Muhpidah Muhpidah
Hasanuddin University

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBERDAYAAN PETANI DALAM PENINGKATAN NILAI TAMBAH BUAH CABE MELALUI PENGOLAHANNYA MENJADI ABON CABE Amran Laga; Muhpidah Muhpidah; Abd. Waris
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 7 No. 1 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 1 OKTOBER 2021
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v7i1.12561

Abstract

Cabai sebagai salah satu komuditi yang penggunaannya sudah cukup luas. Cabai digunakan sebagai pelengkap makanan, memberikan rasa pedas yang meningkatkan selera makan dan digunakan sebagai bumbu masakan. Rasa pedas yang dihasilkan oleh cabai karena adanya senyawa capcaisin yang terkandung secara alami di dalam buah cabai. Pemannfaatan cabai di kalangan masyarakat atau rumah tangga hanya terbatas pada pengolahan cabai segar menjadi bumbu atau sambal. Sehingga meskipun produktivitas cabai cukup tinggi akan tetapi tingkat konsumsi masyarakat yang masih rendah, menyebabkan banyak hasil panen cabai yang tidak laku terjual. Olehnya itu untuk meningkatkan konsumsi cabai dan mengurangi kerugian yang diderita di tingkat petani, perlu dilakukan pengolahan cabai menjadi produk dengan bentuk yang berbeda dari sambal, mempunyai cita rasa dan memiliki masa simpan yang lebih lama dibandingkan dengan buah segarnya dalam bentuk Abon Cabe. Kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui model transfer ilmu dan teknologi diversifikasi pengolahan abon cabe. Dalam kegiatan pengabdian ini menghasilkan produk abon cabe yang telah dikemas dilengkapi dengan label kemasan yang inovatif dan informatif. Kata kunci: Cabai, produk olahan, abon cabe. ABSTRACT chili is one of the commodities that are quitely used in food industry and daily life. Chili is used as a food complement, provides a spicy taste that enhances appetite and is used as a seasoning. The spicy taste produced by chilies is due to the capsaicin compound that is naturally founded in chilies. In household, chili is only limited to processing fresh chilies into spices or sauce. Even though the chili productivity is quite high, the level of public consumption is still low, causing many chili crops to be unsold. Therefore, to increase chili consumption and reduce losses that suffered at the farmer level, it is necessary to process chilies into a product that is different from sauce, has a taste and has a longer shelf life compared to fresh fruit in the form of Chili Floss. This activity is carried out using a model of knowledge transfer and technology diversification in the processing of chili floss. This activity involves the production of chili floss products that have been packaged with innovative and informative packaging labels. Keywords: Chili, processed products, chili floss.
HILIRISASI INOVASI PANGAN: PROGRAM PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA MELALUI PRODUKSI OTAK-OTAK BERBASIS SURIMI IKAN Meta Mahendradatta; Muhpidah Muhpidah; Mahfud Palo; Arfina Sukmawati Arifin; Nur Fiqih Hijriani
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 3 APRIL 2026
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v11i3.47470

Abstract

Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK) telah dilaksanakan melalui kegiatan pemberdayaan mahasiswa dan alumni Universitas Hasanuddin dalam wirausaha berbasis pengolahan pangan, khususnya produksi otak-otak dengan bahan dasar surimi ikan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan kewirausahaan mahasiswa dan alumni melalui hilirisasi produk hasil riset menjadi produk unggulan kampus. Metode pelaksanaan mencakup persiapan sarana, pelatihan teknis pembuatan surimi dan otak-otak, pelatihan manajemen usaha, pendampingan produksi, serta evaluasi pengetahuan dan analisis data penjualan (atau analisis laba rugi awal). Hasil post-test menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dengan skor rata-rata 85, menandakan mayoritas telah menguasai alur produksi surimi dan otak-otak. Produksi dilakukan secara rutin, yaitu surimi sebulan sekali dan otak-otak setiap minggu, dengan total penjualan 135 box selama enam minggu dan laba kotor kumulatif sebesar Rp.863.000,-. Tren penjualan dan laba kotor menunjukkan penerimaan pasar yang baik meskipun terdapat fluktuasi akibat variasi biaya produksi. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan wirausaha mahasiswa dan alumni serta mendorong hilirisasi inovasi produk pangan menjadi unit usaha kampus yang berkelanjutan.    Kata kunci: Otak-otak, surimi, pemberdayaan mahasiswa. ABSTRACT Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK) was implemented to empower students and alumni of Hasanuddin University in food-based entrepreneurship through the production of fish surimi-based otak-otak. The program aimed to strengthen entrepreneurial competence while promoting research-based products as the university’s advanced innovations. Activities included facility preparation, technical training on surimi and otak-otak processing, business management training, production mentoring, and evaluation of knowledge and market acceptance. Post-test assessments showed a significant improvement, with an average score of 85, indicating that participants had adequately mastered the production process. Regular production was established, with surimi prepared monthly and otak-otak produced weekly, resulting in 135 boxes sold over six weeks. Sales performance and gross profit indicated positive market reception with a cumulative gross profit of IDR.863,000. These findings demonstrate that the program effectively enhanced entrepreneurial skills and fostered the downstreaming of food innovation into a sustainable campus-based business unit. Keywords: Otak-otak, surimi, student empowerment.