Thomas Hanitzsch
http://www.thomas-hanitzsch.de/Index.htm

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dialog Antaragama melalui Media: Perspektif dan Keterbatasan Perdamaian Jurnalisme Thomas Hanitzsch
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 4, No 1 (2003): Merayakan Wacana Kontemporer
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v4i1.794

Abstract

Bentrokan suku dan konflik di antara orang Indonesia berasal dari konflik agama memerlukan dialog antaragama mendesak. Media, sebagai salah satu agen sistem sosial, diyakini bisa memfasilitasi orang-orang semacam dialog. Konsep yang diperkenalkan di sini yang cocok untuk tujuan tersebut adalah Perdamaian Jurnalistik. Menurut definisi, Perdamaian Jurnalisme adalah program atau kerangka liputan berita jurnalistik, yang berkontribusi pada proses pembuatan dan melindungi perdamaian masing-masing dengan penyelesaian damai atas konflik. Konsep Perdamaian Jurnalisme terlihat sangat cocok terutama untuk budaya Asia dan Islam di mana tujuan komunikasi adalah untuk menghasilkan harmoni sosial dan kebebasan (Hasnain, 1988). Namun, konsep ini juga memiliki keterbatasan. Keterbatasan Mereka berasal dari hubungan yang kompleks antara jurnalisme dan masyarakat, dan tantangan dari jurnalisme yang dilayani dengan baik untuk membangun realitas. Menurut penulis, ada lima solusi dapat dicapai untuk mempertahankan dialog antaragama berbuah memfasilitasi oleh Perdamaian Jurnalistik. Pertama, perbaikan pendidikan jurnalisme dan pelatihan lanjutan untuk wartawan. Kedua, mendalam-penelitian secara menyeluruh dan oleh para ahli untuk memberikan pandangan eksternal pada jurnalisme dan operasi yang dapat menyebabkan koreksi diri. Ketiga, pertumbuhan "Media jurnalisme". Keempat, dewan pers yang kuat untuk mengontrol pers. Kelima, dan mungkin yang paling penting, sistem hukum yang dapat diandalkan.
Teori Sistem Sosial dan Paradigma Konstruktivisme: Tantangan Keilmuan Jurnalistik di Era Informasi Thomas Hanitzsch
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 2, No 2 (2001): 'Chaos' Komunikasi 'Nothing to Hide'
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v2i2.786

Abstract

Dunia jurnalisme berada di persimpangan jalan. Apakah jurnalisme sedang masuk ke tahap baru, ataukah jurmalisme sebagai profesi lambat-laun akan menghilang? Dengan menggambarkan jurnalisme sebagai sistem sosial yang fungsinya memungkinkan ko-orientasi antara persepsi realitas kita masing-masing yang semakin berbeda dan dengan melepaskan para jurnalis dari tuntutan atas objektivitas sebagai “pedang Damocles” mungkin kita bisa mendapatkan perspektif yang lebih luas dan lebih cocok dengan kompleksitas sosial dalam masyarakat modern.