Pemilihan lokasi yang tepat sangat penting karena pendirian cabangbaru BPR X ditujukan untuk memberikan pelayanan kepada nasabah dan calon nasabah yang ada di lokasi tersebut. Untuk mengurangi risiko kesalahan dalam memilih lokasi maka penting untuk mengetahui kriteria-kriteria lokasi yang potensial untuk usaha bisnis perbankan sebagai dasar dalam menentukan lokasi terbaik, selain itu diperlukan metode yang tepat yaitu metode pengambilan keputusan yang dapat mengkuantitatifkan data kualitatif dan metode yang mempertimbangkan kriteria-kriteria dalam pengambilan keputusannya.Metode Analytic Hierarchy Process(AHP)yang digunakan dalam penelitian ini menyelesaikan masalah dengan memecah ke dalam kelompok-kelompoknya kemudian diatur menjadi suatu bentuk hirarki. Metode AHP memakai persepsi manusia yang dianggap ahli sebagai input utamanya, selain itu metode ini memperhitungkan hal-hal kuantitatif dan kualitatif serta memiliki skala perbandingan yang jelas, bersifat resiprokal dan hasil keputusan mudah dianalisis.Kriteriayang didapat untuk dasar penentuan pembukaan kantor cabang dengan bobot tertinggi adalahkriteria kriminalitas sebesar 0,542dan bobot terendah adalah kriteria jumlah bank sebesar 0,047. Berdasarkan perhitungan nilai performansi, lokasi terbaik adalah Kecamatan Bantul mendapatkan nilai sebesar 3,798 sedangkan Kecamatan Banguntapan nilainya 3,207merupakan pilihan kedua.