Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Desa terdampak Pembangunan Bandara Internasional Lombok Praya Syarifuddin Syarifuddin; Oryza Pneumatica Inderasari; Nuning Juniarsih; Muhammad Rasyidi
Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.085 KB)

Abstract

Pembangunan diharapkan dapat berdampak secara riil terhadap ekonomi baik di sektor pariwisata, perhotelan, industri jasa, perdagangan bagi masyarakat disekitar. Keberadaan bandara memberikan dampak secara ekonomi maupun sosial kepada desa terdampak yang menjadi objek penelitian yaitu Desa Ketare, Tanak Awu, dan Penunjak. Penelitian ini dimaksudkan untuk melakukan pemetaan sosial, evaluasi pembangunan bandara, dan rekomendasi CSR-Comdev bagi PT Angkasa Pura. Metode Penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam pada masyarakat terdampak, stakeholder, dan pihak PT Angkasa Pura. Masyarakat desa terdampak pada dasarnya adalah masyarakat mekanis yang memiliki solidaritas kuat. Keberadaan bandara tidak berdampak pada hubungan sosial dan budaya masyarakat terdampak namun memberi dampak dengan munculnya sektor nonagraris seperti perdagangan dan jasa, pariwisata, dan industri kreatif. PT Angkasa Pura telah memberikan kontribusi bagi masyarakat terdampak melalui program-program pemberdayaan ekonomi dan pemberian bantuan. Namun, secara ekonomi dan sosial, belum ada dampak yang massif terhadap perkembangan perekonomian, hal ini disebabkan program pemberian pinjaman modal usaha yang diberikan belum terakses oleh masyarakat secara umum. Harapannya, pihak PT Angakasa Pura dapat memberikan kontribusi lebih terhadap pengembangan ekonomi, sosial, dan budaya dengan pamanfaatan potensi-potensi lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terdampak.DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um021v1i12016p057
WORKSHOP MEMPERKOKOH MODAL SOSIAL NELAYAN DALAM MENGHADAPI ERA DIGITAL 4.0 DI DESA KURANJI DALANG KECAMATAN LABU API KABUPATEN LOMBOK BARAT Jurnal Pepadu; Syarifuddin Syarifuddin; Muhammad Arwan Rosyadi; Khalifatul Suhada
Jurnal Pepadu Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Pepadu
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v4i1.2266

Abstract

Masyarakat nelayan merupakan salah satu kelompok masyarakat yang rentan secara ekonomi, sekitar 11,34% orang disekitar perikanan tergolong miskin. Hasil tangkapan masyarakat nelayan juga dipengaruhi oleh cuaca yang ekstrem di laut. Selain itu kondisi nelayan pada umumnya masih mengandalkan cara penangkapan ikan secara tradisional atau berada pada kondisi subsisten dengan modal kecil, teknologi yang digunakan dan kemampuan/skill masih tradisional. Hal serupa juga terjadi pada masyarakat Kuranji Dalang Kecamata Labuapi Lombok Barat. Diperlukan workshop dan pendampingan bagi masyarakat desa Kuranji Dalang tentang memperkokoh modal sosial nelayan dalam menghadapi era digital 4.0. Adapun sasaran kegiatan ini adalah masyarakat pesisir pantai Kuranji Bangsal yaitu perempuan nelayan agar memiliki usaha sampingan untuk membantu ekonomi keluarga. Kegiatan ini berlangsung dengan beberapa tahapan antara lain; Tahap persiapan yaitu melakukan observasi terkait kondisi sosial masyarakat agar dalam pelaksanaan kegiatan tepat sasaran. Tahap Kedua yaitu; memetakan kegiatan yang dilaksanakan bersama perempuan di dusun Bangsal desa Kuranji Dalang. Tahap Ketiga; memberikan pemahaman kepada masyarakat melalui workshop dan mendiskusikan produk unggulan yang diproduksi bersama, serta memperkenal aplikasi (www.ikansegara.com) yang dapat dipergunakan untuk menjual hasil nelayan sekitar. Tahap keempat; membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUB) Homemade Bangsa yang dilakukan oleh perempuan nelayan Dusun Bangsal, Kuranji Dalang. Tahap Keempat; mendampingi Kelompok Usaha Bersama (KUB) Homemade Bangsa dalam memproduksi Kerupuk Ikan. Tahap Kelima yaitu mendampingi Kelompok Usaha Bersama (KUB) Homemade Bangsa dalam mengemas produk serta melakukan pemasaran melalui aplikasi (www.ikansegara.com). Tahap akhir; evaluasi; refleksi pengalaman dan harapan kedepan. Hasil Kegiatan; 1. terjalin hubungan yang erat antar sesama anggota; 2. meningkatkan keterampilan dalam pengolahan hasil laut; 3. menambah penghasilan keluarga; 4. Terdapat kemudahan dalam melakukan pemasaran hasil dan olahannya melalui aplikasi (www.ikansegara.com).
Peningkatan Literasi Digital dan Sosial Melalui Fasilitasi Pembentukan dan Aktivasi Kelompok Nelayan Muda Desa Kuranji Dalang Jurnal Pepadu; Muhammad Arwan Rosyadi; Syarifuddin Syarifuddin; Suthami Ariessaputra; Khalifatul Syuhada; Dedi Ramdan
Jurnal Pepadu Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Pepadu
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v4i2.2369

