Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Typical Research-Based Learning Approach in Improving Al-Quran Interpretation in Higher Education Mahyuddin Barni
Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2022): Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/ji.v7i1.2231

Abstract

This review was review the typical research-based learning (RBL) approach in conducting surface interpretation in higher education. We believe the RBL approach is applied in general sciences and may be used in learning the Alquran room as a tool to understand specific lesson contexts. Therefore, we have reviewed many data sources from different databases searching electronically. The sources are publications for academic works such as journals, books, and websites. We analyzed that literature using a simple review approach such as coding system, interpretation, and taking conclusion to answer the question validly. After discussing the result, we may conclude that learning took by using multiple resources of the Koran that served in many different materials, texts, audio, to understand the meaning and relevance, questions, and even challenging text. Students organize, evaluate, and synthesize information and ideas as they construct the Qur’an text and signs. Keywords: Research-Based Learning Approach, Al Quran Interpretation, Research-Based Learning (RBL)
Trilogi Pendidikan Islam Dalam Al-Qur’an: Analisis Komparatif Al-Ta’lim, Al-Tarbiyah, Dan Al-Tazkiyah Muhammad Rajiannor; Mahyuddin Barni
Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin Vol. 3 No. 1 (2026): JIMMI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/jimmi.v3i1.454

Abstract

Pendidikan dalam pandangan Islam merupakan sebuah mekanisme fundamental dan sangat penting untuk melestarikan kesinambungan peradaban, dengan tujuan utama menanamkan nilai-nilai luhur dan membentuk karakter positif individu secara utuh. Agama Islam memberikan penekanan yang kuat terhadap keharusan menuntut ilmu sebagai sebuah proses sepanjang hayat (long life education), yang berfungsi sebagai modal esensial untuk menjalani kehidupan. Perintah pertama yang diturunkan, “iqra'”, secara eksplisit menegaskan urgensi ini. Dalam wacana keilmuan Islam, konsep pendidikan seringkali merujuk pada tiga istilah terminologis utama, yaitu Al-Ta’lim (pengajaran), al-tarbiyah (pembinaan atau pendidikan), dan al-tazkiyah (penyucian diri). Studi ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan fokus pada analisis etimologis dan terminologis untuk mengupas makna hakiki dari ketiga konsep tersebut, yang sumber acuannya bersumber dari refferensi yang relevan. Temuan penelitian ini menggarisbawahi bahwa secara substansial ketiganya saling melengkapi dan membentuk suatu kesatuan yang integral. Al-Ta’lim berpusat pada aspek kognitif melalui transfer pengetahuan (transfer of knowledge); Al-Tarbiyah mengadopsi pendekatan holistik yang meliputi dimensi moral, spiritual, sosial, dan fisik untuk mencapai pembinaan kepribadian yang seimbang; sementara Al-Tazkiyah berorientasi spesifik pada penyucian jiwa, yang mencakup proses pembersihan dari sifat buruk (al-takhalli) dan pengisian dengan sifat baik (al-tahalli) demi mewujudkan akhlakul karimah. Secara fungsional, Al-Ta’lim bertindak sebagai penyedia basis pengetahuan yang diperlukan. Al-Tarbiyah kemudian berfungsi memastikan ilmu yang diperoleh dihayati dan diamalkan secara nyata. Sementara itu, Al-Tazkiyah bertugas menyempurnakan moralitas dan etika. Sinergi harmonis dari ketiga konsep ini merupakan pencapaian ideal pendidikan Islam, yang bertujuan melahirkan individu yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berakhlak mulia, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan peradaban.