Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pembuatan Bioetanol dengan Cara Hidrolisis Menggunakan Kertas Koran Bekas serta Pemurnian Menggunakan Agen Pengering (MgSO4, Na2SO4, dan CaCl2) Charisma Nurwiyono Putri; Budi Utami
JC-T (Journal Cis-Trans): Jurnal Kimia dan Terapannya Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : State University of Malang or Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.845 KB) | DOI: 10.17977/um026v1i12017p010

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) memanfaatkan kertas koran bekas sebagai bahan baku pembuatan bioetanol dan (2) mengetahui keefektifan Na2SO4, CaCl2, dan MgSO4 sebagai zat untuk memurnikan bioetanol. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen. Pembuatan bioetanol diawali dengan proses pretreatment untuk delignifikasi. Hidrolisis kertas koran dilakukan secara enzimatis menggunakan enzim selulase. Metode pemurnian bioetanol dari kertas koran dilakukan dengan metode destilasi yang dilanjutkan dengan metode desiccantion menggunakan bahan pengering MgSO4, Na2SO4, dan CaCl2. Uji karakterisasi bioetanol menggunakan instrumen Gas Chromatography/Mass Spectroscopy (GC-MS) dan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Pengukuran kadar bioetanol menggunakan instrumen Gas Chromatography (GC). Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa: (1) kertas koran dapat digunakan sebagai bahan pembuatan bioetanol generasi kedua dengan proses pretreatment, hidrolisis enzimatis, fermentasi, dan destilasi (2) zat MgSO4, Na2SO4, dan CaCl2 dapat digunakan untuk memurnikan bioetanol dari kertas koran. Zat MgSO4 merupakan agen pengering yang paling optimum untuk memurnikan bioetanol dari kertas koran. This research was performed to: (1) utilize newspaper as raw material for bioethanol production and (2) examine the effectively of bioethanol purification of newspaper by using Na2SO4, CaCl2, and MgSO4 substances. This research was used by experimental method. First step of bioethanol production wasconducted using a pretreatment process to break down the lignin content. Hydrolysis of newspaper was done enzymatically using the cellulose enzyme. Bioethanol purification method of newspaper was done through destillation and desiccantion methods using MgSO4, Na2SO4, and  CaCl2 as drying agent. Bioethanol characterization was determined by Gas Chromatography/Mass Spectroscopy (GCMS) and  Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). The results of this research indicated as follows: (1) newspaper can be used as raw material for second generation of bioethanol production with pretreatment process, enzymatical hydrolysis, fermentation, and destillation and (2) NaSO4, CaCl2, and MgSO4 substances can be used to purify bioethanol with MgSO4 as the most optimum substances for  purifying bioethanol from newspaper.
Ekstraksi Tannin dari Daun Sirsak (Annona muricata L.) sebagai Pewarna Alami Tekstil Nana Chintya; Budi Utami
JC-T (Journal Cis-Trans): Jurnal Kimia dan Terapannya Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : State University of Malang or Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.223 KB) | DOI: 10.17977/um026v1i12017p022

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) menentukan rasio kombinasi pelarut etanol 96%-air yang optimal untuk ekstraksi tannin daun sirsak, (2) menentukan waktu ekstraksi yang optimal untuk ekstraksi tannin daun sirsak, (3) menentukan bahan fiksasi yang tepat agar dihasilkan ketahanan luntur warna yang optimal untuk pewarna alami tannin daun sirsak, dan (4) Menemukan zat pewarna alami dari daun sirsak yang dapat diaplikasikan sebagai pewarna alami tekstil yang berkualitas dan ramah lingkungan.Penelitian menggunakan metode eksperimen. Daun sirsak dikeringkan, dihaluskan, kemudian disokletasi pada suhu 80˚C (rasio pelarut etanol-air = 1:1, 1:2, 1:4, waktu ekstraksi = 1, 2, 3 jam). Analisa kualitatif tannin dengan metode FeCl3. Analisis kuantitatif tannin dengan metode Folin-ciocalteu. Proses pewarnaan kain meliputi mordanting , pewarnaan, fiksasi (dengan tunjung, kapur, tawas). Uji ketahanan luntur warna dengan Laundrymeter dan Crockmeter. Hasil penelitian: (1) rasio kombinasi pelarut etanol 96%-air yang optimal untuk ekstraksi tannin daun sirsak adalah 1:1, (2) waktu ekstraksi optimal untuk ekstraksi tannin daun sirsak adalah 2 jam, (3) bahan fiksasi yang menghasilkan ketahanan luntur warna yang optimal untuk pewarna alami daun sirsak adalah tawas, dan (4) ekstrak daun sirsak dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami tekstil dengan ketahanan luntur warna yang baik serta ramah lingkungan. This research aims to: (1) determine the optimum ratio of ethanol-water for the extraction of tannin from soursop leaves, (2) determine the optimum time for the extraction of tannin from soursop leaves, (3) determine the proper fixation material to produce optimal color fastness of natural dyes tannin from soursop leaves, dan (4) find a natural dye from soursop leaves that can be applied as a natural dye in textiles with high quality and environmentally friendly.This research used experimental method. Soursop leaf was extracted using soxhletation methods at 80oC (rasio of ethanol-water = 1:1, 1:2, 1:4, extraction time = 1, 2, 3 hours). The tannin qualitative test done with FeCl3 method.. The tannin quantitative test done with Folin-Ciocalteu method. Dyeing process included mordanting , coloring, fixation (with Tunjung, chalk, and Tawas). The color fastness was tested with Laundrymeter and Crockmeter. The research concluded that: (1) the optimum ratio of ethanol-water for extraction of tannins from soursop leaves is 1: 1, (2) the optimum time for extraction of tannin from soursop leaves is 2 hours, (3) fixation material that produces optimal color fastness of natural dyes soursop leaves is tawas, dan (4) the soursop leaf extract can be used as natural dyes in textiles that have good color fastness and environmentally friendly.
Sintesis dan Analisis Spektra IR, Difraktogram XRD, SEM pada Material Katalis Berbahan Ni/zeolit Alam Teraktivasi dengan Metode Impregnasi Nur Fitri Fatimah; Budi Utami
JC-T (Journal Cis-Trans): Jurnal Kimia dan Terapannya Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : State University of Malang or Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.618 KB) | DOI: 10.17977/um026v1i12017p035

