I GUSTI NGURAH ARY WIWEKANANDA
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH SOCIAL MEDIA ADVERTISING TERHADAPPURCHASE INTENTION SAMSUNGS9 &S9+ DIMEDIASI OLEHBRAND IMAGE (STUDI PADA GENERASI Z DI KOTA MALANG) I GUSTI NGURAH ARY WIWEKANANDA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 6, No 2: Semester Genap 2017/2018
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulisan penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh social media advertising terhadap purchase intention Samsung S9 & S9+ yang dimediasi oleh brand image, baik pengaruh secara langsung maupun tidak langsung. Jenis penelitian ini adalaha explanatory research yang menjelaskan hubungan kausal antar variable-variabelnya melalui pengujian hipotesis. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 100 responden, rsponden tersebut ialah individu yang pernah menonton iklan Samsung S9 & S9+ di Youtube. Dengan menggunakan Teknik non-probability sampling. Uji hipotesis dilakukan menggunakan uji T dan uji Sobel. Analisis data menggunakan Partial Least Square (PLS) dan dibantu oleh software SmartPLS 3.0 untuk memudahkan penelitian. Dari hasil pengujian terhadap keempat hipotesis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa variabel social media advertising berpengaruh positif dan signifikan terhadap purchase intention Samsung S9 & S9+. Variabel social media advertising berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand image Samsung. Variabel brand image berpengaruh positif dan signifikan terhadap purchase intention Samsung S9 & S9+. Variabel social media advertising berpengaruh positif dan signifikan terhadap purchase intention Samsung S9 & S9+ yang dimediasi oleh brand image, dengan brand image berkedudukan sebagai mediasi sebagian. Kata Kunci: Social Media Advertising, Brand Image, Purchase Intention
LEBIH DARI SEKADAR TREN: PENGARUH FOMO (FEAR OF MISSING OUT), PERBANDINGAN SOSIAL, DAN MATERIALISME PADA PERILAKU BUY NOW PAY LATER GEN Z I Gusti Ayu Tara Laksemiyasa Ditha; I Gusti Ngurah Ary Wiwekananda; Ni Komang Ayu Diah Ambalika
E-Jurnal Manajemen Vol 14 No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/EJMUNUD.2025.v14.i1.p04

Abstract

Perilaku konsumen di Indonesia semakin dipengaruhi oleh social comparison, fear of missing out (FoMO), dan materialism, yang mendorong adopsi metode pembayaran "Buy Now, Pay Later" (BNPL). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antar variabel tersebut serta menjelaskan bagaimana faktor sosial memengaruhi pola konsumsi. Data dikumpulkan melalui survei terhadap 120 responden berusia 18-40 tahun yang menggunakan BNPL dalam enam bulan terakhir, dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) selama tahun 2023. Temuan utama menunjukkan bahwa social comparison memengaruhi FoMO dan materialism, yang keduanya secara signifikan berkontribusi pada penggunaan BNPL. Penelitian ini menyimpulkan bahwa BNPL menjadi alternatif pembayaran yang didorong oleh tekanan sosial. Implikasinya meliputi perlunya regulasi untuk mengelola penggunaan BNPL secara bertanggung jawab dan peluang bisnis untuk memanfaatkan tren ini. Consumer behavior in Indonesia is increasingly influenced by social comparison, Fear of Missing Out (FoMO), and materialism, driving the adoption of the "Buy Now, Pay Later" (BNPL) payment method. This study aims to examine the relationships among these variables and explain how social factors shape consumption patterns. Data were collected through surveys of 120 respondents aged 18-40 who had used BNPL in the past six months and analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) during 2023. Key findings reveal that social comparison influences FoMO and materialism, both of which significantly contribute to BNPL usage. The study concludes that BNPL is a payment alternative driven by social pressures. Its implications include the need for regulations to manage BNPL responsibly and business opportunities to leverage this trend.