Abstract This article discusses the doubts born in Jakarta about Covid-19 vaccination that has an impact on the crisis of public trust. In the world of health, vaccination becomes part of the health body because it has the function to prevent various diseases so that it has the potential to save lives and of course have a good impact on the economy of a country. The purpose of this article is to examine (1)the factors behind the public's hesitation in vaccinating, (2)how the government responds to this, (3) the impact of these doubts. In conducting the research, researchers used qualitative research methods with descriptive analysis techniques, with a case study approach. The case study raised is about the doubts of the people of Jakarta in vaccinating Covid-19. In collecting data, researchers used library studies sourced from articles as well as journals. The results of this study show that doubts born in the community are caused by people who are not pro to the government. Not only that, there are other indicators, namely distrust of science, distrust of the government and pharmaceutical companies, excessive attitudes from the government to influence the public, and the continuity of communication between the public and the government. Keywords: disinformation, public distrust, covid-19 vaccination Abstrak Artikel ini membahas mengenai keraguan yang lahir di masyarakat Jakarta engenai vaksinasi Covid-19 yang berdampak pada krisis kepercayaan masyarakat. Dalam dunia kesehatan, vaksinasi menjadi bagian dari tubuh kesehatan karena didalamnya memiliki fungsi untuk mencegah berbagai penyakit sehingga berpotensi dalam menyelamatkan nyawa dan tentunya berdampak baik pula terhadap perekonomi suatu negara. Tujuan dituliskannya artikel ini yakni untuk mengkaji (1)faktor yang melatarbelakangi masyarakat ragu melakukan vaksinasi, (2)bagaimana sikap pemerintah merespon hal ini, (3) dampak daripada keraguan ini. Dalam melakukan penelitian, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik deskriptif analisis, dengan pendekatan studi kasus. Studi kasus yang diangkat yakni mengenai keraguan masyarakat Jakarta dalam melakukan vaksinasi Covid-19. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan studi perpustakaan yang bersumber dari artikel serta jurnal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keraguan yang lahir di masyarakat disebabkan oleh masyarakat yang tidak pro kepada pemerintah. Tak hanya itu, terdapat indikator lainnya yakni adanya ketidakpercayaan akan sains, ketidakpercayaan akan pemerintah serta perusahaan farmasi, sikap berlebihan dari pemerintah untuk mempengaruhi publik, serta adanya ketidaksinambungan komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah.