Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

POLA JARINGAN KOMUNIKASI KELOMPOK DALAM MENUMBUHKAN SOLIDARITAS AKSI UNJUK RASA MAHASISWA DI KOTA MAKASSAR Zulfikar Zulfikar; Jeanny Maria Fatima
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.2 No.4 Oktober - Desember 2013
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v2i4.336

Abstract

Abstrak Aksi unjuk rasa merupakan salah satu bentuk gerakan yang dilakukan oleh kelompok mahasiswa untuk menyampaikan segala tuntutan dan aspirasi mereka demi sebuah perubahan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh jaringan komunikasi dan bagaimana pola jaringan komunikasi yang digunakan kelompok dalam menumbuhkan solidaritas aksi unjuk rasa mahasiswa di Kota Makassar. Penelitian ini dilaksanakan di tiga Universitas di Kota Makassar yaitu Universitas Negeri Makassar, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar dan Universitas Muhammadiah Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (Field Research), penelitian ini menggunakan pendekatan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain regresi liniear sederhana dan pendekatan kuantitatif dilakukan dengan mewawancarai ketua lembaga dan koordinator aksi atau jendral lapangan untuk mengetahui jenis pola jaringan komunikasi yang digunakan dalam menumbuhkan solidaritas aksi unjuk rasa mahasiswa di Kota Makassar. Penelitian ini menyatakan bahwa jaringan komunikasi mempunyai pengaruh dalam menumbuhkan solidaritas aksi unjuk rasa mahasiswa, dengan besaran pengaruh r = 0,432 atau 43,2% (korelasi sedang), selebihnya 56,8% solidaritas mahasiswa dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti sebagai variabel mempengaruhi (prediktor). Pada kelompok organisasi mahasiswa yang diteliti terdapat dua jenis pola jaringan komunikasi yang digunakan dalam menumbuhkan solidaritas mahasiswa yaitu model jaringan rantai (chin) dan model jaringan bebas (all-channel). Abstract The demonstration is a form of movements performed by students of university group to deliver all the demands and aspirations for a change. The purpose of this research is to determine the effect of communication networks and how patterns of communication network used in grow up demonstration solidarity students of university in Makassar. This research is conducted at three universities in Makassar; there were Makassar State University (UNM), Alauddin-Makassar State Islamic University (UIN Makassar) and Muhammadiyah Makassar University (Unismuh Makassar). This type of research is the Field Research; this research used quantitative and qualitative research methods. The Research design used in this research was the design of a simple regression linear and quantitative approach is conducted by interviewing agency chairman and general coordinator of the action or the field to know the type of pattern used in communication networks grow up demonstration solidarity students of university in Makassar. This research finds that the influence of communication networks in demonstration solidarity students of university, with the amount of influence r = 0.432 or 43.2% (moderate correlation), the remaining 56.8% of solidarity students of university influenced by other variables not examined as a variable influence (predictors). In the studied group of student organizations, there are two types of patterns of communication network used in the student solidarity chain network model (Chain) and free network model (All-channel). 
PEMAHAMAN DAN SIKAP GURU WANITA TENTANG INFORMASI BALITA SEHAT DAN POLA PENGASUHAN ANAK DI KOTA KUPANG Salvador Guterres; Jeanny Maria Fatima
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.1 No.1 Januari - Maret 2011
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v1i1.372

Abstract

Abstract This research aims to know the difference levels of knowledge and attitude of female teachers toward the examination of the information content of under- five’s health and the children taking care pattern through interpersonal communication and mass media. This research was conducted by using pre-experimental design. In this experiment, the multistage sampling was used to determine the number of respondents. So there was 28 respondents. So there was 28 respondents which conducted to be tested. The pretest and posttest was used was used to know how far the levels of knowledge and attitude of the female teachers in achieving the information of the under-five’s health and the children taking care pattern in Kupang Municipal. The research result shows that the levels and attitude of female teachers positively changed after conveying the information of the under-five’s health and children taking care pattern through interpersonal communication and mass media. Besides that, there was the difference level of score of knowledge and attitude of female teachers in the information content which consists of giving nutrient to the children (PMA) and the actual pattern of taking care (PPA) of them.Abstrak Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat perbedaan pengetahuan dan sikap guru-guru perempuan terhadap isi informasi kesehatan anak-anak melalui media massa dan saluran komunikasi antarpersonal. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan metode eksperimental murni. Dalam eksperimen digunakan multistage sampling yang digunakan untuk menetapkan jumlah responden. Ada 28 orang responden yang ditetapkan untuk diuji. Pada uji awal dan uji akhir dilakukan untuk mengetahui sejauh mana tingkat pengetahuan dan sikap guru-guru perempuan di kota Kupang bisa memperoleh informasi balita dan pola pengasuhan anak. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa informasi balita dan pola pengasuhan anak sebagian besar mereka peroleh melalui saluran-saluran komunikasi interpersonal (dari mulut ke mulut) dan juga media massa. Selain itu terdapat perbedaan tingkat skor pengetahuan dan sikap di kalangan para guru perempuan terhadap isi informasi yang mereka terima, terutama dalam hal pemberian makanan yang bergizi dan pola pengasuhan anak.