Tunjung Sulaksono
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH KONFLIK NAHDLATUL WATHAN TERHADAP PERILAKU POLITIK MASYARAKAT LOMBOK TIMUR Siti Hidayatul Juma’ah; Tunjung Sulaksono; Riska Sarofah
Journal of Governance and Public Policy Vol 4, No 3 (2017): October 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jgpp.v4i3.3605

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konflik Nahdlatul Wathan terhadap perilaku politik masyarakat Lombok Timur. Nahdlatul Wathan atau disingkat NW merupakan organisasi sosial keagamaan terbesar di Lombok yang berpusat di Kabupaten Lombok Timur. Nahdlatul Wathan didirikan oleh Tuan Guru Hajji (TGH) Muhammad Zainuddin Abdul Madjid pada tahun 1953. Nahdlatul Wathan bergerak dalam bidang pendidikan, sosial dan dakwah, sehingga NW mempunyai kontribusi besar dalam pembangunan dan pemerintahan. Pasca meninggalnya TGH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid tahun 1997, Nahdlatul Wathan terpecah kedalam dua kubu, yakni kubu Rauhun (R1) yang berpusat di desa Pancor dan kubu Raihanun (R2) yang berpusat di desa Anjani. Pecahnya Nahdlatul Wathan sebagai organisasi terbesar di Lombok Timur tentu membawa dampak bagi kehidupan masyarakat. Dengan demikian menarik untuk melakukan penelitian terkait dengan pengaruh konflik Nahdaltul Wathan terhadap Perilaku Politik Masyarakat. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian kuantitaif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengambilan data melalui kuisioner dan studi pustaka, sedangkan teknik analisisa data menggunkan analisa statistic dengan memanfaatkan softwere SPSS.
Petahana Independen Dalam Perspektif Powercube Ahmad Fajar Rahmatullah; Tunjung Sulaksono
Jurnal PolGov Vol 3 No 1 (2021): Jurnal PolGov Volume 3 No. 1 Tahun 2021
Publisher : Departemen Politik dan Pemerintahan, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.391 KB) | DOI: 10.22146/polgov.v3i1.2307

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis fenomena petahana jalur independen dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak Kabupaten Tanjung Jabung Timur tahun 2020 dalam perspektif teori powercube oleh John Gaventa. Penelitian ini menarik karena calon petahana yang merupakan kader PAN yang notabene PAN mendominasi politik di tingkat lokal justru memilih jalur independen pada periode kedua. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara, analisis dokumen, dan studi pustaka. Penelitian ini menemukan bahwa hubungan dimensi level dan dimensi ruang sangat memengaruhi keputusan petahana untuk bertarung melalui jalur independen, sedangkan dimensi bentuk, yaitu penggunaan berbagai bentuk kekuasaan menentukan kemenangan petahana dalam kontestasi pilkada. Petahana menyadari bahwa kehilangan mesin partai adalah dari pilihan politik menggunakan jalur independen. Oleh sebab itu, dalam dimensi bentuk, petahana memaksimalkan penggunaan bentuk-bentuk kekuasaan, seperti visible power, hidden power, dan invisible power untuk memenangkan pilkada. Dalam dimensi bentuk inilah power petahana sangat terlihat, khususnya pada hidden power. Hidden power memengaruhi keputusan-keputusan elit di tingkat lokal dalam mendukung petahana mengamankan kemenangan.