Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Wacana, Pengetahuan, dan Ideologi: Reformulasi Sejumlah Persoalan Klasik Teun Van Dijk
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 4, No 1 (2003): Merayakan Wacana Kontemporer
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v4i1.785

Abstract

Ideologi merupakan sistem sosial yang digunakan bersama dalam kelompok dan menjadi representasi mental kelompok tersebut. Ideologi lebih fundamental ketimbang pengetahuan. Ideologi melambangkan prinsip-prinsip yang mendasari kognisi sosial dan karenanya membentuk dasar-dasar pengetahuan, sikap, dan lebih spesifik lagi kepercayaan-kepercayaan yang digunakan bersama oleh suatu kelompok. Seluk-beluk representasi mental, proses, dan strategi-strateginya menjadi kontrol ideologis bagi wacana. Ada pengetahuan umum dan juga pengetahuan lainnya yang bias ideologis, serta terlibat dalam produksi dan pemahaman wacana.
Discourse, Ideology and Context Teun Van Dijk
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 4, No 2 (2003): Dari Politik, Media, sampai Lain-Lain
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v4i2.1030

Abstract

ideologi merupakan sistem kepercayaan, keyakinan dasar; menyangkut gagasan-gagasan, dan representasi sosial tentang sejumlah hal yang dijadikan acuan bersama dalam kelompok. Ia akan terekspresikan dalam struktur wacana dan mengontrol pengetahuan yang dimiliki dan, terdistribusi dalam kelompok. Pemahaman biasa tentang ideologi adalah dengan mengkaji efek ideologi pada bentuk-bentuk wacana dan makna. fdeologi jJositifatau negatiftergantung pada konsekuensinya dalam praktik sosial. Orang membentuk model mental tentang peristitwa yang dipercakapkan dan peristiwa di mana ia berpartisipasi. Model mental adalah memori personal yang bersifat episodik. Dan, orang tidak berada dalam ruang hampa. fa berada dalam sebuah kontkes, yakni situasi subjektifdi mana ia berada atau terlibat. Konteks itu sendiri tidak statis. secara terus-menerus akan direkonstruksi dalam mental para partisipan. Untuk mendeskripsikan wacana, sebagai alat analisis, kategori-kategori kotekstual berikut dapat digunakan: domain, global action, roles, sosial relations, dan context. interpretasi para partisipan dan peneliti yang dihasilkan tak terhindarkan pada bias ideologi tertentu yang dianut, sehingga bersifat subjektif.