Abstract

Dalam penelitian ini dilakukan penelitian tentang sintesis dan analisis spektra IR, difraktogram XRD, SEM pada material katalis berbahan Ni/zeolit alam teraktivasi dengan metode impregnasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) sintesis katalis Ni/zeolit dengan metode impregnasi, (2) karakteristik katalis Ni/zeolit menggunakan FT-IR, XRD, dan SEM, dan (3) perbandingan optimum Ni dan zeolit dalam sintesis katalis Ni/zeolit.Penelitian ini dilakukan menggunakan metode eksperimen laboratoris. Sintesis katalis Ni/zeolit  dibuat melalui pencampuran larutan Ni(NO3)2.6H2O dengan zeolit alam teraktivasi asam. Proses pencampuran dilakukan dengan variasi Ni yang terimpregnasi dalam zeolit alam teraktivasi sebanyak 0%, 5%, dan 10%. Identifikasi gugus fungsi hasil sintesis katalis Ni/zeolit ditentukan dengan FT-IR, identifikasi derajat kristalinitas Ni/zeolit ditentukan dengan XRD dan struktur morfologi katalis Ni/zeolit menggunakan mikrografi SEM.Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa: (1) katalis Ni/zeolit dapat disintesis dari larutan Ni(NO3)2.6H2O dengan variasi jumlah Ni yaitu 0%, 5%, dan 10% dengan metode impregnasi, (2) karakteristik katalis Ni/zeolit dapat diketahui dari analisis kristalinitas puncak-puncak zeolit dan Ni dalam difraktogram XRD, struktur morfologi SEM, serta analisis perubahan bentuk spektrum gugus fungi dengan menggunakan FT-IR, zeolit alam dengan logam Ni untuk menghasilkan katalis Ni/zeolit dengan perbandingan optimum adalah pada variasi Ni 5%. Hal ini didukung dengan hasil karakterisasi menggunakan SEM (Scanning Electron Microscope) yang menggambarkan morfologi permukaan katalis Ni/zeolit. This research is about the synthesis and analysis of IR spectra, XRD difractogram, SEM in the catalyst material made from Ni/zeolite nature is activated by impregnation method. This study is aimed to find out  (1) The method of  synthesis of catalyst Ni/zeolit with impregnation (2) The characteristics of the catalyst which is formed from the characterization results using SEM, FT-IR, and XRD (3) the optimum ratio of zeolit and Ni in the synthesis of catalyst Ni/zeolit.Synthesis of catalyst Ni/zeolit were done by impregnation. Method  with a variety of Ni concentration range 0 %, 5%, and 10%. Characterization of catalyst Ni/zeolit were produced covering the structure morphology and particle size using microgrpahy SEM (Scanning Electron Microscope). While characterization crystallization and the crystal size was performed using diffractogram of XRD (X-Ray Diffraction) and characterization with FT-IR.From this study it can be concluded that : (1) Ni/zeolit catalyst be synthesized from a solution of Ni(NO3)2.6H2O at variance 0%, 5%, and 10%  with impregnation method, (2) characteristics of Ni/zeolit catalyst were identified using SEM analysis in the form of uneven surface morphology, the XRD, the peaks of Ni/zeolit cryztallinity and FT-IR, (3) Comparison of optimum mixing from Ni and zeolit in the synthesis og Ni/zeolit catalyst on the results of analysis using XRD, SEM, and FT-IR is the Ni variance of 5%.