Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Communication Strategy Development of LPP TVRI in Implementing Nawacita and Sustainable Development Goals Rizky Wulan Ramadhani; Fajar Rizali Rakhman; Edy Prihantoro
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 13, No 2 (2020): (Accredited Sinta 2)
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v13i2.6499

Abstract

Indonesia signed the Sustainable Development Goals (SDGs) in 2015. Joko Widodo and Jusuf Kalla proposed Nawacita as a national development goal that must be achieved. Nawacita and SDGs have similarities that involve mass media. TVRI has an extensive network to implement Nawacita and SDGs through a development communication strategy as communication planning and communication management in disseminating messages to invite the community to be involved in development. This study aims to determine the development communication strategy of TVRI in implementing Nawacita and SDGs. Qualitative research methods by conducting interviews and documentation of various sources. From the research results it is known that the media can help to implement Nawacita and SDGs. In this case, TVRI as media that participates in helping the success of the government's role in implementing Nawacita and SDGs in Indonesia using development communication strategies, namely: media-based strategy by using national and local stations, Monitor magazine, new media (website www.tvri.go.id, Instagram @tvrinasional, Twitter @TVRINasional, Facebook TVRI Nasional, Youtube TVRI Nasional and the TVRI Klik application), instructional design strategies (internal and external training), participatory strategies (audience journalism and institutional visits) and marketing strategies (programs and collaborations) that are tailored to the values of Nawacita and SDGs
Komunikasi Partisipatif Komunitas Selaras Farm dalam Membangun Kemandirian Ekonomi melalui Program Urban Farming Talitha Fadhillah Belvananda; Yusuf Maulana; Rizky Wulan Ramadhani; Cholidah Astri Pratiwi; Sri Wahyuni
HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary Vol. 4 No. 3 (2026): HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/6ssd3871

Abstract

Urbanisasi yang pesat mengurangi ruang terbuka hijau dan lahan pertanian di perkotaan, sehingga mengancam ketahanan pangan masyarakat. Pemberdayaan komunitas melalui urban farming menjadi alternatif strategis, namun kajian tentang peran komunikasi partisipatif dalam konteks ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi partisipatif yang diterapkan Komunitas Selaras Farm dalam membangun kemandirian ekonomi warga melalui program urban farming. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Tiga informan kunci dipilih secara purposive, yaitu Ketua, Koordinator, dan Pembina Komunitas Selaras Farm. Data penelitian kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman (reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan) dan keabsahan data diuji dengan triangulasi metode dan sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa Komunitas Selaras Farm menggunakan lima strategi komunikasi partisipatif yaitu komunikasi dialogis tatap muka dan virtual (grup WhatsApp), pelatihan dan edukasi anggota, keterlibatan aktif warga dalam pengembangan program, transparansi pengelolaan keuangan berbasis koperasi, serta membangun kepercayaan melalui pemanfaatan aset lokal. Strategi ini meningkatkan keterampilan bercocok tanam warga, mengurangi pengeluaran rumah tangga untuk pangan, dan menyediakan akses hasil panen dengan harga terjangkau. Komunikasi partisipatif efektif memberdayakan masyarakat perkotaan mencapai kemandirian ekonomi dengan mengoptimalkan lahan terbatas melalui urban farming. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teori komunikasi partisipatif dalam konteks pertanian perkotaan dan menawarkan model pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas yang dapat direplikasi di wilayah permukiman urban lain.