Sri Dewi Wulandari
STID Al Hadid Surabaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGEMBANGAN BUDAYA ISLAM PADA MASYARAKAT MULTIKULTURAL INDONESIA MENUJU CULTURAL WELLBEING Sri Dewi Wulandari
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 6 No. 2 (2021): Fikri: Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v6i2.1857

Abstract

Di era globalisasi, upaya pengembangan masyarakat Islam untuk mengatasi persoalan sosial masyarakat perlu diiringi usaha pengembangan budaya untuk membentuk sistem berperilaku yang mapan dan identitas diri masyarakat yang kuat. Penelitian mengenai topik pengembangan budaya (culture development) masih belum banyak dilakukan, khususnya dalam konteks masyarakat Indonesia. Penelitian ini berupaya mengembangkan komponen pengembangan budaya menuju cultural wellbeing sebagai bagian dari pengembangan masyarakat pada konteks masyarakat Indonesia dengan kekhasan multikulturalismenya. Dalam penelitian kualitatif ini, penulis menggunakan strategi penelitian grounded theory, sehingga memungkinkan peneliti untuk “memproduksi” teori umum mengenai pengembangan budaya pada masyarakat multikulturalisme di Indonesia. Dari penelitian didapatkan kesimpulan yakni, untuk mencapai kesejahteraan budaya pada konteks pengembangan masyarakat Indonesia, ada empat komponen pembangunan budaya yang perlu diperhatikan yakni antara lain: 1) pengembangan budaya lokal; 2) pengembangan budaya nasional dalam lingkup kehidupan komunitas lokal; 3) pengembangan multikulturalisme budaya dalam interaksi antar budaya-budaya lokal lainnya; dan 4) pengembangan budaya-budaya baru berbasis nilai-nilai universal yang menunjang pengembangan masyarakat. Keempat komponen tersebut bersifat saling pengaruh mempengaruhi untuk membentuk cultural wellbeing.
Tahapan Pemberdayaan Berbasis Aset Komunitas pada Desa Wisata Pentingsari Yogyakarta Putri Noer Aini; Sri Dewi Wulandari
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 4, No 1 (2021): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), August
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.224 KB) | DOI: 10.34007/jehss.v4i1.572

Abstract

One of the efforts to reduce poverty is through community asset-based empowerment, as has been done by the people of Pentingsari Village, Yogyakarta. Through the Pentingsari Tourism Village program, people who initially relied on income only from agriculture can now be more prosperous through village nature-based tourism management and the social life of village communities. Various development obstacles can be overcome by carrying out development stages. Therefore, the focus of this study is to determine the stages of asset-based empowerment carried out by the people of Pentingsari Village in 2008 - 2018. This study uses a literature study approach. Empowerment in Pentingsari Village shows a relevance to Christopher Dureau's asset-based empowerment theory. In this study, the findings of community asset-based development in Pentingsari Village from 2008-2018 include the six stages of empowerment. The implementation of these six stages has always involved the local community and has brought positive changes to the community. The implementation of the stage of studying and arranging scenarios (define), the stage of uncovering the past (discovery), and the stage of dreaming of the future are carried out continuously, with the role of the pioneer character being more dominant. After that, the asset mapping stage was carried out in a sustainable and sustainable manner, with the asset mobilization stage and the monitoring stage through routine forums attended by community members and village officials.
PENGEMBANGAN BUDAYA ISLAM PADA MASYARAKAT MULTIKULTURAL INDONESIA MENUJU CULTURAL WELLBEING Sri Dewi Wulandari
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 6 No. 2 (2021): Fikri: Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v6i2.1857

Abstract

Di era globalisasi, upaya pengembangan masyarakat Islam untuk mengatasi persoalan sosial masyarakat perlu diiringi usaha pengembangan budaya untuk membentuk sistem berperilaku yang mapan dan identitas diri masyarakat yang kuat. Penelitian mengenai topik pengembangan budaya (culture development) masih belum banyak dilakukan, khususnya dalam konteks masyarakat Indonesia. Penelitian ini berupaya mengembangkan komponen pengembangan budaya menuju cultural wellbeing sebagai bagian dari pengembangan masyarakat pada konteks masyarakat Indonesia dengan kekhasan multikulturalismenya. Dalam penelitian kualitatif ini, penulis menggunakan strategi penelitian grounded theory, sehingga memungkinkan peneliti untuk “memproduksi” teori umum mengenai pengembangan budaya pada masyarakat multikulturalisme di Indonesia. Dari penelitian didapatkan kesimpulan yakni, untuk mencapai kesejahteraan budaya pada konteks pengembangan masyarakat Indonesia, ada empat komponen pembangunan budaya yang perlu diperhatikan yakni antara lain: 1) pengembangan budaya lokal; 2) pengembangan budaya nasional dalam lingkup kehidupan komunitas lokal; 3) pengembangan multikulturalisme budaya dalam interaksi antar budaya-budaya lokal lainnya; dan 4) pengembangan budaya-budaya baru berbasis nilai-nilai universal yang menunjang pengembangan masyarakat. Keempat komponen tersebut bersifat saling pengaruh mempengaruhi untuk membentuk cultural wellbeing.