Pembiayaan yang diberikan Bank kepada Debitur sering mempunyai resiko tinggi, karena setiap debitur yang mengajukan pembiayaan ke Bank menghendaki agar pembiayaan yang diajukannya dapat diterima dengan syarat yang seringan-ringannya. Oleh sebab itu, analisa pembiayaan Bank sangatlah penting untuk menilai kondisi perusahaan, karena analisa tersebut ditujukan untuk mengetahui kemampuan debitur dalam pembayaran angsuran secara konsisten sehingga bank dapat mengkategorikan debitur yang layak untuk mendapat pembiayaan. Standar Operasional Prosedur (SOP) yang harus dibuat oleh bank mempunyai tujuan untuk menghindari adanya resiko yang tinggi dengan tujuan meletakkan kepercayaan dan untuk menghindari resiko pembiayaan macet atau pembiayaan kurang lancar yang mungkin terjadi. Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif yang dilakukan pada PT. Bank Perkreditan Rakyat Syariah Bhakti Sumekar Sumenep. Penelitian ini berusaha menjelaskan objek yang diteliti dari sudut pandang peneliti dengan tujuan memperoleh gambaran yang benar tentang obyek tertentu. Analisa yang dipakai dalam penelitian ini adalah Analisa Standar Operasional prosedur (SOP) dan Analisa 5C.  Berdasarkan latar belakang masalah, perumusan masalah dan landasan teori di atas, didapatkan bahwa analisa pembiayaan Bank sangatlah penting untuk menilai kondisi perusahaan, karena analisa tersebut ditujukan untuk mengetahui kemampuan debitur dalam pembayaran angsuran secara konsisten sehingga bank dapat mengkategorikan debitur yang layak untuk mendapat pembiayaan.Kata kunci: Keputusan Pembiayaan, Modal Kerja.