang mempunyai tujuan agar apa yang dikatakan oleh penutur kemudian dapat dipahami oleh mitra tutur. bahasa yang digunakan untuk alat komunikasi dalam masyarakat adalah melalui tuturan. Tuturan perlokusi adalah tuturan yang diwujudkan melalui ragam bahasa yang bersifat ekspresif dan direktif, sehingga berdampak pada mitra tutur secara sengaja maupun tidak sengaja. Artikel ini menjelaskan tentang tuturan perlokusi pada film "Pr-ku Mung Kowe" karya sutradara Novizal Bahar. Penelitian difokuskan pada (1) jenis tuturan perlokusi dalam film PRku Mung Kowe dan (2) kegunaan tuturan perlokusi dalam film “PRku Mung Kowe”. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik menyimak dan teknik mencatat. Teknik menyimak merupakan cara untuk mendapatkan data dengan cara menonton film yang menggunakan bahasa Jawa. Teknik mencatat adalah teknik selanjutnya yang digunakan untuk merekam data berupa tuturan pada saat dialog film “Pr-ku Mung Kowe” berisi tuturan perlokusi. Untuk teknik analisis data dalam penelitian ini digunakan teknik pengelompokan masing-masing data menurut jenis dan tujuannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 19 data untuk jenis tuturan perlokasi direktif dan ekspresif serta 12 data untuk penggunaan tuturan perlokasi direktif dan ekspresif. Kata kunci: Film, Tindak Tutur Perlokusi , Direktif dan Ekspresif
Tindak Tutur Ilokusi Ekspresif dalam Film Kanca Kenthel Karya Endrilopa (Kajian Pragmatik) Wilda Nur Baity; Surana surana
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 18 No 4 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.339 KB) | DOI: 10.26740/job.v18n4.p1527-1544

Abstract

Setiap manusia membutuhkan komunikasi dalam menjalani hidupnya. Hal ini wajar karena manusia adalah makhluk sosial yang pastinya butuh pertolongan, teman, dan motivasi dalam menjalani hidupnya. Dalam berkomunikasi, Bahasa merupakan alat yang digunakan sebagai symbol, huruf dan kata yang dipahami satu sama lain hingga mudah terjalin komunikasi. Oleh karena itu, Bahasa sebagai alat komunikasi dan ilmu pengetahuan yang abstrak maka diperlukan pemahaman mendalam mengenai penggunaannya. Salah satu ilmu untuk memahami Bahasa adalah pragmatik. Dengan cabang penelitian tindak tutur ilokusi. Menggunakan sebuah karya film sebagai objek,penelitian dengan pendekatan pragmatik serta dibantu metode deskriptif kualitatif, peneliti mengkaji tindak tutur ilokusi ekspresif. Maka focus dari penelitian ini adalah mencari jenis tindak tutur ilokusi ekspresif apa saja yang ada didalam film tersebut, dan bagaimana jenis tindak tutur ilokusi ekspresif tersebut kemudian menjadi bagian dari dialog yang diperankan pemain. Teknik yang digunakan dalam mencari data adalah teknik simak bebas libat cakap dan observasi sehingga ditemukan 11 jenis tindak tutur ilokusi ekspresif yang tentu saja membuat pembaca penasaran dan ingin mengetahui masing – masing jenis tindak tutur, maka akan dijabarkan dengan detail sesuai prosedur penelitian yang ada. Kata Kunci: Pragmatik, tindak tutur, ekspresif.
Maksim Relevansi pada Film “Calon Lurah” Karya Hajar Pamuji (Tinjauan Pragmatis) Windha Pradhita Citra Yuli Hapsari; Surana Surana
Perspektif : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Bahasa Vol. 2 No. 3 (2024): September : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Bahasa
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/perspektif.v2i3.1537

Abstract

This study aims to analyze the application of the maxim of relevance in the film "Calon Lurah" by Hajar Pamuji using a pragmatic approach and descriptive qualitative methods. The focus of this research is on the dialogues between the characters in the film, which demonstrate adherence to the cooperative principle and the maxim of relevance, where each speaker's contribution is relevant to the topic or context of the conversation. Three main types of utterances were found in this study: assertive, directive, and expressive utterances. Assertive utterances express something that the speaker believes to be a fact, while directive utterances aim to get the listener to do something, and expressive utterances convey the speaker's feelings or emotions. Primary data for this study was taken from transcribed dialogues in the film, while secondary data came from various sources such as books, journals, theses, and related research. Data collection techniques included observing and noting. The results showed that the film "Calon Lurah" effectively applies the maxim of relevance in the dialogues between its characters, making the conversations relevant and supporting the cooperative principle in communication. This research highlights the importance of relevance in communication to ensure effective and efficient conversations and underscores the practical application of this concept in various communication contexts.
Kecemasan Neurotik Tokoh Utama pada Novel Sumingkir dan Jadie : Tangis Tanpa Suara : Penelitian Sastra Bandingan Nur Istikhomah; Surana Surana
Jurnal Bima : Pusat Publikasi Ilmu Pendidikan bahasa dan Sastra Vol. 2 No. 4 (2024): Desember : Jurnal Bima : Pusat Publikasi Ilmu Pendidikan bahasa dan Sastra
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/bima.v2i4.1341

Abstract

Sumingkir and Jadie : Tangis Tanpa Suara are two different novels that share the same theme, namely neurotic anxiety experienced by the main character. Based on this, the study used Sigmund Freud’s literary psychology approach with the comparative methods. The purpose of this study is to explain the neurotic anxiety experienced by each of the main character in the two novels. This study is qualitatively comparative descriptive. Data sources come from two novels, namely Sumingkir and Jadie : Tangis Tanpa Suara. Data is listed from dialogues and narratives depicting the neurotic anxiety of the main character. Data collection techniques are library studies with reading and recording techniques. Research data are identified, classified, analyzed, and summarized according to the problem formulation. The results of the study show that there are two similarities in the forms of neurotic anxiety in the two novels, namely (1) social neurotic anxiety. Then, (2) neurotic anxiety about losing, losing a job in Sumingkir’s and losing a loved one in Jadie’s. In addition, the form of neurotic anxiety in the two novels is different, namely anxiety for the future in Sumingkir’s. Meanwhile, worry about six years old in Jadie’s novels : Tangis Tanpa Suara.