Elsa Pudji Setiawati
Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, FK UNPAD

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Fungsi Keluarga Dengan Kualitas Hidup Pasien Penyakit Kronis Degeneratif di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Susi Oktowaty; Elsa Pudji Setiawati; Nita Arisanti
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 September 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.172 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v4i1.19180

Abstract

Fungsi keluarga merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung peningkatan kualitas hidup pasien penyakit kronis. Memiliki kualitas hidup yang baik akan mengurangi risiko terjadinya komplikasi yang dapat memperburuk keadaan. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan fungsi keluarga dengan kualitas hidup pasien penyakit kronis degeneratif yang tergabung dalam komunitas Program Pengelolaan Penyakit Kronis Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan atau Prolanis BPJS Kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama. Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang ini dilakukan pada bulan Januari hingga Februari 2017 dengan menggunakan kuesioner dari WHO Quality of Life - BREF (WHOQOL-BREF) dan APGAR Keluarga. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling sebanyak 128 peserta Prolanis di Klinik Pratama Mitra Sehati yang kontrol rutin dalam 3 bulan terakhir. Pada penilaian APGAR keluarga didapatkan 52,3% peserta memiliki keluarga disfungsional sedang dan 43,8% sangat fungsional. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara fungsi keluarga dengan kualitas hidup peserta Prolanis (p value=0,014) sedangkan pengaruh fungsi keluarga terhadap kualitas hidup peserta Prolanis sebesar 8,8% (R2=0,088). Hal ini menjadi salah satu aspek penting bagi dokter di layanan primer agar lebih melibatkan peran fungsi keluarga dalam mengelola pasien penyakit kronis.Kata kunci: fungsi keluarga, kualitas hidup, pasien penyakit kronis degeneratif
Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Tindakan Pencegahan Osteoporosis pada Remaja Puteri di Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung Nandini Nur Annisa; Nucki Nursjamsi Hidajat; Elsa Pudji Setiawati
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 4, No 3 (2019): Volume 4 Nomor 3 Maret 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.085 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v4i3.21239

Abstract

Prevalensi osteoporosis di Indonesia mencapai 19,7% dengan risiko terbesar dimiliki oleh perempuan. Usia remaja merupakan usia yang efektif untuk memulai usaha pencegahan osteoporosis dengan membiasakan perilaku hidup sehat. Dalam membentuknya dibutuhkan seluruh domain perilaku yaitu pengetahuan, sikap dan tindakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan tindakan pencegahan osteoporosis pada remaja puteri di Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung. Penelitian ini merupakan observasional analitik korelasional dengan rancangan potong lintang. Populasi penelitian adalah remaja puteri di kecamatan Soreang Kabupaten Bandung. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2017. Subjek penelitian yang terlibat adalah remaja puteri yang merupakan siswi SMP, SMA atau sederajat sebanyak 118 orang.  Pengetahuan dan sikap mengenai tindakan osteoporosis diukur dengan menggunakan kuesioner. Data yang dikumpulkan dianalisis secara univariat dan bivariat melalui uji chi-quadrat dan korelasi Somers’D. Diperoleh hasil penilaian tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan tindakan pencegahan osteoporosis (p = 0,73) dan terdapat hubungan antara sikap dengan tindakan pencegahan osteoporosis (p = 0,012) dengan korelasi lemah (r = 0,220). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa keinginan atau minat yang tinggi lebih berperan dalam membentuk sebuah perilaku sehingga diharapkan kedepannya setiap remaja bukan hanya diberikan pengetahuan saja melainkan contoh mengenai cara berperilaku hidup sehat itu sendiri.Kata Kunci: Osteoporosis, Pengetahuan, Remaja Puteri, Sikap, Tindakan