Penelitian ini dimaksudkan untuk mempelajari model bisnis yang diterapkan oleh pelaku wiarausaha sosial keungan mikro mandiri untuk mencapai nilai ekonomis organisasi dan meningkatkan nilai sosial masyarakat secara bersama-sama. Penelitian ini merupakan penelitian kumulatif explanatory dengan menggunakan metode studi kasus berganda tarhadap dua kasus, yaitu Baitul Maal wa Tamwil (BMT) At-Taqwa di Jakarta dan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Mas di Bali. Penelitian ini menggunakan dua satuan analisis, yaitu Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang menjadi fokus dan masyarakat di sekitar LKM dengan menggunakan satuan analisis berganda (embedded), yaitu customer interface, strategi inti, sumber daya strategic, jaringan nilai LKM,nilai sosial target pasar LKM, dan kinerja keuangan LKM.Penelitian ini memberikan tujuh kesimpulan. (l) pelaku wirusaha sosial melalui pengaturan fulfillment & support dan relationship dynamic. (2) pelaku wiarausaha social keuangan mikro mandiri menciptakan strategi ni melalui pengaturan visi dan misi,linkup produk/pasar; dan basis diferensiasi. (3) pelaku wiarausaha sosial keuangan mikro mandiri menciptakan sumber daya strategic melalui kompetensi inti, asset strategic, dan proses inti memanfaatkan kompetensi inti dan asset strategic. (4) pelaku wirausaha sosial keuangan mikro mandiri menciptakan jaringan nilai melalui pengaturan jalinan hubungan dengan pemasok, rekan dan koalisi. (5) customer benefis berperan sebagai penghubung komponen customer interface dengan komponen startegi Secara khusus, customer benefis memungkinkan LKM mandiri melaksanakan berbagai hal pada sub komponen - sub komponen dalam komponen customer interface untuk menerapkan strategi inti. (6) konfigurasi aktivitas berperan sebagai penghubung kompenen strategi inti dengan kompenen sumber daya strategik. 7) company boundaries berperan sebagai penghubung kompenen sumber daya strategic dengan jaringan nilai. kata Kunci : Bisnis, Kewirausahaan Sosiai Mandiri