Wulan Mayasari
Departemen Anatomi dan Biologi Sel FK UNPAD

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor Keseimbangan Statis Tubuh, Kecepatan Dan Kelincahan Gerak Pada Anak Sekolah Dasar Usia 6 Sampai 9 Tahun Dengan Flatfoot Husna Bulkis Dasopang; Wulan Mayasari; Fathurachman Fathurachman
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): Volume 4 Nomor 2 Desember 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.194 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v4i2.20671

Abstract

Pengaruh  flatfoot anak terhadap penurunan kebugaran fisik dan kemampuan motorik dilaporkan  masih kontroversi sampai saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh flatfoot pada faktor keseimbangan tubuh (One Leg Test), kecepatan gerak (45 Meter Dash Test) dan kelincahan gerak (T Test). Metode penelitian analitik dengan desain cross-sectional yang melibatkan murid SD di Kecamatan Sukajadi kelas 1 sampai 3 dengan rentang usia 6 sampai 9 tahun. Dari setiap kelompok (normal dan flatfoot) diseleksi secara acak masing-masing sebanyak 50 anak, kemudian dilihat apakah ada perbedaan yang signifikan dari setiap faktor kebugaran fisik tersebut. Jika signifikan maka akan dihasilkan nilai uji hipotesis  P<0.05. Tidak ada perbedaan yang signifikan dari rekaman ketiga faktor kebugaran fisik (tes keseimbangan statis tubuh, kecepatan dan kelincahan gerak) dari kedua kelompok (normal dan flatfoot) dengan hasil uji independent t-test dan U Mann Whitney test menunjukkan nilai  P>0.05. Flatfoot anak dengan kelompok usia 6 sampai 9 tahun tidak berpengaruh terhadap beberapa faktor kebugaran fisik: keseimbangan statis tubuh, kecepatan dan kelincahan gerak yang diperlukan untuk aktifitas olahraga.Kata Kunci: anak, flatfoot, kebugaran fisik
Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Usia Menarche Siswi Sekolah Dasar Kelas 4 – 6 di Kecamatan Sukajadi Annisa Nur Maulidya; Yoyos Dias Ismiarto; Wulan Mayasari
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 3, No 4 (2018): Volume 3 Nomor 4 Juni 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.326 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v3i4.18493

Abstract

Perubahan usia menarche saat ini telah terjadi di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia. Salah satu faktor penyebabnya adalah keadaan nutrisi yang dapat dinilai dengan indeks massa tubuh (IMT) yang telah mengalami perubahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi indeks massa tubuh dengan usia menarche. Penelitian cross sectional  dilakukan antara bulan September sampai November 2016 terhadap 163 siswi Sekolah Dasar di Kecamatan Sukajadi yang sudah menarche. Subjek penelitian dipilih secara multistage random sampling. Usia menarche didapatkan dengan kuisioner. Indeks massa tubuh didapatkan dengan mengukur tinggi dan berat badan. Data dianalisis dengan metode Spearman’s Correlation Test. Berdasarkan dari 163 responden, hanya 125 siswi yang memenuhi kriteria inklusi penelitian. Didapatkan usia menarche dengan rata-rata 11,05 tahun, nilai tengah 11 tahun, dalam rentang 9 sampai 13 tahun. Indeks massa tubuh kemudian digolongkan ke dalam tiga kategori yaitu; sebanyak 76 siswi dengan status gizi  normal, 35 siswi overweight, dan 14 siswi obesitas. Rata-rata indeks massa tubuh yaitu 20,10 kg/m2. Hasil analisis uji korelasi didapatkan nilai koefisien korelasi rs = -0,089 dan nilai signifikasi p = 0,324 (p>0,05). Kesimpulan penelitian diperoleh bahwa tidak terdapat korelasi antara indeks massa tubuh dengan usia menarche.Kata kunci: indeks massa tubuh, menstruasi, pubertas, remaja, usia menarche