Septiana Ayu Estri Mahani
Fakultas Ekonomi dan Bisnis-Manajemen, Universitas Islam Bandung (Unisba)

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Model Bisnis Kewirausahaan Sosial Mandiri Studi Kasus Pada BMT At-Taqwa Da Lpd Mas Septiana Ayu Estri Mahani; Alexander Mikael Tribuana
Jurnal Manajemen Bisnis Performa Vol 8, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/performa.v8i2.6074

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mempelajari model bisnis yang diterapkan oleh pelaku wiarausaha sosial keungan mikro mandiri untuk mencapai nilai ekonomis organisasi dan meningkatkan nilai sosial masyarakat secara bersama-sama. Penelitian ini merupakan penelitian kumulatif explanatory dengan menggunakan metode studi kasus berganda tarhadap dua kasus, yaitu Baitul Maal wa Tamwil (BMT) At-Taqwa di Jakarta dan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Mas di Bali. Penelitian ini menggunakan dua satuan analisis, yaitu Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang menjadi fokus dan masyarakat di sekitar LKM dengan menggunakan satuan analisis berganda (embedded),  yaitu customer interface, strategi inti, sumber daya strategic, jaringan nilai LKM,nilai sosial target pasar LKM, dan kinerja keuangan LKM.Penelitian ini memberikan tujuh kesimpulan. (l) pelaku wirusaha sosial melalui pengaturan fulfillment & support dan relationship dynamic. (2) pelaku wiarausaha social keuangan mikro mandiri menciptakan strategi ni melalui pengaturan visi dan misi,linkup produk/pasar; dan basis diferensiasi. (3) pelaku wiarausaha sosial keuangan mikro mandiri menciptakan sumber daya strategic melalui kompetensi inti, asset strategic, dan proses inti memanfaatkan kompetensi inti dan asset strategic. (4) pelaku wirausaha sosial keuangan mikro mandiri menciptakan jaringan nilai melalui pengaturan jalinan hubungan dengan pemasok, rekan dan koalisi. (5) customer benefis berperan sebagai penghubung komponen customer interface dengan komponen startegi Secara khusus, customer benefis memungkinkan LKM mandiri melaksanakan berbagai hal pada sub komponen - sub komponen dalam komponen customer interface untuk menerapkan strategi inti. (6) konfigurasi aktivitas  berperan sebagai penghubung kompenen strategi inti dengan kompenen sumber daya strategik. 7) company boundaries berperan sebagai penghubung kompenen sumber daya strategic dengan jaringan nilai. kata Kunci : Bisnis, Kewirausahaan Sosiai Mandiri
Implementasi ISO 26000 dalam Praktek Aktivitas Corporate Social Responsibility di Indonesia Septiana Ayu Estri Mahani
Jurnal Manajemen Bisnis Performa Vol 8, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/performa.v8i1.6231

Abstract

ISO 26000 menerjemahkan tanggung jawab sosial sebagai tanggung jawab suatu organisasi atas dampak dari keputusan dan aktivitasnya terhadap masyarakat dan lingkungan, melalui perilaku yang transparan dan etis, yang Konsisten dengan pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat;Memperhatikan kepentingan dari para stakeholder Sesuai hukum yang berlaku dan konsisten dengan norma-norma internasional; Terintegrasi di seluruh aktivitas organisasi, dalam pengertian ini meliputi baik kegiatan, produk maupun jasa.Berdasarkan konsep ISO 26000, penerapan sosial responsibility hendaknya terintegrasi di seluruh aktivitas organisasi yang mencakup 7 isu pokok diatas. Dengan demikian jika suatu perusahaan hanya memperhatikan isu tertentu saja, misalnya suatu perusahaan sangat peduli terhadap isu lingkungan, namun perusahaan tersebut masih mengiklankan penerimaan pegawai dengan menyebutkan secara khusus kebutuhan pegawai sesuai dengan gender tertentu, maka sesuai dengan konsep ISO 26000 perusahaan tersebut sesungguhnya belum melaksanakan tanggung jawab sosialnya secara utuh.Keyword  : CSR, Pemberdayaan, Integrator kegiatan.
TINJAUAN MODEL INKUBATOR BISNIS RINTISAN ( BISNIS START UP ) DI INDONESIA Septiana Ayu Estri Mahani
Jurnal Manajemen Bisnis Performa Vol 12, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/performa.v0i1.3044

Abstract

Inkubasi Bisnis merupakan tuntutan dari the new economy global, yang terjadi karena adanya perubahan yang cepat dan signifikan di bidang teknologi, telekomunikasi, dan digitalisasi; adanya deregulasi dan globalisasi. Setiap Inkubator Bisnis harus memiliki kemampuan dalam perencanaan strategis bagi perusahaan pemula dan memiliki koneksi dengan sumber daya ekonomi dan komunitas bisnis yang berhubungan dengan informasi dan konsultasi bisnis. Peran Inkubator Bisnis sangat strategis dalam menumbuh kembangkan UKM Inovatif, karena melalui Inkubator calon-calon wirausaha baru berbasis IPTEK dapat ditingkatkan kapasitas dan kinerja usahanya.