Alwi La Masinu
STKIP Kie Raha Ternate

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Fenomena Gunung Api Gamalama Terhadap Dampak Aliran Lahar Alwi La Masinu; Mohamad Riva; Darno La Mane
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 23, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.842 KB)

Abstract

Fenomena erupsi gunung api gamalama Ternate tahun 2012 di picu oleh gempa tektonik lokal yaitu sebanyak 39 kali, Gempa vulkanik dalam 39 kali, Gempa vulkanik dangkal 11 kali dan beberapa gempa jenis lainnya, hal ini akan memicu pergerakan aliran fluida untuk melewati pipa kepundaan dan menuju pada bagian permukaan. Pada saat terjadi erupsi material gunung api masih terkumpul diatas fasies piroksimal kemudian terjadi hujan lebat akan membentuk lahar dingin (lahar sekunder) akibatnya menimbulkan kerusakan di beberapa kelurahan Kota Ternate. Potensi banjir lahar dingin akan lebih cepat untuk memindahkan material gunung api dari atas fasies piroksimal, yang melewati lembah terutama di kemiringan lereng > 40%. Jumlah hari hujan yang terjadi cukup besar setiap bulannya di Kota Ternate (tahun 2012) terutama pada bulan Januari hingga Juli. Bulan Agustus sampai Oktober curah hujan berkurang kemudian terjadi peningkatan curah hujan di bulan November dan Desember.DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um017v23i22018p113
Sistem Tektonik dan Implikasinya terhadap Gempa Bumi di Pulau Halmahera Alwi La Masinu; Arisius Yustesia; Suwardi Suwardi
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 23, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.994 KB)

Abstract

Kawasan Maluku Utara merupakan wilayah dengan tingkat aktifitas tektonik cukup tinggi dan dipengaruhi oleh kondisi tektonik regional dan lokal. Lokasi gempa bumi terasa berada di enam bagian yaitu Pulau Halmahera, Laut Maluku, subduksi busur Halmahera-Laut Maluku, Jailolo Halmahera Barat, Halmahera bagian selatan dan Pulau Morotai. Hasil analisis data tektonik gempa bumi menunjukkan bahwa kekuatan gempa bumi 5,0 magnitudo, yang berpusat di Jailolo Kabupaten Halmahera Barat dan sekitarnya yang berlangsung selama dua bulan, yang menyebabkan banyak bangunan rusak berat dan ringan berada di skala III-IV (Modified mercally intensity). Kerusakan bagunan yang berkaitan dengan gempa bumi swarm di Jailolo menunjukan bahwa gempa bumi ini dibangkitkan oleh sebuah mekanisme patahan turun normal (fault) dengan kecendrungan strike berarah utara-selatan. Dari hasil analisis ini diperkirakan ada sebuah mekanisme depresi lokal yang terjadi di bawah permukaan zona gempa bumi sebagai hasil subduksi serta interaksi antara busur Halmahera dan Lamepeng Laut Maluku.DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um017v23i12018p020