Abstract

Mayoritas nelayan (termasuk nelayan muda) Desa Kuranji Dalang bekerja secara konvensional, tidak memahami pentingnya praktik literasi digital dan sosial, sehingga tidak adaptif terhadap teknologi informasi kenelayanan dan bertindak sosial sebatas teknis (yang insidental) tidak meliputi kerjasama strategis yang kontinyu. Diperlukan peningkatan kemampuan literasi digital dan sosial melalui fasilitasi pembentukan dan aktivasi kelompok nelayan muda yang melek literasi. Rekayasa sosial guna meningkatkan literasi digital dan sosial, sekaligus membentuk kelompok nelayan muda Desa Kuranji Dalang yang aktif dan literatif sebagai solusi masalah sosial dan ekonomi. Pelaksanaan melalui tahap persiapan (observasi), tahap pelaksanaan kegiatan (fasilitasi pembentukan dan fasilitasi aktivasi), dan tahap akhir (refleksi dan evaluasi). Pada tahap pelaksanaan kegiatan fasilitasi pembentukan dilakukan kegiatan focus group discussion tentang urgensi literasi digital dan sosial, yang dilanjutkan pembentukan “Kelompok Nelayan Semeton Segara Desa Kuranji Dalang”. Pada tahap pelaksanaan kegiatan fasilitasi aktivasi dilakukan simulasi dan praktik akses informasi online serta alat dan aplikasi dalam menangkap ikan. Pada kegiatan refleksi, anggota kelompok nelayan bercerita pengalaman dan manfaat kegiatan fasilitasi serta rencana kegiatan kelompok ke depan.
Strategi Survival Pekerja Migran di Masa Pandemi Covid-19 di Suralaga, Lombok Timur Saipul Hamdi; Syarifuddin Syarifuddin; Oryza Pneumatica Indrasari; Mutia Maesarah
JURNAL SOSIAL EKONOMI DAN HUMANIORA Vol. 8 No. 2 (2022): JURNAL SOSIAL EKONOMI DAN HUMANIORA
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.133 KB) | DOI: 10.29303/jseh.v8i2.61

Abstract

The profession of immigrant workers is a very promising profession and is the main source of finance for workers and their families left behind. The money they get is usually used for various needs including building a house, financing children's education and also as business capital. However, with the emergence of the Covid-19 pandemic, this group of migrant workers is finding it difficult to maintain their businesses. This article aims to find out the economic challenges faced by migrant workers during the pandemic, and the strategies used by groups of migrant workers to survive amidst the threat of the Covid-19 economic crisis. This research was conducted for 6 months using qualitative research and analysis using phenomenology. Data collection techniques through observation-participation, FGD interviews, and documentation. This study took a sample of 25 people. The findings in the field show that the obstacles faced by migrant workers during the Covid-19 pandemic are in the form of termination of employment, wages that are not full, an increase in the price of goods, and also reduced money sent to families in Indonesia. As for the survival strategy carried out by groups of migrant workers during this pandemic, by doing farming, raising livestock and also utilizing the remaining savings from their results to become migrant workers. In addition, the government provides assistance such as BST assistance, MSME development and also provides training in the form of catfish or the so-called prinisan catfish cultivation program (Bule Baper). Apart from this strategy, there are also other strategies such as returning to being a migrant worker through legal and illegal channels.