Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

TERJEMAHAN TADHAFUL QOROIN AL-QUR’AN DEPARTEMEN AGAMA Sri ana; Yufridal Fitri Nursalam
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 1 No 2 (2021): Studi Keislaman dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.969 KB) | DOI: 10.37680/almikraj.v1i2.749

Abstract

The translation of the Koran for Muslims is a tool for understanding the Koran because the Qur'an is in Arabic. However, the process of translating from the Source language to the target language is certainly not easy, both linguistically and non-lunguistic. Tadafhur Qorain (pointer) which for the translator is very helpful in finding or revealing the appropriate meaning for the Source language and the Target language because it not only pays attention to the side of linguistic meaning but also non-Linguistic. In the translation of the Al-Qur'an owned by the Ministry of Religion, there are a variety of tadhafur used by the translators, including Qorinah Lafzhi, Aqli and context. So the better the translator's mastery of Tadhafur Qorain will make it easier to find the right meaning both to understand the source language and its correctness in Target language. Terjemahan Al-Qur'an bagi umat Islam menjadi alat untuk memahami Al-Qur'an karena Al- Qur'an berbahasa Arab. Namun proses penerjemahan dari bahasa sumber ke bahasa sasaran tentunnya tidak mudah, baik sisi linguistik dan non linguistik. Tadafhur Qorain (penunjuk) yang bagi penerjemah sangat membantu dalam mencari atau mengungkap makna yang sesuai untuk bahasa sumber dan bahasa sasaran, karena tidak hanya memperhatikan sisi makna linguistik tapi juga non-Linguistik. Di dalam terjemahan Al-Qur'an punya Depag terdapat ragam tadhafur yang dipakai oleh penerjemah diantaranya adalah qorinah Lafzhi, Aqli dan konteks.Jadi semakin baik penguasan penerjemah terhadap Tadhafur Qorain akan memudahkan dalam pencarian makna yang tepat baik untuk memahami bahasa sumber dan penepatan nya dalam bahasa Sasaran.
TERJEMAHAN TADHAFUL QOROIN AL-QUR’AN DEPARTEMEN AGAMA Sri ana; Yufridal Fitri Nursalam
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora (E-ISSN 2745-4584) Vol. 1 No. 2 (2021): AL-Mikraj Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v1i2.749

Abstract

The translation of the Koran for Muslims is a tool for understanding the Koran because the Qur'an is in Arabic. However, the process of translating from the Source language to the target language is certainly not easy, both linguistically and non-lunguistic. Tadafhur Qorain (pointer) which for the translator is very helpful in finding or revealing the appropriate meaning for the Source language and the Target language because it not only pays attention to the side of linguistic meaning but also non-Linguistic. In the translation of the Al-Qur'an owned by the Ministry of Religion, there are a variety of tadhafur used by the translators, including Qorinah Lafzhi, Aqli and context. So the better the translator's mastery of Tadhafur Qorain will make it easier to find the right meaning both to understand the source language and its correctness in Target language. Terjemahan Al-Qur'an bagi umat Islam menjadi alat untuk memahami Al-Qur'an karena Al- Qur'an berbahasa Arab. Namun proses penerjemahan dari bahasa sumber ke bahasa sasaran tentunnya tidak mudah, baik sisi linguistik dan non linguistik. Tadafhur Qorain (penunjuk) yang bagi penerjemah sangat membantu dalam mencari atau mengungkap makna yang sesuai untuk bahasa sumber dan bahasa sasaran, karena tidak hanya memperhatikan sisi makna linguistik tapi juga non-Linguistik. Di dalam terjemahan Al-Qur'an punya Depag terdapat ragam tadhafur yang dipakai oleh penerjemah diantaranya adalah qorinah Lafzhi, Aqli dan konteks.Jadi semakin baik penguasan penerjemah terhadap Tadhafur Qorain akan memudahkan dalam pencarian makna yang tepat baik untuk memahami bahasa sumber dan penepatan nya dalam bahasa Sasaran.
Ta’līm Al-Lughah Al-‘Arabiyah Lināṭiqin Bi Ghoirihā Fī Marhalah Ad-Dirāsah Al-‘Ulya Bi Indonesia Wa Malaysia Yufridal Fitri Nursalam; Sutoyo
Excelencia: Journal of Islamic Education & Management Vol. 6 No. 1 (2026): Excelencia: Journal of Islamic Education & Management
Publisher : Pascasarjana UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/excelencia.v6i1.5687

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan realitas pengajaran bahasa Arab bagi penutur non-Arab pada jenjang pascasarjana di Jurusan Pendidikan Bahasa Arab, Sekolah Pascasarjana Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Indonesia dan Universitas Islam Internasional Malaysia, mengungkap persamaan dan perbedaan di antara keduanya, serta mengusulkan kurikulum yang lebih baik bagi pengajaran bahasa Arab pada jenjang ini. Pengajaran bahasa Arab bagi penutur non-Arab pada jenjang pascasarjana berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, khususnya di negara-negara Islam yang tidak berbahasa Arab, namun studi perbandingan yang secara khusus menyasar jenjang ini masih sangat terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis-komparatif dengan desain studi kasus perbandingan (comparative case study), melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi lapangan, dan analisis dokumen terhadap dosen dan mahasiswa di kedua universitas; data dianalisis mengikuti model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña (reduksi data, penyajian data, penarikan dan verifikasi kesimpulan) dengan bantuan perangkat lunak NVivo, dan keabsahannya diperiksa melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua universitas mengadopsi metode langsung dalam pengajaran dengan perbedaan dalam penerapannya, di mana Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim menitikberatkan pada keseimbangan empat keterampilan berbahasa, sedangkan Universitas Islam Internasional Malaysia menitikberatkan pada penelitian ilmiah dan analisis linguistik. Penelitian ini menyimpulkan perlunya mengintegrasikan keterampilan berbahasa dengan penelitian ilmiah dalam program pascasarjana, serta mengusulkan kurikulum terpadu yang memadukan aspek teoretis dan praktis.