Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Islamic Images and Terminology Used in the Western Media Bashy Quraishy
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 6, No 1 (2005): Kontroversi Dakwah dan Politik
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v6i1.1177

Abstract

Most societies in Western World has formulated a premature assumptions toward Islam due to the negative depictions of Islamic world doing by Western media which focused mainly on the issues of terrorism, intolerance, poverty, conflicts, fanaticism, horrible disease, low life qualities among Islamic countries, backwardness and lack of progress. This article explores and describes some statements made by Western media (as well as Western journalists), along with events as the setting of such comments. In order to overcome such situations, media monitoring must be professional and constant. Those who concern with the misleading information toward Islam must provide clear, short, and well-written press releases at regular intervals. Another suggestion is by drawing attention of ethnic youth toward journalism as noble profession and good trade.
Islam in the Western Media Bashy Quraishy
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 4, No 2 (2003): Dari Politik, Media, sampai Lain-Lain
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v4i2.1031

Abstract

Setelah serangan 11 September 2001 atas gedung World Trade Center, AS, kata Islam mejadi topik aktual dalam berbagai media barat, yang disandingkan dengan istilah-istilah terorisme, fundamentalisme, vadalisme, dan kata-kata berkonotasi buruk lainnya. Media barat, bahkan telah mengonstruksi persepsi tentang pertentangan Islam dan Barat dengan Amerika sebagai pemimpinnya. Sejak itu, secara perlahan tapi pasti, media barat memberitakan dunia Islam dalam gambaran begitu buruk: gambar-gambar para demonstran Pakistan, wanita yang ditangannya Quran dan pedang, film-film yang bertendensi anti-Islam. Ditayangkan berulangulang, terus-menerus, tiap hari. Upaya merendahkan Islam, bukan sekadar dalam ungkapan implisit, atau lewat gambar-gambar buruk, tapijuga sudah pada tingkat terang-terangan yang begitu eksplisit, seperti ungkapan: peradaban Islam lebih rendah daripada Kristen, orang Islam tidak beradab atau barbar, mengatasi terorisme Islam harus melalui pembaratan. Media barat menjadi kehilangan objektiviitas. Liputan tentang Islam, sebagian besar sekadar berita atau opini negatif; terjadi distorsi begitujauh. Media mengingkari kenyataan bahwa sesungguhnya Islam bukan hanya di anut oleh bangsa Timur Tengah, tapi juga oleh banyak ras dan bangsa lain, termasuk sebagian masyarakat barat. Pada kehdiuan sosial, akibatnya, para muslim minoritas di barat, sering diperlakukan tidak adil. Terdapat diskriminasi untuk nonEropa dan non-Kristen, khususnya Islam. Citra buruk tentang Islam di media barat. memang berlangsung jauh sebelum peristiwa II September. Ketika Uni Soviet bubar, Amerika dan sekutunya kehilangan musuh nomor satu; permusuhan itu kemudian diarahkan kepada Islam, yang dipandang sebagai ancaman. Untuk membangunjurnalisme barat yang objektif" maka media barat perllu membangun sikap terbuka dan mengakui kenyataan bahwa masyarakat itu, bahkan di negaranya sendiri, plural.