Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENINGKATAN HASIL BELAJAR LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 HANAU TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Cahyeni, Resti; Mulyono, Edy
Jurnal Aplikasi Manajemen Pendidikan Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Aplikasi Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan dengan permainan adalah model yang akan digunakan dalam penelitian ini, khususnya untuk nomor lompat jauh gaya jongkok. Bermain adalah sesuatu yang menyenangkan bagi siswa, dengan bermain siswa tidak merasakan lelah ataupun terbebani dalam melakukan aktivitas. Permainan dalam atletik khususnya nomor lompat jauh adalah bertujuan agar siswa dalam melakukan permainan terfokus pada model proses pembelajarannya.Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan memberikan perlakuan (tindakan) latihan yang berbeda pada setiap kelompok, yang mana setiap kelompok diberi perlakuan (tindakan) yang berbeda. Penelitian ini untuk mengukur hasil belajar dengan menggunakan pre-test (tes awal) dan pos-test (tes akhir), dengan melihat perbandingan selisih (perubahan) hasil belajar untuk setiap kelompok. Data yang diperoleh dan dianalisis dengan Uji beda antar kelompok dengan cara mengukur peningkatan hasil belajar lompat jauh dengan tujuan untuk melihat perubahan yang ditimbulkan oleh perlakuan yang diberikan pada subyek, apakah rata-rata nilai tersebut berbeda. Uji hipotesis dilakukan berdasarkan hasil analisis data dengan Uji beda antar kelompok pada tes awal (pre-test) yang menggunakan t test dengan ketentuan jika t hitung lebih besar dari t tabel atau tingkat signifikan lebih kecil dari 0,05 maka hipotesis diterima. Uji analisis ini digunakan untuk mengetahui kemampuan hasil belajar lompat jauh gaya jongkok pada siswa sebelum diberikan perlakuan dengan metode yang berbeda. Kelompok 1 (kelas control) dengan media kardus, kelompok 2 menggunakan model latihan pliometrik single leg hop, kelompok 3 menggunakan model latihan pliometrik double leg hop, dan kelompok 4 menggunakan model kombinasi latihan pliometrik single leg hop dan double leg hop. Proses analisis ini menggunakan bantuan program SPSS.Yang mana hasilnya adalah pembelajaran melalui metode latihan pliometrik single leg hop, double leg hop dan Kombinasi single leg hop dan double leg hop lebih baik dibanding latihan dengan media kardus untuk dapat meningkatkan hasil pembelajaran lompat jauh gaya jongkok pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Hanau.
Pengaruh Waktu Belajar, Sarana, dan Motivasi Terhadap Prestasi Siswa Kelas XI IPA SMAN 2 Sampit Rahmah, Siti Haisyatul; Mulyono, Edy
Jurnal Aplikasi Manajemen Pendidikan Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Aplikasi Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh waktu belajar siswa di luar jam belajar sekolah, sarana yang dimiliki siswa, dan motivasi terhadap prestasi yang di dapatkan siswa kelas XI IPA di SMA Negeri 2 Sampit.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Hubungan variabel dalam penelitian adalah hubungan kausal (sebab akibat). Variabel independent dalam penelitian ini, pengaruh waktu belajar (X1), sarana (X2), motivasi (X3) dan variabel dependent adalah prestasi siswa (Y). Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI program studi IPA semester genap pada SMA Negeri 2 Sampit tahun ajaran 2012/2013 sebanyak 132 siswa. Sampel penelitian diambil sebanyak 2 kelas yaitu kelas XI IPA 1 dan XI IPA 2. Data yang diperoleh dengan menggunakan angket dan prestasi belajar siswa pada semester genap tahun ajaran 2012/2013. Data yang diperoleh dianalisis dengan regresi linear berganda. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y=81,729+(-0,176)X1+(-0,190)X2+0,191X3. Harga Fhitung yang diperoleh sebesar 0,201 < Ftabel yaitu 2,775 yang berarti variabel waktu belajar, sarana, motivasi secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap variabel prestasi (Y). Nilai thitung waktu belajar sebesar -0,575 dengan nilai signifikan sebesar 0,567 > 0,05 maka Ho diterima, nilai thitung sarana sebesar -0,275 dengan nilai signifikan sebesar 0,784 > 0,05 maka Ho diterima, dan nilai thitung motivasi sebesar 0,029 dengan nilai signifikan sebesar 0,977 > 0,05 maka Ho diterima.Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu belajar, sarana, dan motivasi tidak berpengaruh terhadap prestasi siswa kelas XI IPA SMA Negeri 2 Sampit.Kata Kunci : Waktu belajar, Sarana , Motivasi, Prestasi.
