Rico Rico
Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari 1,2Jl. Adhyaksa No.2 Kayu Tangi Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 70123, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kesalahpahaman Komunikasi Suku Dayak dan Suku Banjar Rico Rico; Muzahid Akbar Hayat
ETTISAL : Journal of Communication Vol 6, No 2 (2021): ETTISAL : Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ejoc.v6i2.5257

Abstract

AbstrakDinamika komunikasi antarbudaya secara umum berada dalam masyarakat yang semakin global. Hilangnya batas wilayah dan budaya serta sekat antarasatu orang dengan orang lain. Namun pada kenyataannya keragaman budaya dapat menimbulkan permasalahan yang dapat mengakibatkan masalah sosial. Hal yang dicapai dalam riset ini adalah menemukan gambaran kisah penyesuaian individu dari interaksinya suku Banjar dan defisiensi suku Dayak saat bersosialisasi dengan komunikasi mereka dengan masyarakat suku lain di Desa Sungai Teras, dimana merupakan daerah perbatasan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Spesifikasinya adalah menggali sebuah cara yang adaptif dari minimnya orang Dayak dan kesalahpahaman komunikasi antar kedua tersebut yaitu suku Banjar dan suku Dayak. Interaksi kehidupan sosial, hingga proses negosiasi tidak memahami komunikasi tatap muka, situasi percakapan, tahapan adaptif komunikasi bermasalah, komunikasi, dan rintangan yang terjadi adalah sering gagal memahami dan hingga pada akhirnya dapat menerima pola komunikasinya. Sebuah metode komunikasi antara dua suku. Metode Kualitatif dengan pendekatan fenomenologis deskriptif merupakan metode yang dipakai dalam riset ini yang menggunakan cara memahami pengalaman adaptif untuk mengetahui proses komunikasi antara Dayak dan Banjar. Dalam penelitian ini dipilih 10 orang dengan sampling untuk tujuan berdasarkan kriteria sebagai berikut Penduduk Desa Sungai Teras Kabupaten Kuala Kapuas yang berdomisili sudah melebihi dari 2 tahun keatas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketika banyak masyarakat Dayak menghadapi kekurangan masyarakat Banjar, terjadi kesalahpahaman komunikasi dengan "masalah budaya".AbstractDynamics communication of intercultural in general in an increasingly global society. Loss of territorial and cultural boundaries, as well as barriers between one and the other. But in reality, cultural diversity can cause problems that can lead to social problems. The achieved in this research is to describe of the story individual adjustment from the interaction Banjar tribe and the deficiency of the Dayak tribe when socializing with their communication with other tribal communities in Sungai Teras Village, which is the border area of Central Kalimantan and South Kalimantan. The specification is to explore an adaptive way from the lack of Dayak people and the misunderstanding of communication between the two, namely the Banjar and Dayak tribes. The negotiation process is face-to-face communication, the adaptation phase of communication with problematic conversational situations, interactions in social life until you do not understand the communication, and often fail and accept patterns as well. A method of communication between two tribes. In the course of communication between the Dayak and Banjar, the researchers use a qualitative method that uses a descriptive phenomenological approach to understanding adaptation experiences. For this study, 10 subjects were selected by sampling based on the following criteria. Sei Teras Kapuas KualaVillage people living for more than 2 years. These findings show that when many Dayak communities face the Banjar tribe, there is a misunderstanding of communication as a 'cultural problem'.