Hafied Cangara
Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMANFAATAN SALURAN KOMUNIKASI DALAM PENYERAPAN ASPIRASI MASYARAKAT OLEH PUSAT PELAYANAN INFORMASI DAN PENGADUAN ( PINDU) PEMERINTAH KABUPATEN PINRANG Siti Fatimah; Hafied Cangara
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.5 No.1 Januari - Juni 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v5i1.1885

Abstract

This research aimed to illustrate and study the utilization of communication channels in the absorption of the community aspirations by the Information and Complaint Service Center (PINDU) in the Local Government of Pinrang Regency. The research was a Communication Channel Study which was qualitative. The data collection used the techniques of observation, interviews. The data were then analyzed using data, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The data obtained from the observation were presented in the form of pictures/photography, while the data obtained from the library study were presented in the form of quotation in order to support the research findings. The research results revealed that the utilization process of the community channels in absorbing the community aspirations by the Information and Complaint center (PINDU), in the local Government of Pinrang Regency was already in accordance to the Standard Operational Procedure (SOP) and the Work Flow Of PINDU, such as the circular Communication Model. The Community of Pinrang Regency and Work Unit of the Local Force (SKPD) had utilized the facilities of the Information and Complaint Service Center (PINDU), when there was a complaint from the community, the community had utilized the communication channels and then processed through PINDU by SKPD. The form/type of the community aspirations were accepted by PINDU when the aspirations were related to the performance of the local Government of Pinrang Regency, such as complaints, suggestions, oral or written information and they were delivered through the recommended communication channels, using the good and correct Indonesia Language in order to guarantee that the aspirations were well understood. Penelitian ini bertujuan mengambarkan dan mengkaji tentang Pemanfaatan Saluran Komunikasi dalam Penyerapaan Aspirasi masyarakat oleh Pusat Pelayanan Informasi dan Pengaduan (PINDU) Pemerintah Kabupaten Pinrang. Penelitian ini merupakan studi saluran komunikasi yang bersifat kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui obesrvasi,wawancara. Data dianalisis dengan menelaah, mereduksi, menyajikan, dan penarikan kesimpulan. Data hasil observasi disajikan dalam bentuk gambar (foto). Data hasil studi kepustakaan disajikan dalam bentuk kutipan-kutipan untuk memperkuat temuan penelitian. Hasil penelitian menujukan bahwa proses pemanfaatan saluran komunikasi dalam penyerapan aspirasi masyarakat oleh Pusat Pelayanan Informasi dan Pengaduan (PINDU) Pemerintah Kabupaten Pinrang dalam proses pemanfaatan saluran komunikasi sesuai dengan alur penanganan pengaduan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) PINDU dan Alur kerja PINDU seperti model komunikasi sirkular untuk menyerap aspirasi masyarakat. Masyrakat Kabupaten Pinrang dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) telah mengunakan saran Pusat Pelayanan Informasi dan Pengaduan (PINDU) dengan adanya aduan masyarakat dengan mengunakan saluran komunikasi dan diproses melalui PINDU oleh SKPD. Aspirasi masyarakat diterima oleh PINDU dalam bentuk pengaduan yang ada kaitannya dengan kinerja pemerintah Kabupaten Pinrang berupa keluhan, saran, informasi dalam bentuk lisan dan tulisan disampaikan melalui saluran komunikasi. Dianjurkan untuk memakai bahasa Indonesia yang baik dan benar agar pengaduan dapat dimengerti dengan baik.
RINTANGAN KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA DALAM PERKAWINAN DAN PERCERAIAN ETNIS JAWA DENGAN PAPUA DI KOTA JAYAPURA (SUATU STRATEGI MANAJEMEN KONFLIK DALAM HUBUNGAN INTERPERSONAL PASANGAN SUAMI ISTRI) Rostini Anwar; Hafied Cangara
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.5 No.2 Juli - Desember 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v5i2.1906

Abstract

The research aims to (1) identify the barriers of communication between the pair of Javanese culture with Papua, which is still in wedlock or from couples who have divorced, (2) analyzing conflict management strategies in interpersonal relationships Javanese couples with Papua in addressing existing conflicts. Research using interpretive approach to qualitative research methods. Data obtained by conducting in-depth interviews with 15 informants, which consists of 5 couples who still harmony in marriage and two pairs ex-husband and wife who have been divorced, and 1 widow of marriage Javanese settled Papua in Jayapura. Based on the results of the study indicate that many married couples of different ethnic Papuans with Java, which tends to want to show the characteristic of the culture of self respective dominant one another. One source of conflict is due to misscommunication between two parties resulting from differences in ethnicity and its difficult to adjust the condition. This study shows that openness of communication between couples who either can not necessarily reduce the intensity of the conflict escalation process in a marital relationship. Factors communication style in Javanese with Papua (controlling, aggressive, coercive, domination and racist) contribute to determining the appearance of conflict. The ultimate solution is that they form a bond strong commitment and understanding of the need for diversity.  Penelitian bertujuan (1) mengidentifikasi rintangan komunikasi antar budaya pasangan etnis Jawa dengan Papua yang masih dalam ikatan perkawinan maupun dari pasangan yang telah bercerai, (2) menganalisa strategi manajemen konflik dalam hubungan interpersonal pasangan etnis Jawa dengan Papua dalam menyikapi konflik yang ada. Penelitian menggunakan pendekatan interpretatif dengan metode penelitian kualitatif. Data diperoleh dengan melakukan wawancara mendalam dengan 15 orang informan, yang terdiri dari 5 pasangan suami istri yang masih harmonis dalam ikatan perkawinan dan 2 pasangan mantan suami istri yang telah bercerai, serta 1 orang janda dari perkawinan etnis Jawa dengan Papua yang menetap di Kota Jayapura. Berdasarkan hasil penelitian mengindikasikan bahwa banyak pasangan suami istri berbeda etnis Papua dengan Jawa yang cenderung ingin menampilkan ciri khas budaya diri masing-masing secara dominan satu sama lain. Salah satu penyebab terjadinya konflik adalah karena adanya misscommunication diantara kedua belah pihak yang diakibatkan karena perbedaan etnis dan sulit nya menyesuaikan kondisi tersebut. Penelitian ini menunjukkan, keterbukaan komunikasi antar pasangan suami istri yang baik belum tentu bisa mengurangi intensitas konflik pada proses eskalasi hubungan dalam perkawinan. Faktor gaya komunikasi pada etnis Jawa dengan Papua (mengontrol, agresif, koersif, dominasi dan bersifat rasis) memberi kontribusi untuk menentukan munculnya konflik. Solusi utamanya adalah mereka membentuk ikatan komitmen yang kuat dan perlunya pemahaman akan adanya keberagaman.