IMPLEMENTASI PENGADAAN BARANG DAN JASA PEMERINTAH BERDASARKAN PERATURAN PRESIDEN NOMOR 54 TAHUN 2010 (Studi Pada Dinas Pekerjaan Umum Kota Pontianak) Mulyono, Edy
JPMIS Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah ingin menganalisis implementasi sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah secara elektronik dalam bidang jasa konstruksi pada Dinas Pekerjaan Umum Kota Pontianak, serta berbagai faktor yang mempengaruhi implementasi kebijakan tersebut. Melalui metode kualitatif, hasil penelitian menunjukkan bahwa pengadaan jasa konstruksi pada Dinas Pekerjaan Umum Kota Pontianak, sudah terimplementasi dengan cukup baik, hal ini dikarenakan sistem e-procurement memberikan manfaat seperti efisiensi, transparan, akuntabel dan mampu mengurangi praktek KKN dan premanisme dalam proses lelang. Penawaran proyek konstruksi yang dilakukan oleh Dinas PU Kota Pontianak dapat dengan mudah diikuti oleh seluruh perusahaan konstruksi di Kota Pontianak dengan memanfaatkan layanan LPSE Kota Pontianak. Hanya saja terlepas dari manfaat penerapan e-procurement oleh Dinas PU, masih terdapat beberapa hal yang masih sulit untuk diwujudkan, terutama pada aspek penentuan pemenang lelang, kendati dalam e-procurement diatur kriteria pemenang lelang, tetapi persaingan kurang sehat diantara perusahaan masih belum sepenuhnya dapat diwujudkan. Selain itu terdapat faktor lainnya yang mempengaruhi implementasi e-procurement yaitu masih banyak peserta lelang dan petugas penyedia jasa dan pengguna jasa yang kurang memahami sistem e-procurement di LPSE karena kurang mendapatkan sosialisasi, permasalahan lainnya yaitu sistem layanan LPSE yang menggunakan internet masih sering mengalami ganguan, karena belum didukung dengan infrastrktur yang memadai.
Legal Uncertainty and Barriers to Women's Representation in Village Governance: Ketidakpastian Hukum dan Hambatan Keterwakilan Perempuan dalam Tata Kelola Pemerintahan Desa Mulyono, Edy; Widodo, Hananto; Rusdiana, Emmilia; Prasetio, Dicky Eko
Indonesian Journal of Innovation Studies Vol. 26 No. 1 (2025): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/ijins.v26i1.1283

Abstract

Background: Women's representation in Indonesia's Village Consultative Bodies (BPD) is essential for gender equality and inclusive governance. However, unclear regulations, socio-cultural barriers, and weak enforcement hinder progress. Gap: Legal ambiguities and inconsistent practices limit effective participation and gender-responsive decision-making. Aim: This study explores the legal uncertainties affecting women's representation in BPDs and their broader impacts. Results: Findings highlight unclear legislation, gaps between national and regional regulations, and insufficient enforcement, compounded by cultural biases, reducing women’s motivation and participation. Novelty: The study provides a unique analysis of legal and socio-cultural challenges, offering actionable reform strategies. Implications: Clearer regulations and empowerment programs can improve representation, fostering equitable governance and sustainable development. Highlights: Legal ambiguities in regulations hinder women’s effective participation in BPDs. Socio-cultural biases significantly reduce opportunities for gender-responsive governance. Clearer policies and empowerment programs are vital for equitable local development. Keywords: Women's Representation, Village Consultative Bodies, Gender Equality, Legal Uncertainty, Governance