Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Ribka Tjiptaning's Provocative Speaking Action in Social Media: Forensic Linguistic Study Sarifuddin Kamaruddin; Tadjuddin Maknun; Ery Iswary
Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Vol 7 No 4 (2021): Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.488 KB) | DOI: 10.35326/pencerah.v7i4.1588

Abstract

This study aims to: (1) explain the lingual form of inciting Ribka Tjiptaning on social media and (2) explain the meaning of denotation and the incitement connotation of Ribka Tjiptaning on social media. The data in this study are language that contains the crime of incitement by Ribka Tjiptaning on the social media YouTube. While the source of data in this study is the social media youtube. The method used in this research is descriptive with qualitative approach, data collection techniques in the form of look-see and take notes. Data were analyzed using qualitative content analysis (qualitative content analysis). The results of this study indicate that: the data containing denotative and connotative meanings in Ribka Tjiptaning's utterances on social media YouTube amounted to 7 denotative meanings and 5 connotative meanings. Ribka Tjiptaning's speech contained rejection and accusations that the government was playing with the Covid 19 vaccine. This speech is an act against the law by disseminating information that can provoke / incite.
A Hate and Provocative Speech Act in Social Media: A Forensic Linguistics Study Sarifuddin Sarifuddin; Maknun Tadjuddin; Ery Iswary
ELS Journal on Interdisciplinary Studies in Humanities Vol. 4 No. 3 (2021): SEPTEMBER
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.5 KB) | DOI: 10.34050/elsjish.v4i3.18196

Abstract

This study aims to: (1) explain the types of provocative speech acts of Natalius Pigai on YouTube social media, (2) explain the forms of provocative speech acts on YouTube social media. The data in this study are languages ​​that are supposed to contain provocative criminal acts on YouTube social media. The data source in this study is the social media YouTube. The method used in this research is descriptive qualitative method, data collection techniques in the form of viewing and documentation. The data were analyzed using the steps of (1) identifying, (2) classifying, and (3) analyzing. The results of this study indicate that: Natalis Pigai's utterances on social media contain literal indirect speech acts, while locutionary speech acts use declarative locutions, expressive illocutions, and get hearer to think about perlocutions (make the interlocutor think about). These statements violate the Criminal Code, Article 160 and Article 161 regarding sedition. Keywords: provocative speech acts, social media, forensic linguistics. Keywords: provocative speech, social media, forensic linguistics.
Analisis Campur Kode pada Percakapan Mahasiswa Pascasarjana Linguistik Universitas Hasanuddin Angkatan 2020 di Grup Whatsapp A. Murni Al; Mardi Adi Armin; Ery Iswary
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.1882

Abstract

Di dalam berkomunikasi, tak jarang penutur menggunakan dua bahasa atau lebih untuk berkomunikasi dengan orang lain. Sosiolinguistik merupakan sub-disiplin dari ilmu linguistik yang berfokus untuk mengkaji hubungan bahasa dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji jenis atau bentuk campur kode dalam media grup Whatsapp. Objek fokus dari penelitian ini adalah percakapan mahasiswa program Pascasarjana Linguistik Universitas Hasanuddin Angkatan 2020 di grup Whatsapp. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari percakapan mahasiswa di grup Whatsapp. Data dianalisa dengan menggunakan metode simak dan metode catat. Metode simak dilakukan dengan mengamati percakapan para mahasiswa di grup Whatsapp tersebut. Kemudian, penulis menggunakan metode catat yaitu metode yang dilakukan untuk mencatat percakapan yang terjadi. Data dikategorikan berdasarkan jenis-jenis yang telah ditentukan sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para mahasiswa sangat sering menggunakan campur kode (code-mixing) untuk berinteraksi satu sama lain. Adapun tujuan dari penggunaan campur kode tersebut yaitu untuk 1) memberitahukan sesuatu, 2) menegaskan sesuatu, 3) menjelaskan sesuatu, dan 4) menghibur.
Tindak Tutur Bahasa Toraja pada Kolom Komentar Media Sosial Facebook Kareba Toraja Junita Sampe; Tadjuddin Maknun; Ery Iswary
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.1954

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis dan bentuk tindak tutur bahasa Toraja yang digunakan dalam media sosial pada kolom komentar di laman Kareba Toraja. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat jenis dan bentuk pada komentar berbahasa Toraja di laman Kareba Toraja. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, baca, simak, sadap, simak bebas libat cakap, catat dan terjemahan. Data dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Jenis tindak tutur yang ditemukan adalah jenis tindak tutur ilokusi dengan bentuk bentuk asertif, direktif, ekspresif dan tidak ditemukan tindak tutur komisif dan deklaratif. Bentuk asertif terdiri atas bentuk menegaskan dan memberi informasi. Bentuk direktif terdiri atas menyuruh dan menyarankan. Bentuk ekspresif terdiri atas terima kasih, memuji dan menyalakan. Tidak ditemukan adanya jenis tindak tutur lokusi dan perlokusi serta tindak tutur bentuk deklaratif.