Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBERDAYAAN TERHADAP KINERJA ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA DEPOK JAWA BARAT Muh. Kadarisman
Mimbar Hukum - Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Vol 24, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.573 KB) | DOI: 10.22146/jmh.16135

Abstract

Organisation performance is of the utmost importance, as through performance the degree of achievement can be seen. Such achievement must be in accordance with the pre-determined mission as a ground to complete the tasks. This study aims to learn the effect of empowerment towards the performance of Depok City Legislation Council. This study employs a quantitative approach and the path analysis model. The research results shows: (1) the effect of the empowerment to DPRD performance is significant, (2) the effect of a collaborative team on DPRD performance is not significant, (3) the effect of the superior on DPRD performance is not significant, and (4) the effect of communication effort on the DPRD performance is not significant. Kinerja suatu organisasi sangat penting, karena dengan adanya kinerja maka tingkat pencapaian hasil akan terlihat. Tingkat pencapaian tersebut seharusnya sesuai dengan misi yang telah ditetapkan sebagai landasan untuk melakukan tugas yang diemban. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh pemberdayaan atas kinerja DPRD Depok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif serta analisis jalur (path analysis). Dari hasil penelitian yang diperoleh dapat diketahui bahwa pengaruh pemberdayaan atas kinerja DPRD signifikan, pengaruh tim yang mampu kerjasama atas kinerja Anggota DPRD tidak signifikan. Pengaruh pimpinan atas kinerja Anggota DPRD tidak signifikan, dan pengaruh komunikasi atas kinerja Anggota DPRD tidak signifikan.
ANALISIS PENGEMBANGAN KARIER APARATUR SIPIL NEGARA DI PEMERINTAH KOTA DEPOK Muh. Kadarisman
Jurnal Manajemen Kepegawaian Vol 12 No 2 November (2018): Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS
Publisher : Badan Kepegawaian Negara | The National Civil Service Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.53 KB)

Abstract

Dalam upaya pencapaian tujuan Pemerintah Kota Depok, Aparatur Sipil Negara mempunyai peranan yang sangat strategis dalam mengemban tugas pelayanan publik, tugas pemerintahan, dan tugas pembangunan tertentu.Oleh karena itu, Aparatur Sipil Negara harus memiliki profesi dan karier berdasarkan pada sistem merit. Dalam Undang-Undang Aparatur Sipil Negaradiamanatkan bahwa pengembangan karier Aparatur Sipil Negara adalah bagian integral dari Manajemen Aparatur Sipil Negara, namun di Pemerintah Kota Depok terdapat indikasi belum optimalnya pelaksanaan pengembangan karier Aparatur Sipil Negara tersebut, terutama dilihat dari aspek objektivitas, keadilan, dan transparansi. Penelitian ini mencoba menganalisis pengembangan karier Aparatur Sipil Negara di Pemerintah Kota Depok tersebut. Penelitian menggunakan metode deskriptif dan desain kualitatif. Hasil penelitian, pengembangan karier Aparatur Sipil Negaradi Pemerintah Kota Depok, tidak hanya menguntungkan Aparatur Sipil Negara secara perseorangan, tetapi juga menguntungkan organisasi Pemerintah Kota Depok. Dengan pengembangan Aparatur Sipil Negara secara merit system untuk jabatan-jabatan tersebut, maka organisasi Pemerintah Kota Depok mendapat jaminan persediaan pegawai-pegawai yang kompeten, dapat dipercaya dan handal. Kata kunci: pengembangan karier, Aparatur Sipil Negara, sistem merit, pemerintah kota depok
MENGHADAPI PENSIUN DAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PEGAWAI NEGERI SIPIL Muh. Kadarisman
Jurnal Manajemen Kepegawaian Vol 5 No 2 November (2011): Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS
Publisher : Badan Kepegawaian Negara | The National Civil Service Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.201 KB)

Abstract

Memasuki usia pensiun adalah suatu proses berakhirnya masa kerja secara rutin dan mulai memasuki masa pensiun. Masa pensiun, kadang merupakan masa yang cukup memprihatinkan, karena adanya persepsi yang kurang tepat dalam memaknai masalah pensiun. Dampak yang sering muncul saat pensiun adalah sebagai akibat ketidaksiapan seseorang menghadapi pensiun. Kondisi demikian biasanya juga diikuti oleh adanya perubahan, dan kemunduran fisik. Saat aktif berdinas, di samping mendapat imbalan material dalam bentuk gaji, kekayaan dan macam-macam fasilitas material, juga memperoleh social reward yang non material yaitu status sosial dan prestis sosial. Maka rasa kebanggaan dan minat besar terhadap pekerjaan dengan segala pangkat, jabatan, penghormatan, dan simbol-simbol kebesaran menjadi insentif kuat bagi seseorang untuk mencintai pekerjaan. Masa pensiun merupakan akhir dari pola hidup seseorang dalam dinas, atau dapat pula disebut sebagai masa transisi ke pola hidup yang baru. Dalam konteks ini, pensiun selalu menyangkut perubahan peran, perubahan keinginan dan nilai. Dukungan dan pengertian dari orang-orang terdekat, khususnya keluarga akan sangat membantu pensiunan dalam menyesuaikan dirinya sehingga membangkitkan kembali semangat serta rasa percaya dirinya dalam menghadapi realitas kehidupan. Kata Kunci: Usia Pensiun, Kesejahteraan Psikologis, Pegawai Negeri Sipil