Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : merpsy journal

Gambaran Resiliensi Pada Family Caregiver Pasien COVID-19 Yang Meninggal Budi Ingelia; Agustini Agustini
Merpsy Journal Vol 14, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/merpsy.v14i1.14848

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendapatkan gambaran resiliensi family caregiver pada pasien COVID-19 yang meninggal. Resiliensi merupakan proses di mana individu mampu mengelola tekanan atau peristiwa traumatis, seperti misalnya peristiwa kematian anggota keluarga. Individu yang resilien memiliki kapasitas untuk menghadapi rintangan serta melanjutkan hidup mereka lebih baik dari sebelumnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, pada empat orang partisipan. Hasil menunjukkan bahwa keempat partisipan sebagai family caregiver dari pasien COVID-19 memiliki resiliensi dengan kadar yang berbeda. Ditemukan pada partisipan pertama faktor komunitas kurang terpenuhi. Walaupun partisipan mendapatkan dukungan dan bantuan dari komunitas ketika pasien yang dirawatnya sakit dan meninggal,  sejak kematian pasien partisipan membatasi pergaulannya hanya pada lingkup keluarga dan pekerjaan dikarenakan tidak ingin menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mungkin ditanyakan seputar kematian pasien. Sementara itu, pada partisipan keempat, faktor konsep diri masih kurang positif. Partisipan melihat dirinya sebagai orang yang berempati besar, namun juga rapuh. Selain kedua hal tersebut, semua aspek dan faktor serta sumber pembentukan resiliensi terpenuhi pada keempat partisipan penelitian ini. Peneliti juga membahas temuan baru dalam penelitian ini, yaitu faktor-faktor yang dipercaya peneliti berperan memengaruhi bentuk resiliensi partisipan. Faktor-faktor itu adalah kedekatan family caregiver dan pasien; serta situasi saat pasien sakit dan setelah pasien meninggal. 
Gambaran Kepuasan Pernikahan pada Istri Pertama yang Dipoligami (Studi Pernikahan di Bawah 10 Tahun) Yanissya Purnomo; Agustini
Merpsy Journal Vol. 18 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/merpsy.v18i1.37857

Abstract

This study investigates marital satisfaction among first wives in polygamous marriages lasting less than 10 years. Using a phenomenological qualitative approach, four first wives married under 10 years were interviewed in-depth. The analysis focused on communication, commitment, emotional closeness, role distribution, and economic conditions. Findings reveal that before polygamy, marriages were relatively stable with clear communication and expectations of long-term unity. After polygamy commenced, all participants reported decreased marital satisfaction, characterized by reduced emotional intimacy, trust, communication, and altered commitment meanings. Key factors contributing to this decline included the husband's lack of transparency, changed time and attention allocation, imbalanced domestic roles, and economic instability from supporting a second family. The subjects went through emotional stages of shock, rage, and disappointment. While the presence of children became the primary reason for all subjects to stay, religious values and social support became the primary reinforcing factors for NV, FT, and YT in maintaining their relationships. In order to minimize changes in marital quality and long-term emotional impacts, psychological preparedness, transparency, relational fairness, and psychosocial support are necessary. This study demonstrates that polygamy in marriage phases under ten years has the potential to disrupt previously established relational stability