Luh Putu Muliani Handayani
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

JAPA DALAM PROSESI SURYA SEVANA DAN PEGANGGAN PARA SULINGGIH PADA KALI YUGA DI DENPASAR UTARA PERSPEKTIF TEOLOGI HINDU Muliani Handayani, Luh Putu
Mahasiswa S2 Brahma Widya Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Mahasiswa S2 Brahma Widya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.87 KB)

Abstract

Ritual atau persembahan sesajen kepada Tuhan merupakan salah satu bentuk.Yajna adalah korban suci yang didasari atas ketulusan dan tanpa pamrih.  Yajna adalah bentuk nyata kehidupan beragama umat Hindu di Bali. Yajna tidak dapat dilepaskan dari peranan seorang Sulinggih. Peranan ulinggih sebagai “Adi Guru Loka”. artinya Seorang Sulinggih berperan sebagai guru spiritual yang membimbing dan memimpin umat Hindu di daerah atau wilayah tertentu. Sedangkan   “Ngelokaparasraya” artinya peranan seorang Sulinggih  untuk menjadi sandaran/ tempat bertanya tentang kegiatan yang dapat meningkatkan  religiusitas. Pemujaan kepada Tuhan yang wajib dilakukan yaitu: Surya Sewana dan Peganggan. Dalam pemujaan ini seorang Sulinggih melakukan proses Berjapa (mengucapkan nama smaranam/nama Suci Tuhan). Terkait dengan latar belakang masalah tersebut penelitian ini berjudul: “ Berjapa Dalam Prosesi Surya Sevana dan Peganggan Para Sulinggih Pada Kali Yuga di Denpasar Utara dalam Perspektif Teologi Hindu.   Rumusan masalah yang akan di bahas tiga masalah, yaitu: Bagaimana Bentuk Pelaksanaan Berjapa para Sulinggih pada Kali Yuga di Denpasar Utara? Mengapa Berjapa pada Kali Yuga dilakukan oleh Sulinggih di Denpasar Utara? Bagaimana makna Teologi Berjapa pada Kali Yuga  yang di lakukan oleh Sulinggih di Denpasar Utara? Bertujuan untuk mengetahui bentuk Berjapa. Untuk menjelaskan alasan Berjapa dan untuk menganalisis Makna Teologi dalam Berjapa.Penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat langsung bagi seorang Sulinggih untuk  mengetahui bentuk Berjapa, untuk mempelajari alasan Sulinggih  Berjapa,untuk memperoleh dampak terhadap prilaku Sulinggih. Ketiga rumusan masalah ini dibedah dengan tiga terori sebagai pisau bedah, yaitu: teori fungsional, teori rasa dan teori interaksionisme simbolik.          Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Lokasi penelitian Di Denpasar Utara. Jenis data dalam bentuk keyakinan  dan persepsi. Sumber data primer dan data sekunder Penentuan informan  Purposive Sampling dan juga pendekatan partisipatif. Teknik pengumpulan data, yaitu: observasi, wawancara dan dokumentasi. Kegiatan analisis terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verivikasi dan metode Triangulasi.          Hasil penelitian di temukan adanya tiga bentuk  Berjapa yang di lakukan oleh Sulinggih, yaitu Berjapa yang di lakukan pada saat Surya Sevana dan Peganggan serta diluar keduanya. Persamaan dan perbedaan berjapa di tinjau dari waktu, tempat dan sarana berjapa. Alasan Sulinggih Berjapa, aspek internal dan eksternal. Makna teologi Sulinggih Berjapa untuk meningkatkan religiusitas dalam penyucian diri dan pranayama,sedangkan spiritualitas dalam kebahagiaan bhatin dan kesadaran spiritual .Kata Kunci: Berjapa, Sulinggih dan Kali Yuga